Waspada, Jam Kerja Terlalu Panjang Bahaya untuk Jantung

Senin, 17 Juli 2017 | 18:25 WIB
Waspada, Jam Kerja Terlalu Panjang Bahaya untuk Jantung
Ilustrasi stres bekerja. AP/Richard Drew

TEMPO.CO, Jakarta - Sering menghabiskan banyak waktu di kantor? Bukan hanya waktu libur saja yang terganggu, bekerja terlalu lama dapat meningkatkan risiko terserang penyakit fibrilasi atrium atau gangguandetak  jantung yang bisa menyebabkan stroke.

Baca: Enam Bulan Sebelum Serangan jantung, Tubuh Sudah Memberikan Tanda  

Kesimpulan ini disampaikan sejumlah peneliti dalam European Heart Journal.  Para peneliti sebelumnya melakukan survei terhadap lebih dari 85.000 pekerja berdasarkan jam kerja per minggu.  Dari hasil survei mereka menemukan 42 persen dari pekerja  yang bekerja selama 55 jam per minggu atau bahkan lebih berisiko terserang penyakit fibrilasi atrium dibanding dengan mereka yang bekerja antara 35 hingga 40 jam per minggu.

Fibrilasi atrium atau detak jantung yang tidak teratur terjadi saat bagian atas jantung berdetak tidak seirama dengan bagian bawah jantung. Detak jantung yang tidak teratur dan selaras tersebut dapat menyebabkan stroke. Jika tidak segera diobati, fibrilasi atrium lambat laun akan melemahkan kerja jantung sehingga mengakibatkan gagal jantung.

Beberapa orang dengan fibrilasi atrium bahkan tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, mereka kerap merasakan sakit kepala, mudah lesu, detak jantung tidak teratur serta sulit bernafas.

Simak: Golongan Darah A, B, dan AB Rentan Sakit Jantung

Para peneliti tidak yakin berapa lama waktu kerja yang dapat menyebabkan fibrilasi atrium secara spesifik. Namun mereka percaya bahwa lamanya durasi bekerja dapat mempengaruhi sistem saraf sehingga meningkatkan risiko terserang penyakit fibrilasi atrium yang berujung pada stroke dan gagal jantung.

MEN’S HEALTH | ESKANISA RAMADIANI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan