9 Kosmetik Ini Sebetulnya Tak berguna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat make up (mineral makeup). shutterstock.com

    Ilustrasi alat make up (mineral makeup). shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kadang-kadang kita sering tertipu iklan. Supaya menjadi cantik, kita membeli banyak produk kecantikan yang sebenarnya tak ada gunanya mulai dari krim, masker, sampai serum yang menjanjikan efek-efek yang kita inginkan.

    Nyatanya, tim dari Bright Side sudah melakukan review apakah produk-produk kosmetik yang ada di pasaran benar-benar memberi efek yang diiklankan.

    1. Serum rambut bercabang
    Tak ada produk kosmetik apa pun yang bisa mengobati rambut bercabang. Serum hingga "balm" hanya akan memberi efek visual, menyatukan rambut bercabang untuk sementara saja. Satu-satunya yang bisa menghilangkannya adalah dengan memotongnya. (baca :Hindari 5 jenis Makanan Ini, Agar Insomnia Tak Semakin Parah)

    2. Krim tangan, krim kaki dan body lotion
    Mitos lain yang diciptakan para penjual adalah: orang butuh krim berbeda untuk bagian tubuh yang berbeda. Wajah memang butuh perawatan khusus.

    Nyatanya, dalam hampir semua kasus, Anda bisa menggunakan satu produk untuk seluruh tubuh Anda. Segala krim pelembab dan lotion fungsinya sama saja dan bisa dipakai untuk tangan dan tubuh.

    3. Sampo anti-ketombe
    Jika kelenjar minyak Anda tak bekerja dengan baik, maka jamur yang biasa kita sebut sebagai ketombe akan mulai merajalela. Sampo biasa tak akan bisa membantu menghilangkan masalah itu.(Baca :Operasi Kanker Prostat dengan Robot Lebih Aman?)

    Alasannya, selain sampo akan mengeringkan kulit kepala, Anda juga butuh sampo medis khusus yang harus dibeli di apotek.

    4. Toner wajah
    Sabun wajah nyatanya lebih efektif dibanding toner. Alasannya karena sabun tak mengandung alkohol sehingga tak akan mengeringkan kulit dan juga memiliki level PH yang netral.

    Selanjutnya : Apakah lip balm satu-satunya pelembab bibir?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.