Kulit Orang Dewasa Gampang Kusam, Mandi Saja Tak Cukup

Kamis, 20 April 2017 | 12:17 WIB
Kulit Orang Dewasa Gampang Kusam, Mandi Saja Tak Cukup
Ilustrasi mandi. Shutterstock

TEMPO.COJakarta - Semakin bertambah usia, kondisi kulit manusia mengalami perubahan. Polusi udara yang mengandung radikal bebas menjadi sumber masalah yang berbahaya karena memicu kerusakan kulit, seperti keriput dan warna kulit terlihat kusam. Hal ini terjadi karena radikal bebas menyerap kandungan oksigen yang ada pada sel kulit.

Kulit pada dasarnya memiliki kemampuan alami untuk beregenerasi setiap 28 hari, tapi kemampuan kulit beregenerasi tidak selalu sempurna. Selain itu, ada kalanya pelepasan kulit mati tidak merata, sehingga kulit mati yang tidak terangkat akan menumpuk dan menjadi penyebab kulit terlihat kusam, kering, dan kasar, serta mengganggu kesehatan dan tampilan kulit.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Ruri Pamela, mengatakan body scrubbing adalah proses mengganti dan meluruhkan sel kulit mati dari permukaan kulit. "Body scrubbing adalah salah satu bentuk pembersihan dan penting dilakukan agar menstimulasi pertumbuhan sel kulit yang baru muncul di permukaan kulit," kata Ruri, dalam siaran pers, Selasa, 18 April 2017.

Tak hanya membantu menyelesaikan masalah kulit, dermatolog yang aktif berpraktek di Celv Clinic ini mengatakan, body scrubbing juga meningkatkan sirkulasi darah yang akan membantu mendapatkan kulit yang cerah dan sehat. "Tanpa body scrubbing, kotoran, residu perawatan kulit, dan minyak dapat terperangkap di pori-pori, sehingga kulit terlihat kusam dan tidak sehat, bahkan dapat membuat pori-pori lebih besar dan kulit bisa kehilangan kekenyalannya," ujarnya.

Karena itu, Ruri menyarankan, body scrubbing yang teratur sangat penting untuk mendapatkan kulit yang terawat dan cerah bersinar. "Setelah body scrubbing, kulit pun siap menyerap nutrisi optimal melalui pemakaian hand body lotion," katanya.

AFRILIA SURYANIS

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan