Riset: Minum 3 Cangkir Kopi per Hari Kurangi Risiko Kematian

Selasa, 11 Juli 2017 | 19:16 WIB
Riset: Minum 3 Cangkir Kopi per Hari Kurangi Risiko Kematian
TEMPO/Sudaryono

TEMPO.CO, Jakarta - Dua penelitian utama yang dilakukan oleh peneliti asal Inggris dan Amerika Serikat menemukan bahwa mengkonsumsi tiga cangkir kopi per hari dapat mengurangi risiko kematian di usia dini.

Baca: Minum Kopi 5 Cangkir Sehari Bikin Awet Muda

Kedua penelitian tersebut sama-sama dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, 10 Juli 2017. Dalam penelitian tersebut ditemukan manfaat kopi untuk mengurangi risiko penyakit hati (liver), masalah pernapasan, dan penyakit lain yang berhubungan dengan saluran pencernaan.

Senyawa antioksidan di dalam kopi dipercaya berperan penting untuk memaksimalkan kerja hati (liver). Bahkan di kopi decaf atau kopi yang kadar kafeinnya sudah diturunkan hingga level terendah bahkan hampir tidak memiliki kandungan kafein, hal tersebut kemungkinan masih bisa terjadi.

Selain meningkatkan kerja hati (liver), para peneliti menemukan manfaat lain dari kopi, yakni mengurangi inflamasi serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Imperial College London dan UN International Agency for Research on Cancer itu meneliti sedikitnya 520 ribu orang berusia 35 tahun di sepuluh negara berbeda dengan rata-rata usia 16 tahun.

Sebanyak 18 persen partisipan laki-laki yang mengkonsumsi kopi setidaknya satu cangkir sehari kemungkinan untuk meninggal selama periode tersebut lebih kecil dibanding dengan mereka yang tidak mengkonsumsi sama sekali. Sedangkan pada partisipan perempuan menunjukkan angka penurunan kematian sebesar 8 persen.

“Kami menemukan bahwa pengkonsumsian kopi yang cukup tinggi berkaitan dengan penurunan risiko kematian yang disebabkan oleh kasus-kasus fatal, seperti masalah pernapasan atau gangguan pencernaan. Hasil penelitian ini juga ditemukan di sepuluh negara Eropa berbeda berdasarkan variabel jenis kopi dan kebiasaan mereka mengkonsumsi kopi,” ujar Dr Marc Gunter, perwakilan dari Imperial School of Public Health atau yang dahulu dikenal dengan nama IARC.

Dr Gunter juga menemukan bahwa mereka yang rutin mengkonsumsi kopi memiliki jantung yang lebih sehat secara keseluruhan. Sebabnya, glukosa dalam darah terkontrol dibanding yang tidak minum sama sekali.

Kopi mengandung banyak senyawa yang berinteraksi dengan tubuh, termasuk kafein, diterpenes, dan juga antioksidan. Saat ini, kafein di dalam kopi dimanfaatkan sebagai obat dan dikonsumsi oleh 90 persen orang di dunia.

Obat yang didalamnya mengandung kafein digunakan untuk menstimulasi sistem saraf pusat, mengurangi rasa lelah sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian, mengkonsumsi lebih dari 0,4 gram kafein per hari dapat mengakibatkan cemas, terjaga di malam hari serta detak jantung yang tidak normal.

Dr Gunter menambahkan, “Kami tidak memiliki wewenang untuk menyarankan orang-orang minum lebih banyak atau sedikit kopi. Yang ingin kami sampaikan ialah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pengkonsumsian kopi hingga tiga cangkir per hari ternyata tidak merugikan tubuh. Bahkan kopi juga bermanfaat bagi mereka yang menjalani diet.”

Di sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Southern California, Amerika Serikat, menemukan hasil serupa dari 186 ribu orang partisipan berusia rata-rata 16 tahun. Sebanyak 12 persen orang Amerika yang mengkonsumsi sedikitnya satu cangkir kopi sehari kemungkinan untuk meninggal selama periode tersebut lebih kecil dibanding yang tidak mengkonsumsinya sama sekali. Mereka yang mengkonsumsi sebanyak tiga cangkir per hari kemungkinan meninggal pada periode tersebut berkurang hingga 18 persen.

Hal tersebut didukung dengan pernyataan Dr Veronica Setiawan dari Keck School of Medicine, University of Southern California.

Kopi mengandung banyak sekali senyawa antioksidan dan phenolic yang berperan penting dalam proses pencegahan kanker,” ujar Dr Setiawan.

DAILY MAIL UK | ESKANISA RAMADIANI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan