Apa Hubungan Obesitas dan Penyakit Ginjal? Begini Penjelasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ginjal

    Ilustrasi ginjal

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, 9 Maret 2017 akan kembali berlangsung peringatan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day), sebuah acara peringatan hasil inisiatif bersama dari International Society of Nephrology dan International Federation of Kidney Foundations yang berfokus untuk meningkatkan kesehatan ginjal serta mengurangi kejadian dan dampak penyakit ginjal di seluruh dunia. Memasuki tahun ke-12, peringatan Hari Ginjal Sedunia kali ini mengangkat tema “Penyakit Ginjal dan Obesitas”.

    Baca juga: Penyebab Kematian George Michael Terjawab! Ini Kata Ahli Jantung

    “Obesitas berpotensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan dan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes dan hipertensi, dua penyakit yang merupakan faktor risiko tertinggi Penyakit Ginjal Kronik. Karena itu, peringatan Hari Ginjal Sedunia tahun ini berfokus pada edukasi tentang risiko obesitas dan hubungannya dengan penyakit ginjal, menganjurkan gaya hidup sehat, dan rekomendasi strategi pelayanan kesehatan untuk mengatasi besarnya beban yang disebabkan obesitas dan penyakit ginjal,” ungkap dr. Dharmeizar, Sp. PD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).

    Menurut statistik terbaru dari WHO, pada 2014, prevalensi obesitas di dunia telah mencapai lebih dari dua kali lipat dari tahun 1980. Sekitar 600 juta orang dewasa di dunia menderita obesitas, sementara anak-anak di bawah 5 tahun yang mempunyai berat badan berlebih dan obesitas mencapai 41 juta orang. Tingginya jumlah penderita obesitas ini menunjukkan tingginya potensi penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di masa depan.

    Salah satu langkah utama untuk menghindari Penyakit Ginjal Kronik adalah dengan mencegah obesitas dan menurunkan berat badan. Cara yang paling efektif adalah menjalani gaya hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga teratur, banyak beraktivitas fisik, dan pola makan yang sehat. Membiasakan anak-anak untuk bergaya hidup sehat juga dapat membantu mencegah kelebihan berat badan yang tak terkontrol yang dapat memicu obesitas saat dewasa. (Baca :Sedari Kecil Kebiasaan Minum Susu Tidak Boleh Hilang)

    Fresenius Medical Care, penyedia produk dan layanan medis untuk pasien dialisis yang terintegrasi dan terbesar di dunia, kembali mendukung peringatan tahunan Hari Ginjal Sedunia di seluruh dunia. Fresenius Medical Care Indonesia menjadi partner PERNEFRI untuk peringatan Hari Ginjal Sedunia 2017 yang acara puncaknya berlangsung pada 12 Maret 2017.

    “Kami sangat mengapresiasi komitmen Fresenius Medical Care Indonesia untuk berperan aktif mengedukasi masyarakat dan tenaga kesehatan tentang gaya hidup sehat untuk kesehatan ginjal. Untuk ke depannya, kami juga mengajak berbagai pihak dari sektor swasta untuk berpartisipasi aktif mengadakan program edukasi kesehatan ginjal sehingga dapat membantu mengurangi faktor-faktor risiko Penyakit Ginjal Kronik,” ungkap dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, Kepala Sub Direktorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementrian Kesehatan RI.

    Baca juga : Psikolog: Bermusik Membantu Menerjemahkan Pikiran

    Untuk peringatan Hari Ginjal Sedunia 2017 ini, Fresenius Medical Care Indonesia bekerjasama dengan cabang-cabang PERNEFRI di daerah dan rumah sakit di beberapa kota besar untuk melakukan lebih dari 10 aktivitas edukasi. Selain itu, Fresenius Medical Care Indonesia juga mengajak masyarakat untuk menurunkan risiko terkena PGK dengan melakukan pencegahan obesitas sejak awal, dimulai dari usia anak-anak melalui karakter kartun superhero bernama The Kidney Kid. Yaitu mengajak anak-anak untuk menjalani gaya hidup sehat di antaranya dengan rutin berolahraga, banyak beraktivitas di luar rumah, banyak mengkonsumsi buah dan sayuran segar, dan minum air putih yang cukup. Edukasi dilakukan dengan cara yang menyenangkan, seperti lewat video animasi dan buku aktivitas.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.