Pencahayaan Bisa Temukan Sel Kanker  

Reporter

Editor

Senin, 19 September 2011 11:40 WIB

Kanker. www.topnews.in

TEMPO Interaktif, London - Selama ini, deteksi awal kanker ovarium dinilai amat rumit dan sulit, mengingat kecilnya titik kanker yang harus dicermati. Namun kini, para dokter ahli bedah kanker ovarium bisa melakukan tugasnya dengan lebih baik dengan telah ditemukannya teknik ‘penyinaran’ titik kanker ovarium atau sel-sel penyakit tersebut selama operasi berlangsung.

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa para dokter ahli bedah kini bisa mendeteksi tumor yang sebelumnya tidak bisa dideteksi karena ukurannya yang hanya sepersepuluh milimeter. Para ahli pun berharap agar penemuan ini bisa meningkatkan tingkat kesuksesan operasi kanker ovarium yang biasanya rumit.

Setiap tahun di Britania Raya ditemukan sekitar 6.800 kasus kanker ovarium. Namun kasus-kasus tersebut sangat sulit dideteksi pada tahap awal sehingga tidak dapat disembuhkan. Akibatnya, dua pertiga dari mereka yang terdiagnosis kanker ovarium pun meninggal dunia.

Para ahli bedah yang menggunakan teknik tradisional, yang umumnya menggunakan penglihatan dan sentuhan, sering kali tak mampu menemukan tumor-tumor kecil yang berkumpul menjadi satu klaster dengan ukuran per klaster tak lebih dari tiga milimeter. Namun dengan metode baru yang dinamakan "flureoscence-guided technique" rata-rata bisa ditemukan 34 sel tumor, dibandingkan dengan rata-rata hanya tujuh tumor bila menggunakan teknik biasa.

Menurut Professor Philip Low, sang penemu, dari Purdue University di Indiana, Amerika, kanker ovarium sangat sulit dideteksi dan dilihat. Namun teknik baru ini memungkinkan ahli bedah untuk menandai sebuah tumor yang 30 kali lebih kecil daripada tumor terkecil yang bisa dideteksi dengan teknik standar.

”Dengan kemampuan deteksi kanker yang meningkat tajam, yakni dengan menyinarinya, peluang untuk membersihkannya pun akan meningkat secara dramatis," ungkap Professor Low, seperti dikutip Daily Mail.

Teknik baru ini dilakukan dengan cara menambahkan benda yang berpendar ke dalam sebentuk asam folat–yang dilekatkan pada sel kanker ovarium–yang kemudian diinjeksikan ke tubuh pasien dua jam sebelum operasi dilaksanakan. Selanjutnya, dengan kamera khusus, para ahli bedah bisa menyinari sel kanker tersebut dan menampilkannya sebagai potongan warna hijau yang bersinar di layar monitor.

Langkah tersebut diharapkan bisa membantu ahli bedah untuk membuang tumor yang jika tidak dibuang akan tumbuh menjadi kanker di kemudian hari. Bahkan jika tumor tersebut tidak bisa dipindahkan atau dibuang, meminimalisasi yang tertinggal di dalam tubuh, akan meningkatkan peluang dari kesuksesan proses kemoterapi atau imunoterapi.

ARBA’IYAH SATRIANI






Advertising
Advertising



Berita terkait

Bedak Talk dan Kontroversi Kanker Ovarium

1 Oktober 2017

Bedak Talk dan Kontroversi Kanker Ovarium

Penggunaan bedak talk di area genital perempuan dituding memicu kanker ovarium. Bagaimana dengan produk berbasis talk yang dipasarkan di Indonesia?

Baca Selengkapnya

Kenapa Anak Perempuan Mesti Disuntik Vaksin HPV

28 April 2017

Kenapa Anak Perempuan Mesti Disuntik Vaksin HPV

Tiap 1 jam ada satu wanita Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks.

Baca Selengkapnya

Kondisi Julia Perez Naik-Turun, Ketahui Fase Kanker Serviks

24 April 2017

Kondisi Julia Perez Naik-Turun, Ketahui Fase Kanker Serviks

Julia Perez atau Jupe telah menjalani berbagai jenis pengobatan kanker serviks.

Baca Selengkapnya

Tes IVA, Cara Mudah Mendeteksi Kanker Serviks

22 April 2017

Tes IVA, Cara Mudah Mendeteksi Kanker Serviks

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, setiap wanita berisiko terserang kanker serviks.

Baca Selengkapnya

Iriana Jokowi Wanti-wanti Perempuan Rentan Kena Kanker

17 April 2017

Iriana Jokowi Wanti-wanti Perempuan Rentan Kena Kanker

Iriana Jokowi melakukan tanya jawab seputar pemeriksaan kesehatan kepada ibu-ibu PKK.

Baca Selengkapnya

Menakar Butuh Tidaknya Pasien Kanker untuk Terapi Paliatif

12 April 2017

Menakar Butuh Tidaknya Pasien Kanker untuk Terapi Paliatif

Terapi paliatif menghilangkan rasa mual, muntah-muntah, atau nyeri yang biasanya diderita penderita kanker.

Baca Selengkapnya

Kanker Indung Telur, Kenali Lebih Dini!

4 Februari 2015

Kanker Indung Telur, Kenali Lebih Dini!

Lebih dari 10 ribu perempuan Indonesia menderita kanker yang menyerang tempat sel telur, dan 70 persen penderitanya meninggal dunia.

Baca Selengkapnya

Terapi Target untuk Obati Kanker Indung Telur  

4 Februari 2015

Terapi Target untuk Obati Kanker Indung Telur  

Berbeda dengan kemoterapi, terapi ini spesifik membidik targetnya.

Baca Selengkapnya

Kenali 6 Gejala Kanker Indung Telur Ini

4 Februari 2015

Kenali 6 Gejala Kanker Indung Telur Ini

Bila perut membengkak, sangat tidak nyaman, kembung, dan ada gangguan pencernaan, jangan anggap sepele!

Baca Selengkapnya

Bedak Berisiko Sebabkan Kanker Ovarium

19 Juni 2013

Bedak Berisiko Sebabkan Kanker Ovarium

Bedak mengandung material yang mirip dengan asbes hingga penggunaannya harus dibatasi.

Baca Selengkapnya