Bingung Hasil Tes Usap Covid-19 Berbeda, Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta dengan hasil

    Peserta dengan hasil "rapid test" reaktif menjalani tes "swab" usai mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), di GOR Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 22 September 2020. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian Seleksi Kompetensi Bidang yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin pernah melakukan tes usap PCR di beberapa rumah sakit dan hasilnya berbeda, ada yang positif dan ada yang negatif. Tentu Anda bingung dengan hasilnya, apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak.

    PCR sendiri adalah metode diagnosis Covid-19 dengan memeriksa keberadaan materi genetik (RNA) virus di tubuh. Sampel pemeriksaan PCR diambil dengan usap nasofaring (belakang hidung) dan orofaring (belakang mulut)

    Adam Prabata, dokter umum lulusan Universitas Indonesia, yang saat ini sedang menempuh pendidikan Ph.D kardiovaskular di Universitas Kobe Jepang mengatakan ada kemungkinan kesalahan pada hasil PCR yang dapat terjadi yakni:

    -False negatif: Hasil PCR negatif namun sebenarnya pasien terinfeksi Covid-19.
    -False positif: Hasil PCR positif namun sebenarnya pasien tidak terinfeksi Covid-19.

    “Kesalahan pada hasil PCR yang false negatif dapat terjadi karena masalah teknis, waktu pengambilan swab terlalu dini atau terlalu lama, atau mutasi virus. Sementara kesalahan false negatif dapat disebabkan kontaminasi atau masalah teknis,” tuturnya, dikutip dari Instagram @adamprabata.

    Sementara, akurasi PCR untuk Covid-19 sensitivitasnya mencapai kurang lebih 71-98 persen, dan spesivitasnya 99 persen. Maka, bila terdapat perbedaan hasil usap PCR, untuk penentuan diagnosis Covid-19 yang diutamakan dipilih adalah hasil positif dibandingkan hasil negatif.

    Penentuan diagnosis Covid-19 juga memerlukan keputusan dokter sehingga diharapkan segera berkonsultasi kepada dokter setelah mendapatkan hasil usap PCR.

    “Perbedaan hasil swab test PCR yang menjadi pembahasan penting ini adalah dalam konteks penentuan diagnosis Covid-19, bukan pada swab PCR follow up pascaseseorang sudah terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

    Namun, apapun hasil dari tes usap tersebut diharapkan masyarakat tetap mematuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa ditekan.

    *Artikel ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.