Kapan Sebaiknya Diskusi Poligami Dengan Anak?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi ayopoligami.com

    Aplikasi ayopoligami.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog anak dan praktisi Theraplay PION Clinican, Astrid WEN menyarakan sebaiknya orang tua membahas isu poligami dengan anak saat sang buah hati berusia 11 tahun. Menurut Astrid, pada usia 11 tahun, seorang anak sudah paham secara konseptual masalah itu. “Dia pun sudah mulai paham secara abstrak konsep poligami. Lagipula, anak sudah mulai berpikir kritis,” kata Astrid saat dihubungi Selasa 5 September 2017.

    Selain itu, kata Astrid, secara kognitif anak dinilai sudah mulai bisa diajak berpikir isu yang menyentuh realita. “Secara psikologis, memang belum bisa dipastikan apakah anak udah siap, namun secara kognitif anak sudah bisa mendiskusikan isu poligami itu,” katanya.

    Poligami dinilai Astrid salah satu isu yang rumit dibicarakan dengan anak. Astrid tidak menyarankan untuk membicarakan isu itu dengan anak di bawah usia 11 tahun. “Kecuali kalau si anak bertanya,” katanya. Baca : Remaja Terlalu Eksis di Medsos, Waspada Depresi Model Baru

    Astrid pun menyarankan agar para orang tua menyepakati  terlebih dahulu tema ini sebelum membicarakannya dengan si anak. Beberapa hal yang perlu disepakati adalah tentang mengapa isu ini perlu dibicarakan.  

    Ketika para orang tua yang sudah menjalani hidup berpoligami pun, Astrid menyarankan untuk lebih sering merefleksikan diri terhadap kegiatan yang akan dilakukan. Contohnya, apakah perlu si ayah mengenalkan istri kedua atau ketiga kepada anaknya dari istri pertama. Bagaimana manfaat perkenalan istri lain itu kepada anak. Apakah memang sudah saatnya anak bertemu dengan madu sang ayah. “Semua pertanyaan itu perlu didiskusikan antara si ayah dan ibu, jangan terburu-buru bertindak. Mencari momen yang tepat penting agar anak siap,” kata Astrid.

    Sebelumnya, Azad Chaiwala mendirikan aplikasi poligami, SecondWife.com. Menurut laman Motherboard, Chaiwala membuatnya karena pada usia 33 tahun dengan 2 anak dan tinggal di kota Sunderland, Inggris,  keinginan memiliki istri kedua masih menganggunya.   Baca: Remaja Rentan Bunuh Diri, Simak Tanda-tandanya

    Dengan jadwal yang sibuk dan sedikit keberuntungan sendiri, Chaiwala memutuskan untuk membuat situs web untuk dirinya sendiri, dan pria lain seperti dia, mencari istri berikutnya.  SecondWife.com, yang melayani secara eksklusif untuk umat Islam, diluncurkan pada November 2014.

    Situs ini memperoleh banyak respon, sehingga Chaiwala kemudian membuat lagi situs sejenis yaitu Polygamy.com pada Februari 2016. Polygamy.com dirancang untuk orang-orang non-Muslim yang ingin memasuki pernikahan poligami. Dengan lebih dari 100k pengguna gabungan di negara-negara di seluruh dunia (termasuk 2.000 pengguna aktif di Kanada), langkah terakhir Chaiwala adalah meluncurkan aplikasi Google Play untuk SecondWife.com, untuk membawa hak poligami ke ujung jari penggunanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.