Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dampak Kesehatan Tubuh Akibat Suhu Panas Ekstrem

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Ilustrasi suhu panas. Foto : Freepik
Ilustrasi suhu panas. Foto : Freepik
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Suhu panas ekstrem merupakan ancaman lingkungan yang signifikan dan berpotensi membahayakan kesehatan. Stres panas, sebagai penyebab utama kematian terkait cuaca, dapat memperburuk berbagai penyakit yang mendasarinya seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kesehatan mental, dan asma. 

Tak hanya itu, panas ekstrem juga meningkatkan risiko kecelakaan dan penularan beberapa penyakit menular. Salah satu kondisi paling serius akibat paparan panas adalah heatstroke, yang merupakan keadaan darurat medis dengan tingkat kematian yang tinggi.

Dikutip dari WHO, perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan jumlah orang yang terpapar panas ekstrem di berbagai wilayah dunia. Antara 2000 hingga 2004 dan 2017 hingga 2021, kematian akibat panas pada orang berusia di atas 65 tahun meningkat sekitar 85 persen. Penelitian selama 2000 hingga 2019 menunjukkan bahwa sekitar 489.000 kematian akibat panas terjadi setiap tahunnya, dengan 45 persen di antaranya terjadi di Asia dan 36 persen di Eropa. 

Kerentanan terhadap panas dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti usia dan status kesehatan, serta faktor paparan seperti pekerjaan dan kondisi sosial ekonomi. Peristiwa gelombang panas dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan kematian akut dalam jumlah besar. 

Dilansir dari National Institute of Environmental Health Sciences, gelombang panas, periode di mana panas lokal terakumulasi selama siang dan malam yang sangat panas, semakin meningkat dalam frekuensi, durasi, intensitas, dan besarannya akibat perubahan iklim. Kondisi suhu siang dan malam yang tinggi dalam jangka waktu lama menciptakan stres kumulatif pada tubuh manusia, meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat paparan panas. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Gelombang panas dapat memicu keadaan darurat kesehatan masyarakat, mengakibatkan kematian yang berlebihan serta dampak sosio-ekonomi yang berkepanjangan, seperti hilangnya kapasitas kerja dan produktivitas tenaga kerja. Populasi yang paling rentan terhadap dampak panas ekstrem termasuk orang dewasa tua, mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis, pekerja luar ruangan, atlet, dan pekerja manual. 

Ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu internal dan menghilangkan panas dalam kondisi lingkungan yang panas meningkatkan risiko kelelahan akibat panas dan sengatan suhu panas. Upaya tubuh untuk mendinginkan diri memberikan tekanan pada jantung dan ginjal, yang dapat memperburuk risiko kesehatan akibat kondisi kronis seperti penyakit kardiovaskular, mental, pernapasan, dan diabetes, serta menyebabkan cedera ginjal akut. 

Pilihan editor: Jumlah Jemaah Haji Meninggal Bertambah Lebih dari 1.000, Apa Saja Sebabnya?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jembatan Cina Ambruk Tewaskan 12 Orang, Presiden Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Darurat

13 jam lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk Tewaskan 12 Orang, Presiden Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Darurat

Ratusan penyelamat terlibat dalam pencarian terhadap sekitar 20 kendaraan yang hilang setelah jembatan jalan raya di Cina ambruk saat hujan lebat


Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

23 jam lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

Sedikitnya sebelas orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah sebuah jembatan di Cina utara ambruk di tengah hujan lebat


Peneliti Berkeley Earth Perkirakan Suhu Panas Tahun Ini Lebih Tinggi dari 2023

2 hari lalu

Pejalan kaki menggunakan payung di bawah sengatan matahari di Tokyo, Jepang, 9 Juli 2024. Jepang diterjang gelombang panas dengan cakupan lebih luas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suhu mencapai rekor tertinggi mendekati 40 derajat celsius, terjadi pada Senin (8/7/2024), di Tokyo dan di wilayah selatan Wakayama. REUTERS/Issei Kato
Peneliti Berkeley Earth Perkirakan Suhu Panas Tahun Ini Lebih Tinggi dari 2023

Menurut data C3S Uni Eropa, sejak tahun lalu hingga Juni 2024 suhu panas bumi sekitar 1,64 derajat Celsius di atas rata-rata suhu pra-industri.


Pengamat Usulkan Pembentukan Badan Haji di Luar Kementerian, DPR: Kami Tampung

2 hari lalu

Jemaah calon haji Indonesia kloter 106 embarkasi Surabaya turun dari bus di Mekah, Arab Saudi, Selasa, 11 Juni 2024. Fase kedatangan jemaah haji Indonesia 1445 H/2024 M di tanah suci telah berakhir pada Selasa, 11 Juni 2024 yang ditandai dengan mendaratnya 333 jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang 106 embarkasi Surabaya (SUB-106). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pengamat Usulkan Pembentukan Badan Haji di Luar Kementerian, DPR: Kami Tampung

Pembentukan Badan Penyelenggara Haji dan Umrah bertujuan agar pengelolaan dapat dilakukan secara akuntabel dan independen.


Respons Parpol hingga KPK Soal Pembentukan Pansus Haji DPR

6 hari lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Respons Parpol hingga KPK Soal Pembentukan Pansus Haji DPR

Zulhas menilai Pansus Haji DPR sebaiknya dibentuk setelah seluruh jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air.


LPKHU Dukung Pansus Haji Investigasi Kebijakan Kemenag soal Dugaan Jual Beli Kuota Jemaah

7 hari lalu

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mulai melayani kepulangan jemaah haji dalam musim Angkutan Haji 2024. Istimewa
LPKHU Dukung Pansus Haji Investigasi Kebijakan Kemenag soal Dugaan Jual Beli Kuota Jemaah

DPR membentuk Pansus haji, salah satunya untuk menyoroti soal pembagian kuota haji yang diputuskan Kemenag.


Tanggapan MUI dan Dosen UIN Jakarta atas Pembentukan Pansus Haji DPR

8 hari lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Tanggapan MUI dan Dosen UIN Jakarta atas Pembentukan Pansus Haji DPR

Muhammadiyah berharap pembentukan Pansus Haji bukan untuk kepentingan politik.


BMKG: Waspada Terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi di Jateng Selatan

9 hari lalu

Ilustrasi Sawah Terendam Banjir. (ANTARA/M Ibnu Chazar/dok)
BMKG: Waspada Terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi di Jateng Selatan

BMKG mengimbau warga di bagian selatan Jawa Tengah untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi


Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

9 hari lalu

Seorang wanita mendinginkan diri di bawah mesin pendingin kabut di tengah gelombang panas di Tokyo, Jepang, 9 Juli 2024. Beberapa hari terakhir ini pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan serangan panas di sebagian besar wilayah negara itu, dengan mengimbau penduduk untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan menggunakan AC. REUTERS/Issei Kato
Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

Jepang sedang mengalami gelombang panas ekstrem yang mencapai lebih dari 40 derajat Celcius. Apa penyebabnya dan seberapa bahayanya?


Musim Hujan di Indonesia Tidak Lagi Bulan Berakhiran 'Ber-Ber', Ini Penjelasan BMKG

10 hari lalu

Ilustrasi hujan. Physicsworld.com
Musim Hujan di Indonesia Tidak Lagi Bulan Berakhiran 'Ber-Ber', Ini Penjelasan BMKG

Akibat perubahan cuaca ekstrem, musim hujan di Indonesia tidak lagi jatuh pada bulan berakhiran "ber-ber". BMKG tanggapi pergeseran cuaca ini.