Jaga Kesehatan, Anindya Kusuma Putri Akrab dengan Jamu Gendong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri, melangkah di atas panggung saat disebut sebagai 15 besar dalam final Miss Universe di Las Vegas, 20 Desember 2015. Ethan Miller/Getty Images

    Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri, melangkah di atas panggung saat disebut sebagai 15 besar dalam final Miss Universe di Las Vegas, 20 Desember 2015. Ethan Miller/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyinggung tanaman obat, Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri, mengatakan terbiasa dengan beras kencur. “Saya mengonsumsi jamu beras kencur dari penjual jamu gendong yang tinggal di dekat rumah, di Semarang,” kata Anindya.

    Saat mudik, gadis ini pun selalu mencari penjual jamu beras kencur itu. Kencur diyakini sebagai salah satu tanaman herbal penyebab awet muda. Sejumlah jurnal kesehatan menerangkan, kencur memiliki kandungan minyak asiri yang berfungsi membersihkan tenggorokan, menghangatkan badan, mengeluarkan gas dari perut, menangkal radikal bebas, dan membantu proses pelangsingan tubuh.

    Manfaat yang disebut terakhir inilah yang diincar perempuan masa kini seperti Anindya. Gadis yang senang olahraga menantang ini pun menyukai kiwi dan mangga. “Saya suka sensasi manis bercampur asam yang ada dalam kedua buah itu,” ujar Anindya. Ia meyakini kulit buah kiwi yang berambut mengandung antioksidan tinggi, yang berfungsi sebagai antikanker dan antiperadangan. (Baca: Setelah Perut Kenyang Biasa Terjadi Food Coma, Apa Itu?)

    Bagi Anindya, gaya hidup sehat bukan lagi pilihan melainkan kewajiban. Dengan sehat, orang bisa bekerja dan menghasilkan karya untuk dikenang orang lain. Sebagai seniman, yang dihasilkan Anindya adalah karya seni berupa film.

    Dalam waktu dekat, Anindya dipertemukan dengan Ario Bayu dalam film biografi Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta. Akting Anindya diarahkan Hanung Bramantyo. Ada banyak hal yang mesti disiapkan Anindya demi film ini.

    Ia mengaku perlu mempelajari bahasa Jawa halus. Hal itu berbeda dengan bahasa Jawa yang sehari-hari digunakannya. Ia dituntut mempelajari perilaku dan gaya hidup putri keraton. “Saya direkomendasikan untuk mengunjungi makam Sultan Agung serta mempelajari detail perjuangan beliau,” kata Anindya Kusuma Putri. Hal ini untuk mendalami perjuangan Sultan Agung melawan penjajah yang dianalogikan sebagai perusahaan asing yang ingin menguasai Indonesia.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H