Jumat, 18 Agustus 2017

Makanan Pedas Dapat Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Jum'at, 11 Agustus 2017 | 08:34 WIB
Ilustrasi pria makan-makanan sehat. shutterstock.com

Ilustrasi pria makan-makanan sehat. shutterstock.com.

TEMPO.CO, Jakarta - Ingin meningkatkan metabolisme tubuh? Santaplah makanan pedas. Setidaknya, itulah yang tertera dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity Open Access.

Studi itu meneliti 40 relawan pria dan wanita. Para peneliti memberikan mereka dua miligram kapsul, yang di dalamnya terkandung capsaicinoids. Capsaicinoids merupakan senyawa yang memberikan sensasi pedas pada cabai. Sebagian lagi diberikan sebuah plasebo (obat palsu) per hari.

Selanjutnya, para peneliti memperkirakan jumlah kalori yang dibakar per jam, tiga jam setelah meminum pil (kapsul) tersebut.

Para peneliti menemukan orang-orang yang mengkonsumsi kapsul berisi capsaicinoids membakar 116 kalori ekstra per hari. Jumlah itu lebih besar ketimbang yang hanya mengkonsumsi plasebo.

Hal tersebut terjadi karena capsaicinoids memiliki efek thermogenic. Dengan kata lain, tubuh menghasilkan panas lebih saat mencerna makanan pedas. Hasil akhirnya, lebih banyak kalori yang terbakar.

Studi yang dilakukan para peneliti dari Purdue University pada 2011 lalu juga menemukan hasil serupa. Dalam riset ini, partisipan yang mengonsumsi cabai merah membakar lebih banyak kalori dan selera makannya menurun.

Adakah manfaat lain mengkonsumsi makanan pedas? Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Cina, capsaicin mampu membenahi metabolisme tubuh sekaligus mengatur fungsi kardiovaskular agar dapat bekerja secara maksimal. Kedua hal tersebut dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Namun mengkonsumsi makanan pedas bukan satu-satunya cara meningkatkan metabolisme tubuh. Anda tentu harus mengimbanginya dengan olahraga dan istirahat teratur.

 

MEN’S HEALTH | ESKANISA RAMADIANI


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?