Sabtu, 19 Agustus 2017

Ahok Diberi Udeng Saat Berkunjung ke Soko Tunggal

Selasa, 10 Januari 2017 | 18:28 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengenakan udeng saat mengunjungi Pondok Pesatren Sokotunggal yang dipimpin Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril, 9 Januari 2017. TEMPO/Larissa

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengenakan udeng saat mengunjungi Pondok Pesatren Sokotunggal yang dipimpin Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril, 9 Januari 2017. TEMPO/Larissa.

TEMPO.CO, Jakarta -Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Soko Tunggal, di Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Senin, 9 Januari 2017. Yang menarik dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Soko Tunggal yang dipimpin oleh KH. Nuril Arifin Husein atau Gus Nur memberi Ahok ikat kepala khas Bali atau udeng.

Apa itu udeng? Dalam masyarakat Bali, udeng merupakan ikat kepala yang dikenakan kaum pria dari Pulau Dewata. Dalam tradisi Bali, udeng umum dikenakan oleh masyarakat dari berbagai lapisan, mulai kalangan bangsawan, orang biasa, anak-anak hingga sesepuh.

Udeng terbuat dari kain dengan ukuran panjang yaitu kurang lebih sekitar setengah meter. Untuk pembuatannya memerlukan keahlian tersendiri. Karena itu, banyak juga beberapa daerah tertentu memproduksi udeng. Desa yang pembuat udeng adalah Karangasem. Di sana, ada salah satu desa yang terkenal karena kerajinan kainnya yaitu desa Sidemen. nah, berkunjung ke sini akan menemui udeng dalam berbagai motif mulai dari polos, ornamen metalik, corak batik, serta corak lain yang lebih modern.

Di Bali, kaum pria mengenakan udeng untuk banyak aktivitas kesehariannya. Namun banyak juga masyarakat di sana yang percaya mengenakan udeng  untuk pertemuan  informal, acara resmi, hingga ritual peribadahan dan upacara keagamaan.

HADRIANI P. | BERBAGAI SUMBER