Rabu, 14 November 2018

Buku Karya Gadis 19 Tahun Ini, Raih Mega Best Seller

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Dear Nathan. Melvanamedia.com

    Novel Dear Nathan. Melvanamedia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keisengan mengunggah coretan ringan di laptop ke wattpad tak dinyana mengubah hidup Erisca Febriani secara drastis.

    Gadis kelahiran Bandar Lampung, 25 Maret 1998, yang hobi menulis itu segera menjadi idola anak muda berkat karya pertamanya dalam sebuah novel berjudul "Dear Nathan". (Baca :Mereka Sukses Tanpa Kantor! Begini Ceritanya)

    Novel yang berkisah tak jauh dari "melankoli" anak SMA itu pada unggahan pertamanya di wattpad telah dibaca lebih dari 15 juta kali.

    Format bukunya yang diterbitkan oleh Best Media pada Maret 2016 pun langsung menempati posisi mega best seller di berbagai toko buku terkemuka di Tanah Air.

    Tak tanggung-tanggung, novel Dear Nathan segera difilmkan kurang dari setahun setelah terbit.

    Kisah gadis SMA bernama Salma Alvira yang baru saja pindah ke sebuah SMA favorit di Ibu Kota, yakni SMA Garuda menjadi plot cerita yang menarik saat dibumbui dengan kegalauan khas remaja.

    Perkenalan Salma dengan Nathan sang "bad boy" di sekolah barunya itu kian kontras dan penuh warna ketika disemarakkan dengan kisah-kisah lucu hingga akhirnya pada rasa saling tertarik satu sama lain.

    Boleh jadi setting cerita serupa tentang seorang gadis yang jatuh hati pada "bad boy" sudah sering diangkat ke permukaan, namun sepertinya orang tak pernah bosan untuk beranjak dari tema klise yang sederhana tersebut. (Baca:Agar Persaingan Kerja Tak Berubah Menjadi Saling Cemburu)

    "Saya dibuat tersenyum sepanjang cerita dengan kekonyolan khas anak SMA. Ditambah gaya penuturan luwes seakan mengilas balik memori saya sewaktu duduk di bangku SMA. Good job, Ris!" ujar LM Cendana, Penulis Klandestin, dalam komentar khususnya terhadap buku tersebut.

    Novel itu sendiri enak dibaca dan ringan seperti membaca buku harian anak SMA karena Erisca sang penulis mengakui bahwa ketika menulis cerita Nathan persis seperti menulis diary.

    "Menulis novel ini seperti menulis diary, diary yang nantinya akan dibaca semua orang," kata Erisca dalam buku tersebut di halaman 525.


    Gaya dan bahasa novel Dear Nathan tidak muluk-muluk dan datar. Namun kepiawaian Erisca mampu meramu dan memainkan kata-kata dengan detail yang baik sehingga menciptakan kisah-kisah dengan "nada" yang cenderung pop dan mudah untuk disukai.

    Catatan khusus bagi editor yang menangani novel tersebut, yakni penggunaan kata baku dan huruf kapital, yang kerap kali lolos dari pengamatan.

    Memang bukan tabu untuk menggunakan kalimat "slang" yang populer, tetapi penggunaan yang terlampau sering dan berlebihan bisa saja berpotensi mengurangi atensi terhadap penggunaan kata baku yang benar.(Baca: Coworking Space, Filosofi Kerja Mandiri yang Semakin Diburu)

    Di luar itu semua, novel setebal 528 halaman ini seperti inspirasi tersendiri sebab tidak banyak remaja yang baru berumur 19 tahun mampu menciptakan sesuatu yang besar termasuk novel mega best seller.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.