Wabah Corona, 4 Tanaman Herbal Ini Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat banyak yang mencari obat herbal untuk mendapatkan perlindungan tambahan dalam memerangi wabah corona alias Covid-19. Sejauh ini sudah ada beberapa tanaman yang dianggap atau dipercaya bisa mencegah infeksi virus corona. Namun, belum semuanya diteliti kebenarannya secara ilmiah. Hal ini tidak mengherankan mengingat Covid-19 adalah penyakit baru, sehingga belum banyak penelitian yang bisa dilakukan terhadap penyakit ini.

    Baik di berita nasional maupun melalui pesan berantai aplikasi chat, kabar soal tanaman herbal yang bisa mencegah corona, selalu mencuri perhatian. Sejauh ini, ini berikut tanaman maupun ramuan herbal yang diklaim bisa bantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan Covid-19.

    1. Jamu empon-empon
      Nama empon-empon tengah naik daun semenjak corona mulai merebak di Indonesia. Jamu tradisional asal Indonesia ini, memang sebenarnya sudah sejak lama dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Empon-empon sendiri sebenarnya merupakan kumpulan rempah yang terdiri dari jahe merah, temulawak, biang kunyit, kayu manis, dan sereh. Campuran rempah tersebut dinilai bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak sedikit orang yang mengonsumsinya untuk mencegah tertular Covid-19.

      Meski begitu, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang bisa memastikan manfaat empon-empon untuk mencegah infeksi virus corona. Sehingga informasi mengenai kebenaran khasiatnya sebaiknya disikapi secara bijak.

    2. Jeruk dan kulitnya
      Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI) belum lama ini melakukan penelitian gabungan untuk mengetahui komponen dari bahan herbal atau alami yang bisa melawan infeksi virus corona. Hasilnya, jeruk beserta kulitnya dianggap berpotensi untuk mengemban tugas tersebut. Kemampuan jeruk untuk melawan corona didapat dari kandungan flavonoid berjenis hesperidin di dalamnya. Hesperidin dianggap mampu memberikan perlindungan untuk tubuh dari serangan bakteri dan virus.

      Hesperidin sendiri terkandung di dalam kulit jeruk. Sehingga, untuk mencobanya, Anda bisa memarut sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih ke dalam jus jeruk yang akan diminum. Selain itu Anda pun bisa membuat infuse water dengan memotong jeruk tanpa mengupas kulitnya terlebih dahulu. Namun ingat, hasil penelitian ini masih dalam tahap awal awal. Sehingga, perlu lebih banyak riset lagi untuk bisa benar-benar memastikan khasiat kulit jeruk dalam mencegah infeksi Covid-19.

    3. Jambu biji
      Masih dari tim peneliti yang sama, tanaman yang selanjutnya dianggap berpotensi untuk dijadikan obat herbal penangkal corona adalah jambu biji. Sebab menurut para peneliti dari UI dan IPB tersebut, jambu biji memiliki komponen yang cukup lengkap untuk melawan infeksi virus corona.

      Senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin. Namun karena penelitian ini belum pernah dilakukan langsung pada manusia, maka masih diperlukan waktu lebih lama untuk bisa memastikan kemampuan jambu biji tersebut.

    4. Daun kelor
      Penelitian gabungan tersebut rupanya tak hanya meneliti jeruk dan jambu biji, tapi juga daun kelor. Senyawa-senyawa yang dianggap bermanfaat untuk menangkan virus corona tersebut juga ada di daun yang memang sudah sering dijadikan obat herbal ini. Lagi-lagi, bijaklah jika ingin menggunakan daun kelor sebagai penangkal virus corona. Sebab, penelitian yang dilakukan masih dalam tahap awal.

      Mengetahui tanaman herbal yang dianggap berpotensi mencegah virus corona memang tidak ada salahnya. Meski begitu, medical editor SehatQ, Karlina Lestari mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap klaim tersebut.

      Pasalnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang dengan jelas memaparkan bahwa obat herbal tertentu bisa menyembuhkan coronavirus dalam hal ini spesifik Covid-19. Lagipula, sejauh ini, obat-obat herbal yang diteliti terkait Covid-19 lebih bertujuan untuk melihat kemampuannya dalam meningkatkan sistem imun, bukan untuk benar-benar menyembuhkan. “Jadi kalau mau konsumsi, harus lebih hati-hati. Jangan percaya 100 percaya dengan klaim tersebut karena penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan,” ungkapnya. Ia lebih menyarankan agar masyarakat lebih rajin melakukan cuci tangan dalam mencegah diri terkena virus corona.

      SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.