Pria Besar Juga Bisa Tampil Gaya dalam Wah Gede Banget

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Label Wah Gede Banget karya Adam Abdullah membawa koleksi bertema

    Label Wah Gede Banget karya Adam Abdullah membawa koleksi bertema "Ini Aku yang Besar" diperagakan dalam Jakarta Fashion Trend 2020 di Jakarta, Rabu November 2019. TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, Jakarta - Lenggak-lenggok gaya pria bertubuh besar mencuri perhatian panggung Jakarta Fashion Trend 2020. Jika biasanya model bertubuh tinggi atau semampai dan ideal, lain halnya dengan brand Wah Gede Banget (WGB) yang menampilkan model anti-mainstream atau big size.

    Label Wah Gede Banget karya Adam Abdullah membawa koleksi bertema "Ini Aku yang Besar" diperagakan dalam Jakarta Fashion Trend 2020 di Jakarta, Rabu November 2019. TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

    Di tengah perkembangan dunia fashion yang sangat luas, masyarakat di Indonesia dimudahkan dengan banyaknya pilihan tren dan kiblat pakaian yang modern serta beragam. Namun di tengah pesatnya pertumbuhan tersebut, pasar fashion pria plus size justru tidak banyak diminati oleh pemain di industri ini.

    Sementara kenyataannya, market pasar ini cukuplah besar. WGB adalah brand fashion unik yang fokus dengan pria berukuran tubuh plus size. WGB memberikan ragam pakaian pria berukuran besar dan bervariasi mengedepankan style serta tren fashion. "Jadi siapa bilang pria besar tidak bisa tampil fashionable," kata desainer Adam Abdullah yang ditemui di Jakarta, Rabu 20 November 2019.

    Label Wah Gede Banget karya Adam Abdullah membawa koleksi bertema "Ini Aku yang Besar" diperagakan dalam Jakarta Fashion Trend 2020 di Jakarta, Rabu November 2019. TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

    WGB didirikan pada tahun 2014 oleh Adam Abdullah. Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang bankir di salah satu perusahaan swasta dulu merasa kesulitan mendapatkan pakaian berukuran besar. "Saat aktif bekerja dulu, saya butuh sekali penampilan yang professional untuk berhadapan dengan mitra kerja atau nasabah dan susah sekali menemukan toko atau outlet yang menjual baju big size, jika ada itupun model fashion yang biasa dan tidak sesuai dengan gaya saya," ucap Adam.

    Label Wah Gede Banget karya Adam Abdullah membawa koleksi bertema "Ini Aku yang Besar" diperagakan dalam Jakarta Fashion Trend 2020 di Jakarta, Rabu November 2019. (TEMPO/Foto: Eka Wahyu Pramita)

    Adam melihat melihat kesempatan ini sebagai sebuah peluang untuk bisa mengisi industri fashion pria plus size. Melalui WGB, Adam berusaha menyediakan pilihan lengkap fashion plus size. "WGB menyesuaikan fashion big size mulai dari batik, kemeja, jaket, sweater, kaus, celana hingga pakaian olah raga yang dapat dikenakan pada acara kasual hingga formal," ucapnya.

    WGB memberikan akses yang luas kepada masyarakat Indonesia terhadap pilihan fashion pria plus size dengan memanfaatkan sarana digital dan ecommerce di Indonesia. Selain memberikan akses luas, WGB juga terus meningkatkan ragam koleksi pakaiannya mengikuti trend fashion dunia, sehingga pria-pria plus size dapat tampil dengan baik dan memberikan rasa kepercayaan diri yang lebih lagi karena pria plus size juga bisa tampil fashionable.

    Label Wah Gede Banget karya Adam Abdullah membawa koleksi bertema "Ini Aku yang Besar" diperagakan dalam Jakarta Fashion Trend 2020 di Jakarta, Rabu November 2019. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    WGB terus mengukir prestasi dalam pertumbuhan bisnis ini. Di pertengahan tahun 2019 WGB masuk sebagai finalis 20 terbaik diajang Modest Fashion Founders Fund oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia dan menjadi brand plus size pria satu-satunya yang lolos dalam proses seleksi.

    Ajang JFT 2020 menjadi pergelaran perdana bagi WGB di industri fashion Indonesia, yang lebih membanggakan kegiatan ini juga menjadi momentum perdana bagi brand plus size pria di Indonesia dalam acara fashion show profesional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.