Kopi Membahayakan Jantung? Mitos atau Fakta?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Segelas kopi Klotok di Magelang. TEMPO/Anang Zakaria

    Segelas kopi Klotok di Magelang. TEMPO/Anang Zakaria

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan jantung merupakan salah satu penyakit yang jamak dialami masyarakat. Tidak heran jika banyak beredar persepsi keliru atau mitos terkait penyakit ini. Pada praktiknya, pandangan yang keliru terkait penyakit jantung ini seringkali menyulitkan penanganannya.

    Lantas apa saja mitos seputar penyakit jantung yang sering beredar di masyarakat? Dokter spesialis jantung Munawar memberikan beberapa panduan. Berikut ini daftarnya:

    1. Telapak tangan yang sering berkeringat tanda penyakit jantung
    Munawar menjelaskan pendapat ini belum terbukti secara ilmiah. Tidak ada penelitian yang menyebutkan hubungan antara tangan yang mudah berkeringat dengan penyakit jantung.

    2. Serangan jantung hanya terjadi pada usia lanjut
    Ini merupakan salah satu mitos yang jauh dari kebenaran. Faktanya, Munawar justru sering menangani pasien yang berusia di bawah 40 tahun. Menurutnya, serangan jantung bisa diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia. Dia pun menyarankan agar melakukan pemeriksaan secara berkala sejak memasuki usia 25 tahun3. Serangan jantung mudah dideteksi

    3. Serangan jantung mudah dideteksi
    Ada alasan mengapa jantung menjadi salah satu pembunuh nomor satu dunia, yang menyebabkan setidaknya 17 juta kematian setiap tahun. Munawar menjelaskan salah satu faktornya adalah serangan jantung bisa datang tiba-tiba tanpa gejala apapun.

    Hal ini bisa terjadi karena pecahnya bisul pembuluh darah kecil yang tidak terlihat melalui pemeriksaan elektrokariogram (EKG) atau pun tes treadmill. Plak-plak tersebut hanya bisa dideteksi melalui multi slice CT (MSCT).

    “Jadi bisa dibilang serangan jantung justru tidak mudah dideteksi,” ujarnya.

    4. Terlalu banyak minum kopi bisa meningkatkan risiko jantung
    Kandungan kafein dalam kopi memang bisa meningkatkan irama detak jantung. Namun, hal ini tidak cukup untuk meningkatkan risiko penyakit jantung

    5. Penyakit jantung adalah penyakit keturunan
    Faktanya, jantung tidak menurun secara genetik. Kendati demikian, faktor risiko keluarga tetap harus diperhatikan. “Selama menjalani hidup sehat dengan tidak merokok, olahraga teratur, menjaga asupan makanan, dan mengatur kadar gula dan kolesterol, risiko serangan jantung semakin kecil,” jelasnya.

    6. Sering begadang bisa mengakibatkan serangan  jantung
    Pendapat ini tidak sepenuhnya keliru. Munawar menuturkan kebiasaan tidur larut menjadi faktor yang mempertinggi risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian di Universitas Airlangga pernah menemukan 30 Persen mereka yang mengeluhkan masuk angina merupakan kelompok potensial terkenal serangan jantung.

    7. Mudah kembung dan masuk angin adalah gejala jantung
    Pendapat ini bisa dibilang mitos tetapi bisa juga dikatakan bukan mitos. Pasalnya, kasus seperti ini memang sering terjadi di Indonesia. Munawar menjelaskan masyarakat banyak mengalami penyumbatan di arteri left anterior descending (LAD) yang menuju ke bagian depan dan bawah jantung. Akibatnya, penderita akan merasa seperti masuk angin.

    Apapun mitos yang beredar, fakta yang pasti adalah penyakit jantung merupakan penyakit ganas yang bisa dicegah. Menjalankan pola hidup sehat diketahui menjadi fakta yang bisa menyelamatkan anda dari penyakit jantung.

    BISNIS

    BACA JUGA
    Mulut Kering Jangan Dianggap Remeh, Kenapa?
    Zat Pedas Bisa Hambat Pertumbuhan Kanker
    Superfood ini Bantu Anda Atasi Rasa Letih dan Lelah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.