Raisa dan 17 Pesohor Indonesia Jadi Inspirasi Pameran Foto Yoga

Jum'at, 19 Mei 2017 | 16:36 WIB
Raisa dan 17 Pesohor Indonesia Jadi Inspirasi Pameran Foto Yoga
Raisa lakukan gerakan acroyoga. instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Raisa dan 17 pesohor Indonesia terpilih sebagao muse dalam pameran foto acroyoga di Plaza Indonesia, Jakarta. Melalui pameran foto bertajuk  “Yoga Anchors All: Journey of Modern Self Enlightenment through Your 7 Chakras”, pakar acroyoga Indonesia Fajar Putra yang akrab dikenal sebagai @PENYogaStar di media sosial, menampilkan interpretasi proses ‘membumikan’ diri dalam 18 bingkai foto di Plaza Indonesia, Jakarta.

Baca: Tertarik Yoga? Simak Tip untuk Pemula

Selain Raisa,  selebriti yang terlibat dalam pameran ini adalah Pevita Pearce, Luna Maya, Nagita Slavina, Titi DJ, Gisella Anastasia, Olla Ramlan Aufar, Ashanty Hermansyah, Aurelie Hermansyah, Andien Aisyah, Indah Kalalo, Wanda Hamidah, Carissa Puteri, Lala Karmela, Mesty Ariotedjo, Enditha Wibisono, Tatjana Saphira, dan Ayla Dimitri.



"Saya sangat bangga akan kesempatan yang diberikan oleh berbagai pihak yang mendukung terrealisasikannya pameran ini, terutama 18 selebriti perempuan yang sangat sibuk namun tetap meluangkan waktunya untuk yoga demi kesehatan dan keseimbangan," kata Fajar dalam konferensi pers di Plaza Indonesia, Selasa, 16 Mei 2017.

Pameran foto "Yoga Anchors All" dapat dinikmati oleh pengunjung Plaza Indonesia selama sebulan di lantai satu Plaza Indonesia sejak 6 Mei hingga 5 Juni 2017. "Pameran ini merupakan kolaborasi tidak hanya dengan para muse, tetapi juga nama-nama besar di bidang fotografi, fashion styling, concept design dan beauty," ujar Fajar.

Fajar menjelaskan, makna kunci dari instalasi foto "Yoga Anchors All" adalah bagaimana manusia menempuh proses pencapaian chakra energi di dalam hidupnya. Chakra adalah pusat-pusat energi dalam tubuh, tempat 72.000 saluran-saluran energi (nadi) saling bersilangan.

"Setiap chakra terhubung dengan bagian-bagian tubuh tertentu, yang bekerja terkoordinasi menjaga kesehatan tubuh kita secara fisik, emosi, dan spiritual," kata Fajar.

Tema 'Journey of Modern Self Enlightment through Your 7 Chakra' tajam divisualisasikan dalam setiap frame, memperagakan sebuah pose acroyoga yang merepresentasikan setiap tingkatan chakra energi, yaitu: I AM, I FEEL, I DO, I LOVE, I SPEAK, I SEE dan I UNDERSTAND.

"Selain menampilkan keindahan dan kecantikan, setiap frame dalam rangkaian 18 foto ini membawa pesan terkait prinsip dan tujuan acroyoga, yaitu keseimbangan fisik dan spiritual dari pencapaian tujuh chakra," ujarnya. Karena itu, Fajar melanjutkan, pameran foto ini lebih merupakan sebuah instalasi yang terdiri dari frame-frame yang bercerita tentang sebuah proses manusia mencapai pencerahan diri mereka melalui chakra energi, mulai dari yang paling rendah hingga tingkatan tertinggi.

Tema "Yoga Anchors All" diterjemahkan secara artistik di setiap bingkai oleh jepretan tangan hasil fotografer Diera Bachir. Di setiap bingkainya, salah satu dari 7 chakra energi manusia disimbolisasikan melalui gerakan acroyoga yang diperagakan oleh Fajar bersama 18 selebriti.



"Tantangan yang saya sangat nikmati dalam proses fotografi "Yoga Anchors All" adalah menterjemahkan chakra ke dalam visual, terutama dari sisi tata warna dan artistik," kata Diera.

Tidak hanya bercerita tentang yoga, "Yoga Anchors All" juga kental dengan sentuhan high fashion, dimana seluruh muse di dalam setiap frame mengenakan busana dari brand-brand internasional ternama, yakni Dior, Lanvin, Gucci, Burberry, Valentino, Alexander McQueen, Max Mara, Philip Lim, DKNY, Calvin Klein dan Kate Spade. Carend Delano sebagai stylist dalam pameran ini dan menjadi otak dalam penampilan fashionable para muse di seluruh frame.

Simak: Berikut Lima Aplikasi Latihan Yoga di iOS dan Android

"Menyesuaikan dengan lokasi dimana pameran ini di adakan, saya memastikan bahwa busana yang dikenakan dalam seluruh frame foto yang dipamerkan sesuai dengan segmentasi pengunjung Plaza Indonesia," kata Carend.

AFRILIA SURYANIS

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan