Usia Muda Rentan Jadi Korban  

Reporter

Editor

Senin, 2 Mei 2011 14:36 WIB

TEMPO/Yuyun N

TEMPO Interaktif, Jakarta - Siapa sangka Anto--sebut saja begitu--yang semula patuh kepada orang tuanya, berani melakukan kebohongan. Padahal, orang tuanya yang kaya sudah memenuhi segala keperluan dia untuk kuliah. Anto terlihat lebih pendiam dan menjauhi keluarga. Ia pun lebih sering meminta uang kepada ibu dan ayahnya. Waktu pun berlalu, hingga empat tahun kemudian orang tuanya baru mengetahui bawa sang anak terpikat oleh ajaran Negara Islam Indonesia.

"Orang tuanya sudah mengeluarkan Rp 2 miliaran untuk anak itu selama empat tahun," ujar Mardigu Wowiek Prasantyo, psikolog dan ahli hipnoterapi yang menangani Anto, kepada Tempo pekan lalu. Anto hanyalah satu dari 50-an remaja dan pemuda yang menjadi pasien Mardigu. Ia mengatakan dalam enam bulan, terutama beberapa waktu terakhir, jumlah pasien yang dicuci otak model NII ini meningkat.

Menurut Mardigu, sasaran cuci otak ini lebih mengarah kepada anak-anak muda. Umumnya berusia 15-25 tahun. Gambaran ini cocok dengan para tersangka terorisme yang sudah ditangkap atau tewas dalam usia 16-30 tahun. "Mereka mencari usia sugestif. Pada usia ini, mereka sedang cari jati diri dan gampang dipengaruhi," ujarnya.

Lantas, bagaimana cara mereka mencuci otak korbannya? Dengan menyentuh aspek psikologis targetnya, pelaku akan melakukan metode hipnoterapi dengan teknik flooding atau membanjiri seseorang dengan banyak fakta secara terus-menerus.

Memang tidak dalam waktu sekejap, tapi biasanya pelaku akan mendekati korbannya. Pelaku akan melakukan pendekatan untuk sekadar diskusi ringan secara bertahap guna memengaruhi sang target. Dalam kasus NII ini, kata Mardigu, setelah target masuk kendali, mereka akan disodori dan dibanjiri fakta tentang agama dan Al-Quran. Target yang mulai terpikat akan diajak bicara soal investasi dengan alasan investasi dunia-akhirat. Inilah pintu masuk target untuk mulai menyetor "infak" kepada pelaku.

Dalam melakukan cuci otak ini memang dibutuhkan kondisi khusus. Terutama terhadap orang-orang yang berfokus pada sesuatu atau pikirannya sedang kosong. Mardigu mengatakan dalam kondisi normal, gelombang otak seseorang berada dalam 17-24 siklus per detik.

Hipnoterapis Dewi Yogo Pratomo juga mengatakan selama empat tahun menangani 11 pasien bekas korban NII serta beberapa aliran organisasi lain, seperti Pondok Rosul dan Madaniah. Mereka umumnya berasal dari kalangan terdidik di berbagai universitas, seperti Universitas Parahyangan, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor.

Para pasien ini, kata Dewi, seperti robot ketika pertama kali datang. "Pelaku cuci otak melakukan indoktrinasi di ruang tertentu dan menggunakan pendekatan holistik, merangsang lima pancaindra target secara berulang-ulang," katanya. Untuk menyembuhkannya, biasanya Dewi akan membalikkan informasi hingga mencapai titik balik. Ia akan melakukan metode jangkar atau perisai guna memberikan sugesti dan perlindungan kepada keluarga korban.

DIAN YULIASTUTI

Berita terkait

Konimex dan Indordesa Luncurkan Produk Baru Makanan Nutrisi FontLife One, Bidik Pasar Dewasa Muda

4 hari lalu

Konimex dan Indordesa Luncurkan Produk Baru Makanan Nutrisi FontLife One, Bidik Pasar Dewasa Muda

PT Indordesa-- anak perusahaan PT Konimex, meluncurkan produk makanan nutrisi dan perawatan kesehatan, FontLife One, di Kota Solo, Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

5 hari lalu

Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

Kehadiran itu membahayakan tujuan perjanjian, yaitu mengatur keseluruhan daur hidup plastik untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Baca Selengkapnya

Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

5 hari lalu

Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo atau Jokowi acap menyampaikan keresahannya soal warga negara Indonesia yang berbondong-bondong berobat ke negara lain, alih-alih dalam negeri.

Baca Selengkapnya

5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

6 hari lalu

5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

Ternyata lima masalah ini menjadi penyebab penderita diabetes sulit tidur.

Baca Selengkapnya

Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

6 hari lalu

Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

Proyek penelitian di 13 negara ini bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang bahan kimia berbahaya dalam plastik daur ulang

Baca Selengkapnya

Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

6 hari lalu

Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

Presiden Jokowi mengungkapkan PR besar Indonesia di bidang kesehatan. Apa saja?

Baca Selengkapnya

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

10 hari lalu

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

Pakta Konsumen Nasional meminta pemerintah untuk memenuhi hak konsumen tembakau di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

13 hari lalu

Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

Kesehatan mental lebih dari sekadar gangguan atau kecacatan mental yang diderita seseorang. Psikolog beri penjelasan.

Baca Selengkapnya

7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

14 hari lalu

7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika kucing kehilangan lebih banyak cairan dari yang mereka konsumsi.

Baca Selengkapnya

Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

21 hari lalu

Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

Hati ayam dalam sambal goreng kentang ati, makan khas ketika lebaran, ternyata memiliki manfaat kesehatan. Apa saja?

Baca Selengkapnya