Di Indonesia Seni Video Belum Diserap Pasar Kelas High End

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita membuat video. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita membuat video. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seni video yang dinilai memiliki perkembangan cukup bagus di Indonesia diharapkan segera mempunyai pasar. "Khususnya pada kelas high-end," kata kurator seni Rifky Effendy, di Jakarta, Ahad, 30/7.

    "Pasar high-end belum terserap," kata Rifky di sela-sela acara Art Jakarta 2017 di Jakarta. Menurut dia, salah satu kendala masuknya seni video di pasar seni rupa adalah bagaimana galeri menampilkan video.

    Rifky mengatakan di Eropa sudah banyak karya seni video yang diterima pasar.

    Seni video dikenalkan dalam acara seni terbesar Art Jakarta 2017 dalam kompetisi video seni. "Di sini mencoba dikenalkan ke pasar high-end dan bagaimana pecinta seni bisa menyerap itu," tutur Rifky.

    Menurut salah satu dewan juri kompetisi, ada animo besar para seniman untuk mengirimkan karyanya dalam kompetisi itu. Seniman dalam dunia seni video dapat unjuk gigi dengan mengikuti kompetisi yang diadakan Art Jakarta dengan tema Unity in Diversity.

    Selama Art Jakarta 2017 digelar sejak 27 hingga 30 Juli video-video pendek 10 finalis yang terpilih akan ditayangkan dalam ruang pameran sehingga pengunjung dapat menikmatinya.

    Ketua Penyelenggara Art Jakarta 2017 Indriati Wirjanto mengatakan kompetisi video seni digelar untuk memasyarakatkan seni video yang beberapa tahun terakhir menggelora dan mendekatkan seni dengan generasi muda melalui media video yang disukai anak muda.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.