Rutin Minum Teh Bisa Enyahkan Demensia, Ini Penelitiannya

Selasa, 21 Maret 2017 | 05:45 WIB
Rutin Minum Teh Bisa Enyahkan Demensia, Ini Penelitiannya
Ilustrasi minum teh. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi rutin teh bisa mengurangi risiko menurunnya kemampuan kognitif hingga 50 persen pada mereka yang berusia lanjut, ungkap sebuah studi dalam The Journal of Nutrition, Health & Aging.  

Dalam studi itu, salah satu peneliti studi, sekaligus asisten profesor Feng Lei dari National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin School of Medicine mengatakan, risiko ini bahkan bisa turun sampai 86 persen pada mereka yang secara genetik berpotensi mengalami alzheimer.

Baca juga : Tampil Bugar, Para Pakar Lakukan 5 Kebiasaan Ini Setiap Pagi

Efek neuroprotektif ini berasal dari senyawa bioaktif seperti katekin, L-theanine, theaflavin, dan thearubigins dalam teh. Efek ini tak terbatas pada jenis teh tertentu, apakah jenis teh hitam, hijau atau oolong. Konsumsi harian setidaknya 200 ml per hari dapat membantu mengurangi penurunan kognitif.

Hasil ini didapat setelah mereka mengumpulkan data dari hampir 1.000 lansia berusia 55 tahun dan lebih di China, sejak 2003 hingga 2010. Peneliti mencatat status kognitif, konsumsi teh, gaya hidup, kesehatan kondisi, serta kegiatan fisik dan sosial para partisipan studi.

"Saya percaya manfaat kognitif yang sama karena meminum teh terjadi di semua kelompok etnis karena patologi demensia adalah sama, dan juga karena senyawa bioaktif dari teh yang sama," tutur Feng.

Terapi farmakologis yang efektif dan strategi pencegahan saat ini untuk mengobati gangguan neurokognitif masih kurang ampuh meskipun menggunakan obat-obatan yang telah diakui berkualitas. (Baca :Energi Marah Juga Punya Efek Positif, Simak Kisah Menarik Ini)

"Data dari penelitian kami menunjukkan, gaya hidup sederhana dan murah meriah seperti minum teh dapat mengurangi risiko seseorang terkena gangguan neurokognitif," kata dia, dilansir laman resmi National University of Singapore.

ANTARA

Baca juga :
Flu Masih Belum Sembuh? Coba Cara Ini

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan