Capai Orgasme, Wanita Perlu Jadi 'Tukang Parkir' di Ranjang  

Sabtu, 19 September 2015 | 05:39 WIB
Capai Orgasme, Wanita Perlu Jadi 'Tukang Parkir' di Ranjang  
Ilustrasi seks

TEMPO.CO , Jakarta:Aktivis gender Firliana Purwanti pernah membaca sebuah survei yang mengatakan perbandingan orgasme yang dialami wanita dan pria berbanding 30 dibanding 70 persen.

“Wanita itu tidak bisa orgasme sebanyak para pria,” katanya dalam diskusi dengan Magdalene dengan tema Equality in the Bedroom : Tha Art of Pleasure di Face Bar, Jumat 18 September 2015.

Ia pun memberikan tips bagi pria tentang bagaimana mereka bisa membantu para wanita untuk mencapai puncaknya saat berhubungan intim. “Komunikasi salah satu caranya,” katanya. Ia mengatakan wanita jarang sekali mengungkapkan isi hati atau kemauannya.

Saat bercinta pun begitu. Wanita jarang memberi tahu daerah mana yang bisa disentuh pasangannya untuk mencapai kepuasan wanita. “Kalau si wanita susah ungkapkan, coba lelaki yang bertanya ‘Kamu sukanya disentuh bagian mana’,” kata Firli, sapaan Firliana.

Pendapat Firli didukung seksolog Zoya Amirin. Menurutnya, para perempuan di ranjang boleh saja tiba tiba menjadi ‘tukang parkir’ dadakan dengan mengarahkan lokasi yang paling dia suka untuk disentuh si pria.

“Kiri, kanan, yak sedikit lagi. Nah, di situ, coba disentuh lama lama bagian itu,” kata Zoya menirukan komando ‘tukang parkir’ dadakan itu. Zoya meminta para wanita tidak perlu malu mengungkapkan isi hatinya untuk menjelaskan apa yang ia suka saat berhubungan intim dengan pasangannya demi mencapai orgasme.

Saran lain, agar si wanita mencapai orgasme, si pria bisa saja melakukan foreplay beberapa jam lamanya sebelum berhubungan intim. Misalnya, si pria bisa saja mengirim pesan singkat menuliskan kata manis seperti ‘kamu seksi sekali kalau pakai baju itu’.

Menurut Zoya, para wanita jauh lebih besar dibandingkan para pria, sehingga hanya dengan pesan singkat seperti itu, si wanita sudah akan mulai bergairah dan tidak sabar menunggu waktu untuk berhubungan intim tiba. “Perempuan itu, kayak mesin diesel, yang harus dipanaskan lama,” katanya.

MITRA TARIGAN



Video Terkait:



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan