Dorong Makan Bergizi, UGM Siapakan Pesta 1 Ton Ikan

Rabu, 12 September 2018 18:31 WIB
ilustrasi ikan tuna (pixabay.com)

TEMPO.CO, Yogyakarta - Ada banyak cara untuk mengajak masyarakat makan ikan. Salah satunya adalah dengan membuat pesta makan ikan seperti yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca: Susi Pudjiastuti Targetkan Modus Pencurian Ikan Selesai September

Dalam pesta yang akan dilaksanakan pada 18 September 2018, akan dipersiapkan 1 ton ikan di UGM. Chef-chef terbaik akan memasak ikan untuk pengunjung yang hadir. Acara dalam lustrum XI Fakultas Teknologi Pertanian itu juga dihadiri menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai pembicara dalam kuliah umum.

“Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, memberikan kuliah umum di Graha Sabha Pramana kampus UGM di hadapan para alumni, akademisi, mahasiswa, pengusaha UKM dan masyarakat umum sejumlah 2500 orang, sesuai kapasitas gedung,” kata Ketua Lustrum XI Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Lilik Soetiarso, Rabu, 12 September 2018.

Acara kuliah umum diramaikan dengan Pameran Pangan Aman dan Sehat, diikuti 50 gerai pengusaha pengolahan makanan. Pengunjung bisa bertransaksi dengan uang elektronik, yang didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI). Festival Makan Ikan ini merupakan kerjasama dengan Himpunan Nelayan dan Pengusaha Perikanan Kota Probolinggo. Disediakan 6 hingga 8 jenis ikan kualitas ekspor seperti tengiri, kakap merah, kaci/sweetlip, lencam, karau, gulama, ronga dan gabus lau/cobia.

Baca: Harga Daging dan Telur Ayam Naik, Warga Dihimbau Konsumsi Ikan

Ada sebanyak 30 chef yang mengolah satu ton ikan untuk ikut memeriahkan Lustrum pada hari Selasa, 18 September 2018 mendatang. Mereka akan membuat 15 hingga 16 masakan Nusantara. Seperti sup kuah kuning , ikan gril filet, asam manis bumbu bali, sotong gril polos, telur ikan pepes, sup tomyam, filet tepung goreng, saus lemon, mangut, pepes, ikan goreng, cumi goreng dan ikan bakar.

Ikan adalah sumber protein yang baik. Kandungan gizi ikan tidak kalah dari daging dan sumber protein lainnya. Dari sisi harga, ikan jauh lebih murah dibanding daging dan lebih sehat karena tidak mengandung kolesterol. Menurut Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Eni Harmayani, Susi Pudjiastuti dikenal sebagai menteri yang merakyat dan mengenal dengan baik kekayaan laut nusantara. Perairan Nusantara memiliki kekayaan yang melimpah. Selama puluhan tahun, kekayaan laut berupa aneka jenis ikan dijarah kapal-kapal penangkap ikan berbendera asing. Mereka berpesta pora mengeruk hasil laut Nusantara.

“Tanpa ragu, menteri Susi mengibarkan bendera perang. Kapal-kapal asing yang tetap membandel menangkap ikan di perairan Nusantara ditangkap. Para awak kapal diproses sesuai hukum yang berlaku, dan kapal-kapal pencuri ikan itu kemudian ditenggelamkan,” kata Eni.

Baca: 7 Alasan Ini Bikin Kamu Makan Ikan Lebih Banyak

Kini para nelayan nusantara bergembira ria karena bisa menangkap ikan yang jumlahnya melimpah ruah, karena tidak lagi dijarah. Tentu saja, kasus pencurian ikan masih terjadi di sana-sini karena tidak mudah mengawasi perairan Nusantara yang luasnya sekitar dua pertiga, atau dua kali luas daratan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Fakultas Teknologi Pertanian ingin berperan serta dalam gerakan gemar makan ikan, untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” kata Eni.

Baca Juga