Jumat, 22 September 2017

Diet Keto Awalnya untuk Penderita Epilepsi  

Rabu, 13 September 2017 | 13:18 WIB
Front Page Cantik. Diet Ketogenik. shutterstock.com

Front Page Cantik. Diet Ketogenik. shutterstock.com.

TEMPO.COJakarta - Informasi tentang cara mengatur konsumsi makanan demi mendapatkan berat tubuh ideal sering menjadi perhatian masyarakat. Kali ini diet yang sedang populer adalah mengurangi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan asupan lemak lebih banyak alias diet keto

Spesialis gizi klinik, Samuel Oetoro, mengatakan diet keto awalnya diterapkan untuk penderita epilepsi. "Karbohidrat dikurangi bagi penderita epilepsi untuk mengurangi hantaran listrik di otak yang menyebabkan kejang-kejang," katanya. 

Ketika karbohidrat dikurangi, hantaran listrik di otak menurun dan serangan kejang-kejang semakin jarang terjadi. Pembatasan karbohidrat ini mulai dilirik menjadi cara melangsingkan tubuh setelah terlihat ada penurunan berat badan pada orang-orang yang melakukan diet keto. Baca: Jadikan Masker, Oatmeal Mampu Jaga Kelembapan Kulit

Ada banyak faktor berat tubuh akan berkurang. Salah satunya tubuh merasa kenyang lebih lama. Mengurangi kalori tanpa merasa kelaparan adalah salah satu yang membuat orang tertarik mengikuti diet keto.

Asupan protein yang tinggi membuat keinginan makan turun. Ini membuat orang-orang yang melakukan diet keto memang tidak terlalu bernafsu makan. Karena tidak ada karbohidrat, air banyak dikeluarkan dari dalam tubuh. Ini yang membuat berat badan mudah turun saat seseorang menerapkan diet keto.

ANTARA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.