Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif, Sesak Napas sampai Sakit Jantung

Reporter

Bisnis.com

Sabtu, 20 Agustus 2022 09:00 WIB

Petugas gabungan BPLHD DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan melakukan razia terpadu bagi penumpang, sopir atau kenek kendaraan umum di Terminal Blok M yang merokok di dalam angkutan umum, Jakarta, (29/5). Razia dilakukan untuk menyadarkan bahayanya asap rokok terutama bagi perokok pasif. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok namun ikut terkena dampak negatif rokok. Hal ini bisa terjadi ketika nonperokok berada di dekat orang yang sedang merokok sehingga tanpa sengaja menghirup asapnya.

Meskipun tidak merokok secara langsung, asap yang terhirup tetap bisa mengganggu kesehatan. Semua bisa jadi perokok pasif namun risiko bertambah jika asap terhirup oleh janin lewat ibu hamil, anak-anak, orang yang punya masalah pernapasan.

Semua asap rokok berbahaya, termasuk yang diembuskan oleh perokok atau dari ujung rokok. Berikut bahaya menjadi perokok pasif menurut Myclavelandclinic dan Healthgovau.

Asap rokok dapat menyerang tubuh, bahkan ketika baru lima menit terhirup. Pada lima menit pertama, arteri akan menjadi kurang fleksibel. Setelah 20-30 menit akan mulai terjadi penggumpalan darah dan timbunan lemak di pembuluh darah yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, juga stroke.

Setelah dua jam, yang terjadi aritmia atau detak jantung tidak teratur yang bisa memicu serangan jantung, juga masalah jantung serius lainnya. Orang yang menghirup asap rokok dapat mengalami berbagai kondisi serius sebagai berikut:

Advertising
Advertising

-Penyakit kardiovaskular yang terdiri dari jantung, vena, dan juga arteri, seperti tekanan darah tinggi, aterosklerosis, serangan jantung, juga stroke.

-Masalah paru-paru berupa gangguan paru obstruktif kronik dan asma.

-Peningkatan risiko kanker paru, otak, kandung kemih, perut, payudara, dan lainnya.

-Anak-anak yang menjadi perokok pasif dari orang sekitar dapat mengalami masalah pernapasan seperti batuk, bersin, sesak napas.

-Sering mengalami infeksi telinga.

-Serangan asma yang cukup sering dan lebih parah dibanding bukan perokok pasif.

-Infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia atau bronkitis.

-Kerusakan pada mata seperti katarak.
-Kerusakan pada gigi.
-Berpengaruh juga pada perilaku.
-Kematian bayi secara mendadak.

Siapa saja yang termasuk perokok pasif? Semua orang yang tidak merokok namun berada di sekitar perokok. Namun, beberapa orang menghirup asap lebih banyak sehingga memiliki risiko mengalami kondisi serius yang juga lebih tinggi, seperti:

-Pekerja industri jasa, khususnya yang banyak berada di ruangan yang diperbolehkan merokok, seperti restoran kedai kopi, atau diskotek.

-Wanita hamil. Ketika ibu hamil menghirup udara yang mengandung asap rokok, oksigen yang terhirup oleh bayi sedikit. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung bayi, menurunkan berat badan, menyebabkan keguguran, lahir mati, prematur, bahkan kehamilan ektopik.

-Bayi, anak-anak, juga hewan peliharaan.

Baca juga: Bahaya Asap Rokok dan Partikel Terselubung bagi Orang Dewasa dan Anak-anak

Berita terkait

Polres Jayapura Tangkap Ceria yang Jual Sabu di Diaper MamyPoko

10 hari lalu

Polres Jayapura Tangkap Ceria yang Jual Sabu di Diaper MamyPoko

Polisi menangkap perempuan berinisial SJ alias Ceria, 43 tahun, karena menjual narkotika jenis sabu.

Baca Selengkapnya

Pakar Sebut 8 Hal Paling Umum yang Percepat Penuaan

12 hari lalu

Pakar Sebut 8 Hal Paling Umum yang Percepat Penuaan

Pakar kesehatan menyebut delapan perilaku tak sehat paling umum yang mempercepat proses penuaan. Apa saja?

Baca Selengkapnya

Operator Kereta Deutsche Bahn di Jerman Akan Melarang Merokok Ganja di Area Stasiun

14 hari lalu

Operator Kereta Deutsche Bahn di Jerman Akan Melarang Merokok Ganja di Area Stasiun

Operator kereta di Jerman Deutsche Bahn (DB) mengumumkan melarang merokok ganja di area-area stasiun per 1 Juni 2024.

Baca Selengkapnya

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

16 hari lalu

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

Pakta Konsumen Nasional meminta pemerintah untuk memenuhi hak konsumen tembakau di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Hati-hati, Asap Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru hingga 20 Kali Lipat

17 hari lalu

Hati-hati, Asap Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru hingga 20 Kali Lipat

Hati-hati, asap rokok dapat meningkatkan 20 kali risiko utama kanker paru, baik pada perokok aktif maupun pasif. Simak saran pakar.

Baca Selengkapnya

Selama Libur Lebaran, Ratusan Wisatawan di Malioboro Ditegur Petugas Karena Merokok Sembarangan

19 hari lalu

Selama Libur Lebaran, Ratusan Wisatawan di Malioboro Ditegur Petugas Karena Merokok Sembarangan

Wisatawan banyak yang belum mengetahui bahwa Malioboro termasuk kawasan tanpa rokok sejak 2018.

Baca Selengkapnya

Lebaran Usai, Ini Tips Agar Kembali Bugar

21 hari lalu

Lebaran Usai, Ini Tips Agar Kembali Bugar

Cek kesehatan rutin hingga mengelola stres menjadi sejumlah cara yang perlu dilakukan pemudik agar kesehatan tetap terjaga setelah Lebaran.

Baca Selengkapnya

Apa Itu Penyakit Pneumotoraks yang Diderita Winter Aespa?

22 hari lalu

Apa Itu Penyakit Pneumotoraks yang Diderita Winter Aespa?

SM Entertainment secara resmi mengkonfirmasi laporan bahwa Winter Aespa telah menjalani operasi untuk pneumotoraks. Penyakit apa itu?

Baca Selengkapnya

Bukan Perokok tapi Kena Kanker Paru, Ini Sederet Penyebabnya

26 hari lalu

Bukan Perokok tapi Kena Kanker Paru, Ini Sederet Penyebabnya

Bukan hanya perokok, mereka yang tak pernah merokok sepanjang hidupnya pun bisa terkena kanker paru. Berikut sederet penyebabnya.

Baca Selengkapnya

Gejala Kanker Paru pada Bukan Perokok

26 hari lalu

Gejala Kanker Paru pada Bukan Perokok

Gejala kanker paru pada bukan perokok bisa berbeda dari yang merokok. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.

Baca Selengkapnya