Kalau Terjangkit Susah Diobati, Cegah Gonorrhea dengan Kondom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Seks Bebas/Kondom. zdravnitza.com

    Ilustrasi Seks Bebas/Kondom. zdravnitza.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan kondom dengan tepat dan konsisten dapat mencegah penularan salah satu penyakit menular seksual, gonorrhea (kencing nanah). Sudah diketahui bahwa jika sudah terjangkit penyakit ini bakal susah diobati akibat perlawanan yang dilakukan tubuh terhadap antibiotik yang masuk.

    “Bakteri yang menyebabkan gonorrhea (kencing nanah) sangatlah cerdik. Setiap kali seseorang mengonsumsi antibiotik untuk mengobatinya, bakteri tersebut berkembang biak untuk melawan mereka,” jelas Teodora Wi, petugas kesehatan dari divisi reproduksi manusia di WHO.

    Setiap tahun, setidaknya 78 juta orang terinfeksi bakteri gonorrhea yang menyebabkan infeksi pada kelamin, rectum (dubur) dan tenggorokan. Perempuan kerap mengalami komplikasi yang lebih hebat, termasuk inflamasi pada bagian usus, ectopic pregnancy atau kehamilan yang berkembang di luar rahim, mandul hingga risiko meningkatnya penyakit HIV.

    Wi menambahkan, “Menolak menggunakan kondom hanya akan meningkatkan urbanisasi bakteri gonorrhea. Sebab, hingga saat ini belum ditemukan alat yang dapat melakukan mendeteksi gonorrhea secara cepat. Kalaupun ada, harganya kurang bersahabat.”

    Tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Wi, seorang dokter dari divisi Antimicrobal Resistance juga berharap dapat menemukan alat untuk mendeteksi gonorrhea sejak dini.

    “Untuk mengontrol gonorrhea, kami butuh alat dan sistem baru yang lebih baik lagi performanya. Baik untuk mencegah, mengobati, mengetahui gejalanya sejak dini, melacak pertumbuhan bakteri serta melaporkan adanya infeksi baru saat seseorang didiagnosa mengidap gonorrhea. Kami berharap alat tersebut juga dapat memproduksi antibiotik yang dapat digunakan untuk mencegah sekaligus mengobati gonorrhea,” jelas Marc Sprenger, dari Antimicrobial Resistance, WHO.

    Spenger mengatakan yang dibutuhkan secara spesifik adalah antibiotik baru, yang dapat mengobati gonorrhea secara cepat, akurat dan ideal. Misalnya, seseorang didiagnosa menderita gonorrhea, antibiotik baru tersebut diharapkan dapat bekerja secara maksimal pada titik infeksi dan bersifat permanen. "Bahkan, akan jauh lebih membantu jika ada vaksin khusus untuk mencegah gonorrhea.”

    Informasi, edukasi dan komunikasi merupakan kunci utama untuk mencegah penyakit menular seksual, seperti gonorrhea. Ketiga kunci utama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran banyak orang untuk menyadari gejala penyakit menular seksual, misalnya gonorrhea dan infeksi penyakit lain sehingga mereka tergerak untuk menyembuhkannya.

    THE INDIAN EXPRESS | ESKANISA RAMADIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.