Selalu Ucapkan Terima Kasih ke Pasangan, Efeknya Luar Biasa  

Jum'at, 21 April 2017 | 17:30 WIB
Selalu Ucapkan Terima Kasih ke Pasangan, Efeknya Luar Biasa  
Ilustrasi pasangan memberi hadiah. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Anda sedang berusaha mempertahankan hubungan dengan pasangan? Mengapa tidak mencoba menunjukkan rasa terima kasih Anda kepada pasangan? Meskipun kelihatan sepele, hal tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan sekaligus meningkatkan kualitas psikologis dalam diri Anda.

Seperti dilansir sebuah jurnal Review of Communication, ucapan terima kasih terbukti memiliki kontribusi yang cukup besar dalam sebuah hubungan dan psikologis seseorang. Sama halnya dengan penggunaan berbagai macam jenis vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, ucapan terima kasih dapat meningkatkan kualitas hubungan dan mental masing-masing individu dalam sebuah hubungan.

Baca: Mari Melihat Cara Hewan Berkencan, Bisa Ditiru

“Saat hendak mengucapkan terima kasih, seseorang harus benar-benar mampu menggambarkan bahwa dia memang berterima kasih, bersyukur.” ujar Stephen M. Yoshimura dari sebuah lembaga komunikasi nasional di Amerika Serikat.

Ucapan terima kasih dianggap sebagai bentuk dari kebaikan seseorang—jika menerima hadiah atau bantuan dari seseorang, Anda wajib membalasnya dengan ucapan terima kasih yang tulus.

Yoshimura menjelaskan, “Dengan lebih sering mengucapkan terima kasih akan bertambah pula kualitas hubungan seseorang dengan sekitar.”

Di sisi lain, tutur dia, orang-orang yang sering mengucapkan terima kasih mengaku merasa istirahatnya pada malam hari lebih berkualitas. Penelitian lain juga menunjukkan, dengan lebih sering mengucapkan terima kasih dapat meningkatkan kepuasan dan rasa optimistis pada diri kita.

Yang patut digarisbawahi, rasa syukur dan terima kasih terbukti mampu menurunkan tingkat depresi, kegelisahan, iri, dan stres. Jadi sering-sering berterima kasih, ya.

THE INDIAN EXPRESS | ESKANISA RAMADIANI



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan