VlogJokowi Pun masuk di Instagramnya Sang Pangeran Arab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman, saat vlog bersama Jokowi ketika makan siang. instagram.com

    Raja Salman, saat vlog bersama Jokowi ketika makan siang. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Paling tidak ada dua pangeran yang mengunggah  kunjungan Raja Salman di Indonesia. Yaitu Pangeran Saud bin Salman dengan nama akun @Special_royal dan Pangeran Abdulrahman bin Badr  dengan nama akun @bader_a_abdullaziz .

    Baca juga : Tunda Membeli Jas Sebelum Membaca Tips Ringkas Ini

    Di akun @special_royal, misalnya hasil kreasi Presiden Indonesia Joko Widodo saat makan siang kemarin bersama Raja Salman yang diunggah Jokowi ke akun media sosial Facebok miliknya, Presiden Joko Widodo @jokowi, Rabu (1/3/2017). Video yang diunggah itu berdurasi 2 menit 27 detik dengan keterangan: #JKWVLOG Jamuan Makan Siang Bersama Raja Salman.


    @Special_royal

    Di akun instagramnya Pangeran Saud menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab setiap kalimat yang diucapkan Presiden Jokowi dan Raja Salman. Unggahan ini mendapat respon sekitar 4522 views dan 134 komentar. Di akun yang diikuti 21.5K followers tersebut juga masih ada dua postingan lagi yang menggambarkan perjalanan hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia dari 1948 hingga 2017.


    Sementara Pangeran Abdulrahman mengunggah foto saat Raja Salman bersama Presiden Jokowi dan para pengawal di tengah guyuran hujan.


    @bader_a_abdullaziz

    Dalam postingan tersebut sang Pangeran Abdulrahman menuliskan pengantar dalam bahasa Arab yang artinya  : God Bless you and you sir. In love to you and your welcome.  Postingan ini meraih 3466 likes.

    SUSAN

    Baca juga :
    Payung atau Tabir Surya yang Lebih Ampuh Melindungi Kulit?
    Kenapa Pria Gantleman Tak Cocok Pakai Kaus?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.