Rajin Sikat Gigi Dapat Mencegah Disfungsi Ereksi

Kamis, 18 Mei 2017 | 06:37 WIB
Rajin Sikat Gigi Dapat Mencegah Disfungsi Ereksi
Ilustrasi pria galau. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Agar tak menyesal di kemudian hari, berikut cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah disfungsi ereksi. Jaga aset berharga Anda dari sekarang, jangan sampai menyesal di kemudian hari!

“Tidak sedikit laki-laki yang sebetulnya mengerti jika gaya hidupnya mengganggu kesehatan, namun tetap saja dilakukan, hingga akhirnya berdampak pada kehidupan seks (salah satunya disfungsi ereksi), barulah mereka akan menyesal.” ujar seorang asisten urologi di Universitas Yale, Charles Walker, M. D..



Baca: Disfungsi Ereksi, Ini Penyebabnya yang Sering Muncul

Gaya hidup yang mengganggu kesehatan bahkan dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis saat bercinta. Laki-laki yang mengalami disfungsi ereksi sudah pasti tidak dapat mencapai orgasme, namun yang tidak dapat mencapai orgasme belum tentu mengalami disfungsi ereksi.

Lantas, cara apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah disfungsi ereksi sejak dini?

Cermat memilih obat
Obat anti depresi, obat-obatan untuk mengurangi tekanan darah, obat pereda nyeri dan antihistamin merupakan jenis obat yang dapat memengaruhi ereksi. Tidak hanya itu, obat alergi dan obat batuk juga dapat memengaruhi ereksi.

“Mekanisme dibalik ereksi kebalikan dari cara kerja obat-obatan tersebut. Kebanyakan obat memiliki kandungan ephinephrine atau yang dikenal juga dengan nama adrenalin yang cukup tinggi. Misalnya pada obat batuk dan flu yang mengandung Sudafed. Baik Sudafed maupun hormon adrenalin sama-sama terbukti mampu menurunkan kemampuan penis untuk terangsang.” jelas seorang profesor urologi dan penulis Size Matters, Harruy Fisch, M. D..

Pastikan untuk membaca keterangan efek samping obat yang Anda konsumsi dan senantiasa mengonsumsi obat-obatan yang bebas kandungan Sudafed.

Rajin mengecek lingkar perut
Mengencangkan ikat pinggang juga memengaruhi kesehatan penis. Laki-laki dengan ukkuran pinggang 39 inci atau setara dengan 99 sentimeter berisiko mengalami disfungsi ereksi dua kali lebih besar dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki lingkar pinggang 35 inci atau 10 sentimeter lebih kecil.

Lingkar pinggang juga mengindikasikan tinggi atau tidaknya kandungan lemak. Lemak dalam tubuh kerap dikaitkan dengan rendahnya produksi testosteron.

Berhenti merokok
“Semua orang tahu jika merokok tidak baik bagi kesehatan, namun kebanyakan dari mereka tidak benar-benar mengerti hubungan disfungsi ereksi dengan bahaya merokok.” jelas Dr. Walker.

Selain dapat menyebabkan disfungsi ereksi, merokok juga dapat menghambat aliran darah dalam tubuh. Setidaknya 51 persen perokok mengalami disfungsi ereksi dibandingkan dengan yang bukan perokok. Satu tahun setelah berhenti merokok, sebanyak 25 persen mantan perokok melaporkan kemajuan ereksinya yang sangat pesat.

Jangan bawa pekerjaan ke rumah
Dr. Walker juga menambahkan, “Bekerja erat kaitannya dengan tingkat stres yang tinggi, hal tersebut juga memengaruhi kehidupan seksual. Kebanyakan laki-laki yang masih bekerja di usia 40 hingga 50 tahun dan memiliki banyak pekerjaan hingga mengalami stres berat cenderung mengalami disfungsi ereksi.”

Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Padatnya aktivitas harian membuat banyak laki-laki sulit meninggalkan kantor tepat waktu. Hal tersebut kemudian memicu rasa gelisah. Terutama bagi si pekerja keras, saat istirahat kerap digunakan untuk bekerja. Tidak mengherankan jika mereka mengalami disfungsi ereksi karena tingginya tingkat stres yang disebabkan oleh rasa gellisah.

Cukup tidur
Para peneliti dari Universitas Chicago menemukan bahwa tidur malam selama kurang dari lima jam menyebabkan produksi testosteron menurun hingga 10 persen.

“Cukup tidur dapat membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak testosteron yang berfungsi untuk menunjang libido. Terutama bagi mereka yang masih muda, usia produktif (awal 20 tahun), sangat penting untuk cukup istirahat. Usahakan untuk tidur minimal enam hingga delapan jam sehari.” jelas Dr. Walker.

Rajin sikat gigi
Apa hubungannya? Penelitian di Turki menemukan bahwa laki-laki yang mengalami disfungsi ereksi memiliki masalah gusi tiga kali lebih besar dibanding dengan mereka yang tidak mengalami disfungsi ereksi.

Di sisi lain, Yayasan Kesehatan Mulut di Inggris menemukan bahwa empat dari lima orang laki-laki yang mengalami disfungsi ereksi ternyata mengalami masalah gusi.

Saat terjadi pembusukan di mulut, sistem kekebalan tubuh akan menyerang bakteri pathogen yang berkembang biak dalam mulut. Bakteri tersebut kemudian masuk ke dalam aliran darah sehingga merusak pembuluh darah.

Sikat gigi minimal dua hari sekali dan jangan lupa untuk menggunakan benang gigi.

Batasi minuman beralkohol
Penelitian di Universitas Washington menemukan bahwa laki-laki yang gemar menyesap minuman beralkohol memiliki risiko disfungsi ereksi lebih tinggi. Alkohol memang banyak digunakan sebagai anti depresan untuk menekan tingkah kegelisahan seseorang. Mengonsumsi lebih dari dua gelas minuman beralkohol hanya akan membuat penis susah terangsang dan menjadikan Anda merasa sangat lelah.

Rajin olahraga
Meski orang dengan tekanan darah tinggi dilarang berolahraga karena hanya akan memperburuk disfungsi ereksi yang dialaminya, seperti yang dilansir dalam Journal of Clinical Hypertension, lari santai dapat mengurangi peradangan dalam tubuh akibat tingginya tekanan darah. Dengan rutin melakukan lari santai atau jogging pembuluh darah bekerja lebhih efisien.

Setia pada satu pasangan
Perasaan bersalah yang timbul saat Anda tidak setia menyebabkan kegelisahan. Saat gelisah tubuh memproduksi senyawa ke otak yang dapat menurunkan kemampuan ereksi Anda. Tingginya tingkat kegelisahan merangsang sistem saraf simpatik yang menyebabkan Anda stres berkepanjangan.

Jangan memangku laptop
“Laptop menghasilkan panas yang cukup besar, sedikit panas saja dapat menghangatkan testis, hal tersebut berdampak pada produksi testosteron dan jumlah sperma Anda.” jelas Dr. Fisch.

Sel yang terdapat di dalam testis sangat sensitif terhadap panas. Dengan kata lain testis memiliki suhu lebih rendah dibanding dengan suhu tubuh. Itu sebabnya mengapa testis terpisah dari tubuh, karena membutuhkan suhu yang tepat untuk dapat menghasilkan sperma berkualitas.



Cara-cara sederhana ini, jika anda lakukan, dapat mencegah hal yang paling dikhawatirkan para pria: disfungsi ereksi.

MEN’S HEALTH | ESKANISA RAMADIANI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan