Dua Gelas Susu Sumbang 25 Persen Protein

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu. TEMPO/Charisma Adristy

    Ilustrasi susu. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Susu merupakan pangan sumber gizi lengkap yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian. Senior Medical Manager Frisian Flag Indonesia Yeni Novianti, mengatakan, satu gelas susu sapi mengandung minimal 110 kilo kalori (kkal) serta multivitamin dan mineral.

    Baca: Anak Tak Suka Susu, Ini Solusinya

    "Konsumsi dua gelas susu setiap hari dapat memberikan kontribusi protein hingga 25 persen (berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2000 kkal)," kata Yeni dalam diskusi cerdas Frisian Flag Indonesia seri 2 di Jakarta, Rabu, 7 Juni 2017.

    Beberapa waktu lalu, Marketing Director Frisian Flag Indonesia Felicia Julian, mengatakan segelas susu dapat menyumbang kebutuhan energi harian hingga 130 kilokalori (kkal). "Selain energi, segelas susu juga menyediakan protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga," kata Felicia.

    Ahli gizi, Dr. Marudut, mengatakan susu merupakan pangan kaya zat gizi dan dibutuhkan untuk melengkapi zat gizi yang diperoleh dari makanan. "Berbagai zat gizi yang terdapat dalam segelas susu dapat memberi manfaat bagi manusia di setiap tahap kehidupannya," kata Marudut.

    Menurut Dosen Jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II ini, saat masa kanak-kanak, susu dapat memasok energi untuk aktifitas sehari-hari, serta protein dan kalsium untuk pertumbuhan yang optimal. "Saat masa remaja, susu dapat membantu memenuhi kebutihan protein dan kalsium," ujarnya.

    Kemudian pada tahap dewasa, susu dapat membantu menyediakan zat gizi yang berkualitas baik yang diperlukan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. "Susu juga dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi bagi kaum lansia," kata anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) ini.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.