Selasa, 22 Agustus 2017

Mischa Chandrawinata Jajaki Bisnis Resor di Raja Ampat

Selasa, 08 Agustus 2017 | 15:45 WIB
Mischa Chandrawinata. TABLOIDBINTANG

Mischa Chandrawinata. TABLOIDBINTANG.

TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki usia matang, Mischa Chandrawinata, 30 tahun, kini fokus membangun bisnis bersama saudaranya, Nadine Chandrawinata, 33 tahun, dan Marcel Chandrawinata, 30 tahun. Meski dunia hiburan cukup menjanjikan, keluarga Chandrawinata ini percaya bahwa bisnis bisa menjadi tabungan di masa depan.

Hal itu pun disepakati oleh Mischa Chandrawinata. Meski anak bontot, ia telah mempersiapkan tabungan untuk masa depannya. Mischa diketahui memang senang dengan hal-hal bernuansa travelling. Tak terhitung jumlah destinasi yang telah dikunjungi baik dalam maupun  luar negeri.

Ingin hobinya menjadi bisnis, Mischa bersama kedua kakaknya sepakat  membangun resor di salah satu destinasi bahari terbaik di Indonesia, Raja Ampat, Papua.

Dibangun pada 2012, bisnis resor ini berkembang pesat. Kini ia sudah mempunyai 15 vila dengan fasilitas pusat selam (diving) yang memang menjadi incaran utama wisatawan yang datang ke Raja Ampat.

Pada awalnya, inisiatif membangun sebuah resor di Raja Ampat hanya iseng belaka. Mischa Chandrawinata, dan kakaknya merasa prihatin dengan jumlah pengusaha resor di Raja Ampat yang didominasi  pengusaha asing.


“Kali pertama aku ke sana bersama Nadine. Waktu kami datang dan coba bicara dengan mereka (warga setempat), mereka sangat terbuka. Jadi langsung ketemu kepala sukunya dan akhirnya kami ada ‘jalan’ untuk membangun resor di sana,” cerita Mischa Chandrawinata.

Akan tetapi, membangun resor di Raja Ampat bukan perkara mudah. Mischa bercerita bahwa di awal pembangunan, material bahan bangunan menjadi sebuah masalah, karena semua bahan yang digunakan harus berbasis alam seperti kayu.

“Pondasi hingga bangunan vila yang saya buat semua dari kayu karena memang enggak boleh pakai besi, atau tembaga dan kami datangkan semua itu dari Sorong, Papua Barat," ujarnya.

Perpindahan material dari Sorong ke lokasi resor mereka itu yang menjadi tantangan. Akhirnya, mereka membangun jalan di sana. "Kami bahkan membangun jembatan di pelabuhan agar mempermudah angkut muatan kapal,” kata Mischa.

Resor yang dibangun oleh Mischa dan saudara-saudaranya ini sangat ramah lingkungan. Mischa Chandrawinata bercerita bahwa tenaga listrik di resor yang dimilikinya berasal dari pembangkit listrik tenaga surya dan minim menggunakan plastik. Ini selaras dengan Mischa yang sangat memperhatikan  isu kelestarian lingkungan.

TABLOID BINTANG


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?