Waspada, Abu Kelud Picu Kambuhnya Asma

Reporter

Senin, 17 Februari 2014 05:44 WIB

Warga beridiri di depan rumahnya yang rusak akibat erupsi material gunung Kelud di desa Kebon Rejo Kecamatan Kepung, Kediri, Jawa Timur, Minggu (16/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Yogyakarta:--Pemerintah Kota Yogyakarta meminta warganya kian waspada dengan dampak abu kelud yang terus membawa korban jatuh sakit hingga hari ketiga pasca kota diselimuti material vulkanik sejak Jumat (14/2).

Kepala Rumah Sakit Jogja, yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Yogyakarta, Tuty Setyawati mengatakan dampak yang paling diwaspadai saat ini adalah kambuhnya sejumlah penderita asma.

"Dipicu angin, sehingga abu Gunung Kelud dengan partikel sangat halus ini gampang sekali terbang dan terhirup, lalu mendorong penderita asma berjatuhan," kata Tuty kepada Tempo Ahad 16 Februari 2014.

Sejak tiga hari terakhir hujan abu Kelud melanda Kota Yogya, pihak Rumah Sakit Jogja telah menerima sepuluh pasien yang terserang asma. Mereka yang dirawat adalah pasien yang memiliki riwayat asma, dan kemudian terpicu kembali penyakitnya akibat menghirup abu. Pada Ahad (16/2), tiga anak usia bawah sepuluh tahun dirawat di rumah sakit itu setelah asmanya kambuh.

"Karena alergi, lalu kambuh lagi asma itu dan harus dirawat," kata Tuty. Pihak Rumah Sakt Jogja sendiri melakukan penanganan darurat dengan menggunakan peralatan semprot khusus penderita asma, atau nebuliser.

"Di rumah sakit kami sediakan enam nebuliser, tapi seluruh puskesmas juga kami sediakan untuk mempercepat layanan karena jika asma ini kambuh tidak boleh sampai terlambat," kata dia.

Penderita penyakit asma sendiri akan mudah terpicu jika mengalami alergi seperti debu pekat juga kondisi psikologis yang tertekan. "Untuk anak-anak biasanya menghadapi situasi seperti ini juga gampang tertekan, karena diharuskan memakai masker atau dilarang bermain di luar rumah, jadi bisa juga ikut memicu kambuh," kata dia.

Selain memicu penyakit para penderita asma, kandungan abu Kelud yang dominant silica dan kadar besi juga memicu radang mata. "Tapi tidak ada yang sampai serius sejauh ini, dengan tetes mata segera pulih," kata dia.

Sedangkan penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) menurut Tuty sampai sekarang belum ada laporan yang masuk. Sedangkan kasus kecelakaan yang dipicu abu ini ada lima kasus.

Pantauan Tempo, selang abu Kelud menyelimuti seluruh kawasan Yogya, abu yang menempel di berbagai permukaan jalan, tanaman, dan bangunan tersebut mudah sekali beterbangan ke udara ketika angin berhembus.

Sementara itu, pemerintah kota sampai saat ini terus mengebut pembersihan abu kelud di sejumlah titik utama kawasan. Pemerintah Kota sendiri meminta warga tidak membuang abu kelud ini ke saluran drainase yang dapat memicu penumpukan dan mengganggu saluran air.

"Prioritas kami dari Malioboro sebagai pusat perekonomian, kemudian merata ke seluruh kawasan bersama masyarakat agar cepat hilang abu ini," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. (Simak info terkini #GunungKelud)

PRIBADI WICAKSONO

Baca juga:

Abu Kelud Menyerbu ke Gerbong Kereta Bisnis

Kunjungi Korban Kelud, Ini Kereta Ani Yudhoyono

Pasca-erupsi Kelud, PT KAI Tidak Tambah Kereta

Warga Yogya Semringah Abu Kelud Diguyur Hujan

Berita terkait

3 Nama Soekarno, Kelahirannya Serba 6 dan Bersamaan Letusan Gunung Kelud

9 Juni 2022

3 Nama Soekarno, Kelahirannya Serba 6 dan Bersamaan Letusan Gunung Kelud

Presiden Pertama RI Soekarno, memiliki 3 nama. Di mana masa kecilnya?

Baca Selengkapnya

Kronologi Danau Kawah Gunung Kelud Berubah Warna, Ini Penjelasan PVMBG

1 April 2022

Kronologi Danau Kawah Gunung Kelud Berubah Warna, Ini Penjelasan PVMBG

Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki atau mendekat kawasan kawah aktif Gunung Kelud sementara waktu.

Baca Selengkapnya

Banjir Jombang Diduga Karena Tanggul Jebol

5 Februari 2021

Banjir Jombang Diduga Karena Tanggul Jebol

Banjir setinggi sekitar satu meter masih menggenangi dua desa di Jombang.

Baca Selengkapnya

Wisata Offroad Ini, Bikin Liburan Akhir Tahun Luar Biasa

7 Desember 2019

Wisata Offroad Ini, Bikin Liburan Akhir Tahun Luar Biasa

Libur akhir tahun sudah di depan mata. Bila pantai dan hotel mewah sudah sangat biasa, menjelajahi medan wisata offroad dengan jip bisa jadi pilihan.

Baca Selengkapnya

Kampung Anggrek dan Kebun Era Kolonial di Kaki Gunung Kelud

16 Oktober 2019

Kampung Anggrek dan Kebun Era Kolonial di Kaki Gunung Kelud

Kampung Anggrek di Kabupaten Kediri menjadi spot wisata baru, yang menjanjikan kesejukan perkebunan dan keindahan taman dengan latar Gunung Kelud.

Baca Selengkapnya

Tiga Waktu Terbaik Menikmati Panorama Gunung Kelud

28 Januari 2018

Tiga Waktu Terbaik Menikmati Panorama Gunung Kelud

Bila hendak merencanakan perjalanan ke Gunung Kelud, perhatikan rekomendasi waktu berikut ini supaya mendapatkan momentum yang tepat.

Baca Selengkapnya

Menengok Wajah Puncak Gunung Kelud yang Berubah Pasca-Erupsi

23 Januari 2018

Menengok Wajah Puncak Gunung Kelud yang Berubah Pasca-Erupsi

Puncak Gunung Kelud kini telah berubah wajah, kini mirip dengan Tangkuban Perahu atau Kelimutu yang punya danau kawah.

Baca Selengkapnya

Polisi Cari Sembilan Pendaki yang Terjebak di Gunung Kelud

7 November 2017

Polisi Cari Sembilan Pendaki yang Terjebak di Gunung Kelud

Jalur Tulungrejo yang dipilih para pendaki dianggap terjal.

Baca Selengkapnya

Badan Geologi Jelaskan 4 Penyebab Sumur Ambles di Kediri  

28 Mei 2017

Badan Geologi Jelaskan 4 Penyebab Sumur Ambles di Kediri  

Badan Geologi menemukan empat faktor penyebab ratusan sumur ambles di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Baca Selengkapnya

Terungkap, Penyebab Ratusan Sumur Ambles di Kediri  

19 Mei 2017

Terungkap, Penyebab Ratusan Sumur Ambles di Kediri  

Tim peneliti dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta mengetahui penyebab amblesnya sumur di Kediri.

Baca Selengkapnya