Waspadai Kanker Lidah, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi pria periksa lidah ke dokter. shutterstock.com

    Ilustrasi pria periksa lidah ke dokter. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker lidah adalah jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel lidah. Kanker lidah paling sering tumbuh dan berkembang pada sel-sel skuamosa yang ada di permukaan lidah.

    Baca: Plus-Minus Pengobatan Kanker dengan Imunoterapi

    Dokter Speliasis THT (Telinga, hidung, tenggorokan) dari Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Sri Susilawati, menjelaskan, kanker lidah adalah tumor ganas yang tumbuh di lidah, baik di ujung lidah maupun di pangkal lidah yang sukar dilihat.

    Seperti kanker yang lainnya, kanker lidah pun belum diketahui pasti penyebabnya. "Tetapi ada yang menyebutkan salah satu pemicunya adalah tembakau (rokok)," kata Sri kepada Tempo, Selasa, 8 Agustus 2017. 

    Menurut Sri, gejala kanker biasanya ditandai dengan munculnya benjolan di lidah yang terkadang disertai luka di permukaannya, sehingga menimbulkan rasa nyeri. "Benjolan tersebut dapat bertambah besar," ujarnya. 

    Namun, Sri melanjutkan, pada keadaan lanjut gerakan lidah juga terganggu sehingga penderitanya sulit berbicara. "Pada keadaan lebih lanjut lagi kanker bisa menyebar ke daerah sekitarnya dan bisa timbul benjolan di kelenjar getah bening leher," kata dia.

    Adapun, menurut Ketua Perhimpunan Ahli THT-KL( telinga, hidung, tenggorokan-kepala, leher) Soekirman Soekin, mengatakan, kanker lidah adalah kanker pada sel skuamosa lidah yang dikenal dengan carcinoma lidah. "Penyebabnya diduga terkait dengan tembakau dan alkohol," kata Soekirman.

    Menurutnya, gejala kanker lidah pada saat awal yakni seperti sariawan yang tak sembuh-sembuh, rasa nyeri, dan terkadang berdarah tanpa sebab. "Gejala lain bisa seperti lidah terasa kaku, gangguan berbicara, nyeri menelan yang terus menerus," ujarnya.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.