Difteri, Kenali 4 Gejalanya Agar Tak Berujung Maut

Reporter

Tabloid Bintang

Editor

Susandijani

Jumat, 29 Desember 2017 17:35 WIB

Ilustrasi anak demam. saidsupport.org

TEMPO.CO, Jakarta - Infeksi difteri akan berlangsung dengan cepat. Begitu disebutkan Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, SpA(K).

Sri menyebut ada tiga jenis bakteri Corynebacterium diphtheriae yakni mitis, intermedius, dan gravis. Jenis yang disebut terakhir paling mematikan. Celakanya, gejala klinis akibat ketiga jenis bakteri ini tidak bisa dibedakan kecuali pasien diperiksa di laboratorium. Makin banyak bakteri berkembang biak, makin banyak racun yang dihasilkan. Artinya, makin banyak pula racun yang diikat sel-sel otot. Ini memperbesar risiko kematian.

Baca juga:
Viral Trompet Tularkan Difteri, Betulkah? Simak Penjelasan Ahli
Kaleidoskop 2017, ini 5 Kejadian Bunuh Diri Terheboh
Rahasia Hari Kelahiran: Kamis Cerdas dan Petualang, Hari Lainnya?

Sri mengimbau para ibu tidak menyepelekan demam. Jangan lagi berpegang pada prinsip kalau belum sakit banget, tidak perlu dilarikan ke rumah sakit. Agar difteri tidak berujung maut, kenali empat gejala yang muncul pada 3 hari pertama.

“Pertama, demam. Kedua, nyeri saat menelan. Lalu cek rongga mulutnya, ada pseudomembran, enggak? Ketiga, hari ketiga, dengarkan tarikan napasnya. Jika ada bunyi 'ngik-ngik' itu difteri. Segera bawa anggota keluarga Anda ke rumah sakit. Terakhir, perhatikan dengan saksama area leher dan pipi. Kalau bengkak, itu kemungkinan besar difteri. Jangan buang waktu,” Sri membeberkan.

Hindra menambahkan, infeksi (termasuk difteri) dihasilkan oleh interaksi tubuh pasien dengan bakteri atau virus serta kondisi lingkungan yang tidak bersih. Karenanya, penyembuhan pasien difteri sangat bergantung pada keseimbangan keadaan. Keseimbangan keadaan terdiri dari menguatnya daya tahan tubuh pasien, kebersihan lingkungan, dan penanganan bakteri.

Advertising
Advertising

“Jika keseimbangan itu tercapai, maka dari 10 pasien difteri kemungkinan hanya 1 yang meninggal. Jika kondisi tidak seimbang, 1 dari 2 orang yang terinfeksi difteri meninggal. Ingat pada hari ketujuh, toksin bakteri difteri terbawa oleh darah. Ini berpotensi mengganggu kinerja jantung,” Hindra mengakhiri perbincangan.

Berita terkait

Konimex dan Indordesa Luncurkan Produk Baru Makanan Nutrisi FontLife One, Bidik Pasar Dewasa Muda

6 hari lalu

Konimex dan Indordesa Luncurkan Produk Baru Makanan Nutrisi FontLife One, Bidik Pasar Dewasa Muda

PT Indordesa-- anak perusahaan PT Konimex, meluncurkan produk makanan nutrisi dan perawatan kesehatan, FontLife One, di Kota Solo, Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

7 hari lalu

Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

Kehadiran itu membahayakan tujuan perjanjian, yaitu mengatur keseluruhan daur hidup plastik untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Baca Selengkapnya

Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

7 hari lalu

Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo atau Jokowi acap menyampaikan keresahannya soal warga negara Indonesia yang berbondong-bondong berobat ke negara lain, alih-alih dalam negeri.

Baca Selengkapnya

5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

8 hari lalu

5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

Ternyata lima masalah ini menjadi penyebab penderita diabetes sulit tidur.

Baca Selengkapnya

Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

8 hari lalu

Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

Proyek penelitian di 13 negara ini bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang bahan kimia berbahaya dalam plastik daur ulang

Baca Selengkapnya

Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

8 hari lalu

Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

Presiden Jokowi mengungkapkan PR besar Indonesia di bidang kesehatan. Apa saja?

Baca Selengkapnya

Hari Kartini, Sosiolog Ungkap Masalah yang Masih Dialami Perempuan

11 hari lalu

Hari Kartini, Sosiolog Ungkap Masalah yang Masih Dialami Perempuan

Hari Kartini merupakan momentum refleksi masih banyak persoalan terkait perempuan dan anak. Ini harapan sosiolog.

Baca Selengkapnya

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

12 hari lalu

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

Pakta Konsumen Nasional meminta pemerintah untuk memenuhi hak konsumen tembakau di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

15 hari lalu

Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

Kesehatan mental lebih dari sekadar gangguan atau kecacatan mental yang diderita seseorang. Psikolog beri penjelasan.

Baca Selengkapnya

7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

16 hari lalu

7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika kucing kehilangan lebih banyak cairan dari yang mereka konsumsi.

Baca Selengkapnya