Ditolak Berhubungan Intim, Sakitnya Melebihi Patah Hati

Sabtu, 19 September 2015 | 07:11 WIB
Ditolak Berhubungan Intim, Sakitnya Melebihi Patah Hati
Survey di Korea Selatan menunjukan, remaja disana tidak mempermasalahkan seks diluar nikah. ilustrasi/chosun.com

TEMPO.CO, Jakarta - Seksolog Zoya Amirin mengatakan jangan sampai seseorang menolak untuk berhubungan intim saat pasangan mengajak. “Jangan pernah menolak ajakan untuk berhubungan intim pasangan,” katanya, dalam diskusi dengan Magdalene, yang bertema “Equality in the Bedroom: The Art of Pleasure” di Face Bar, Jumat, 18 September 2015.

Zoya mengatakan, tindakan penolakan itu jauh lebih menyakitkan dari perasaan patah hati saat diputus pacar ketika masih remaja. Ia mengatakan bisa saja si pasangan jadi memiliki pemikiran apa yang salah dengan dirinya sehingga pasangannya menolak untuk berhubungan intim.

Ia mengatakan, secara emosional hal itu bisa berakibat buruk pada perasaan pasanganya. Alih-alih menolak, Zoya menyarankan untuk mengajak pasangan berbuat lain. “Namun tetap menunjukkan rasa sayang kepada pasangan,” katanya.

Zoya mencontohkan, bila suatu malam si suami baru pulang dari kantor dan tiba-tiba mengajak seks sementara itu si istri sedang enggan melakukannya, bisa saja yang istri mengatakan ‘Bagaimana kalau malam ini kita ciuman aja’, atau alasan lain ‘Hari ini saya lebih ingin kamu peluk saja’.

Zoya mengatakan tidak masalah bila setelah bersentuhan lebih lama, si wanita terangsang dan melanjutkan sentuhan kulit itu hingga berhubungan intim. Bila si pasangan tetap tidak mau dan hanya memberikan kecupan atau pelukan saja hal itu pun tidak masalah. Ini sudah bermakna ungkapan cinta dari seseorang kepada pasangannya. “Jadi tidak ada penolakan, dan tidak akan ada yang tersinggung,” kata Zoya.

Saran lain, si wanita bisa saja mengajaknya bertanya kepada pasangannya, hal apa yang membuat suaminya tiba-tiba ingin berhubungan intim. “Bisa saja ajakan itu hanya pelampiasan stres suami yang dibawa dari kantor,” kata Zoya.

Alih-alih hanya memuaskan suami tapi tidak mendapatkan hubungan intim yang berkualitas karena sebenarnya ingin menolak ajakan itu, Zoya menyarankan pasangan itu saling berkomunikasi. Si istri bisa saja berdiskusi dan mendengarkan keluh kesah yang sedang dihadapi suami. Sehingga sang suami bisa menghilangkan stresnya, sang istri pun senang ‘melayani’ suami tidak dengan hubungan intim saat ia sedang tidak berselera.

MITRA T.

Baca juga:
Kecelakaan di Cipali, 6 Tewas: Karena Makam Mbah Samijem?
Kenalkan, Putri Gayatri, 15 tahun, Wakili Indonesia di PBB 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan