Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Efek Daun Kratom, Apa Alternatif Tanaman Penggantinya?

image-gnews
Daun Kratom (wikipedia)
Daun Kratom (wikipedia)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginstruksikan Kementerian Kesehatan, BRIN, dan BPOM untuk melakukan penelitian mendalam mengenai tanaman kratom yang memiliki kandungan narkotika. Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, menyatakan bahwa Presiden menekankan pentingnya mengoptimalkan manfaat kratom setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada Kamis, 20 Juni 2024.

Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta agar tanaman kratom tetap tidak digunakan oleh masyarakat selama masa riset atas instruksi Jokowi, kecuali untuk kepentingan penelitian. "Kratom memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh, terlebih jika digunakan dengan dosis tinggi," kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Marthinus Hukom dalam keterangan tertulis resmi, Jumat, 21 Juni 2024, dikutip Antara.

Sampai sekarang budi daya dan konsumsi kratom masih belum diatur dalam Undang-Undang (UU) Narkotika, sehingga BNN mengusulkan untuk dilakukan penelitian teknis tentang kratom.

Berdasarkan laman resminya, BNN menyatakan kratom memiliki efek samping yang membahayakan, terlebih bila penggunaannya tidak sesuai takaran. Namun kratom belum diatur dalam Undang-Undang Narkotika. Regulasi pemerintah daerah belum bisa membatasi penggunaan kratom. Badan Pengawasan Obat dan Makanan telah melarang penggunaan daun kratom sebagai suplemen atau obat herbal. 

Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa kratom bukan termasuk narkotika berbahaya dan bisa digunakan sebagai pereda nyeri. Namun, pemerintah menunggu hasil riset lanjut dari BRIN yang dijadwalkan selesai pada Agustus mendatang.

Pemerintah juga membahas tata kelola dan tata niaga kratom untuk merespons keluhan dari masyarakat, terutama 18 ribu keluarga di Kalimantan Barat yang mengalami kesulitan mengekspor kratom karena belum ada standar produk yang jelas.

Moeldoko menjelaskan bahwa kratom telah dikonsumsi secara tradisional oleh masyarakat Kalimantan sebagai sumber energi mirip kopi, dengan tingkat kecanduan yang rendah. Ia menekankan pentingnya regulasi untuk memastikan kratom bebas dari kontaminan seperti bakteri salmonella, ecoli, dan logam berat, yang saat ini menyebabkan penurunan ekspor karena produk sering ditolak dan harganya turun.

"Rapat hari ini bakal memastikan penggolongannya, tata kelolanya, dan tata niaganya bagaimana. Karena ini ditunggu sama masyarakat," kata Moeldoko sebelum rapat, Kamis, 20 Juni 2024.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa antara Januari dan Mei 2023, ekspor utama kratom Indonesia adalah ke Amerika Serikat dengan nilai 4,86 juta dolar AS atau 66,3 persen dari total ekspor. Negara tujuan lainnya termasuk Jerman (0,61 juta dolar AS), India (0,44 juta dolar AS), dan Republik Ceko (0,39 juta dolar AS).

Kratom, atau Mitragyna speciosa, merupakan tanaman dari keluarga kopi yang berasal dari Asia Tenggara. Di beberapa negara seperti Kamboja, Thailand, Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Papua Nugini, kratom telah digunakan dalam pengobatan herbal sejak abad ke-19. Hingga 2018, manfaat dan keamanannya masih diperdebatkan. Pada 2019, FDA Amerika Serikat menyatakan bahwa tidak ada bukti bahwa kratom aman atau efektif untuk pengobatan apa pun.

Kratom sering digunakan untuk mengatasi nyeri kronis, gejala putus obat opioid, atau rekreasi. Efeknya dimulai dalam lima hingga sepuluh menit dan berlangsung dua hingga lima jam. Daun kratom diyakini dapat meningkatkan kewaspadaan, energi, dan rasa percaya diri selain meredakan nyeri.

Efek samping serius mungkin termasuk depresi pernapasan, kejang, psikosis, peningkatan detak jantung dan tekanan darah, kesulitan tidur, dan toksisitas hati. Risiko kecanduan juga ada, terutama jika digunakan secara rutin dan dihentikan tiba-tiba. Beberapa kematian telah dilaporkan terkait penggunaan kratom, baik sendiri maupun dicampur dengan zat lain, meskipun toksisitas serius jarang terjadi dan biasanya pada dosis tinggi atau penggunaan bersamaan dengan zat lain.

Kratom tumbuh subur di Kalimantan dan biasanya digunakan sebagai teh atau suplemen untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kesehatan kulit, dan menaikkan libido. Namun, efek samping berbahaya dapat terjadi jika tidak digunakan dengan benar. BNN menyatakan bahwa kratom belum diatur dalam Undang-Undang Narkotika, sehingga regulasi pemerintah daerah belum bisa membatasi penggunaannya.

Alternatif Kratom

Dilansir dari PubMed, selain kratom (Mitragyna speciosa), ada beberapa tanaman lain yang masih dalam keluarga Rubiaceae yang memiliki sifat dan manfaat serupa. Dua di antaranya adalah Mitragyna javanica dan Mitragyna hirsuta. Kedua tanaman ini memiliki kandungan alkaloid yang memberikan efek mirip dengan kratom, meski tidak sekuat dan seefektif kratom.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mitragyna Javanica

Mitragyna javanica, yang juga dikenal sebagai "javanese kratom," adalah tanaman asli Asia Tenggara yang sering digunakan sebagai alternatif kratom. Meskipun kurang populer dibandingkan kratom, Mitragyna javanica memiliki beberapa kelebihan, terutama karena kandungan alkaloid yang berbeda dan lebih aman. Mitragyna javanica mengandung alkaloid mitrajavine dan 3-isoajmalicine, yang memiliki efek stimulan ringan dan pereda nyeri. Meskipun tidak sekuat mitragynine atau 7-hydroxymitragynine yang ditemukan dalam kratom, alkaloid ini masih dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan energi, dan meredakan ketegangan otot.

Penggunaan Tradisional

Secara tradisional, Mitragyna javanica digunakan oleh masyarakat lokal sebagai tonik kesehatan dan untuk mengatasi berbagai keluhan ringan, seperti sakit kepala dan nyeri otot. Daunnya dapat dikonsumsi dalam bentuk teh atau dikunyah langsung, mirip dengan cara konsumsi kratom.

Keamanan dan Regulasi

Mitragyna javanica dianggap lebih aman dibandingkan kratom karena tidak memiliki kandungan alkaloid yang sama kuatnya. Oleh karena itu, tanaman ini sering dijadikan alternatif di negara-negara yang melarang kratom. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efek jangka panjang dan potensi risiko kesehatannya.

Mitragyna Hirsuta

Dikutip dari laman pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, Mitragyna hirsuta, atau "kra thum khok" dalam bahasa Thailand, adalah tanaman lain dari genus Mitragyna yang sering digunakan sebagai substitusi kratom. Tanaman ini juga asli dari wilayah Asia Tenggara dan digunakan dalam pengobatan tradisional. Mitragyna hirsuta mengandung alkaloid mitraphylline dan isomitraphylline, yang memberikan efek stimulan dan analgesik ringan. Meskipun efeknya lebih lemah dibandingkan kratom, Mitragyna hirsuta tetap dapat memberikan manfaat dalam hal peningkatan energi, relaksasi, dan pereda nyeri.

Penggunaan Tradisional

Di Thailand dan negara-negara sekitarnya, Mitragyna hirsuta digunakan untuk tujuan serupa dengan kratom, yaitu sebagai tonik kesehatan dan untuk mengatasi kelelahan. Daunnya biasanya diseduh menjadi teh atau dikunyah langsung.

Keamanan dan Regulasi

Seperti Mitragyna javanica, Mitragyna hirsuta juga dianggap lebih aman dan sering digunakan sebagai alternatif kratom di daerah dengan regulasi ketat. Tanaman ini memiliki risiko ketergantungan yang lebih rendah, tetapi tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efek samping potensialnya.

MICHELLE GABRIELA  | KHUMAR MAHENDRA

Pilihan Editor: Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Kratom Tanaman yang Disebut Mengandung Narkotika

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jokowi Dituding Bangkitkan Neo Orde Baru di Diskusi Kasus Kudatuli PDIP

2 jam lalu

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2024. ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Jokowi Dituding Bangkitkan Neo Orde Baru di Diskusi Kasus Kudatuli PDIP

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menilai pemerintahan Jokowi telah membangkitkan kembali Orde Baru.


Pendaftaran Seleksi Calon Anggota Kompolnas 2024-2029 Ditutup, Jumlah Pendaftar Capai 137

14 jam lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto jumpa pers selepas mengumumkan sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Periode 2024-2028 di Kantor Kemenko Polhukam RI, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024. Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi.
Pendaftaran Seleksi Calon Anggota Kompolnas 2024-2029 Ditutup, Jumlah Pendaftar Capai 137

Jumlah pendaftar seleksi calon anggota Kompolnas mencapai 137 orang.


Dukungan di Pilkada 2024, Projo: Pastikan Kepala Daerah Sejalan dengan Prabowo-Gibran

15 jam lalu

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mendukung sejumlah kandidat yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Ini adalah keempat kalinya Projo mengumumkan dukungan ke sejumlah kandidat yang berkontestasi dalam Pilkada 2024. Tempo/Hendri
Dukungan di Pilkada 2024, Projo: Pastikan Kepala Daerah Sejalan dengan Prabowo-Gibran

Dukungan Projo kepada sejumlah bakal calon pada Pilkada 2024 merupakan upaya untuk memastikan kepala daerah terpilih sejalan dengan Prabowo-Gibran.


Transisi Pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo Munculkan Matahari Kembar

18 jam lalu

Pelantikan dua orang dekat Prabowo di kabinet Jokowi dinilai sebagai proses transisi yang terlalu dini.
Transisi Pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo Munculkan Matahari Kembar

Transisi rezim Jokowi ke Prabowo melalui masuknya Thomas Djiwandono dan Sudaryono terlalu dini. Ditengarai bakal muncul matahari kembar.


Hasto Soroti Pelantikan 3 Wakil Menteri oleh Jokowi: Harap Bagian dari Proses Transisi

18 jam lalu

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, 29 Juni 2024. ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Hasto Soroti Pelantikan 3 Wakil Menteri oleh Jokowi: Harap Bagian dari Proses Transisi

Hasto merespons pengangkatan tiga wakil menteri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara pada Kamis 18 Juli 2024.


DPP Projo Dukung Sejumlah Kandidat di Pilkada 2024, Ini Daftarnya

19 jam lalu

Ketua Desk Pilkada DPP Projo, Roy Abimanyu, bersama Sekretaris Jenderal DPP Projo, Handoko, dan Bendahara Umum Projo, Panel Barus, dalam konferensi pers di Kantor DPP Projo, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Mei 2024. TEMPO/Defara
DPP Projo Dukung Sejumlah Kandidat di Pilkada 2024, Ini Daftarnya

Dukungan Projo kepada sejumlah calon yang akan maju dalam Pilkada 2024 adalah dukungan dalam upaya melaksanakan program keberlanjutan Jokowi.


Airlangga Hartarto: Harga per Porsi Makan Siang Gratis Akan Disesuaikan di Tiap Daerah

20 jam lalu

Penjual nasi warteg saat menyajikan paket nasi Rp. 7500 di sebuah warteg di Jakarta, Jumat 19 Juli 2024.  Program Makan Siang Gratis yang berganti nama jadi Makan Bergizi Gratis jadi sorotan. Pasalnya, harga satuan per porsi Makan Bergizi Gratis dikabarkan turun dari Rp 15 ribu menjadi Rp 7.500. TEMPO/Subekti.
Airlangga Hartarto: Harga per Porsi Makan Siang Gratis Akan Disesuaikan di Tiap Daerah

Pemerintahan Jokowi memasukkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk makan siang gratis dalam RAPBN 2025.


Ribka Tjiptaning Desak Jokowi Akui Kudatuli Sebagai Peristiwa Pelanggaran HAM Berat

21 jam lalu

Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning saat ditemui Tempo di ruangannya, lantai 4 kantor DPP PDIP Diponegoro, Sabtu, 27 Juli 2019. TEMPO/Dewi Nurita
Ribka Tjiptaning Desak Jokowi Akui Kudatuli Sebagai Peristiwa Pelanggaran HAM Berat

Ribka Tjiptaning mendesak Jokowi agar memasukkan peristiwa Kudatuli ke dalam daftar pelanggaran HAM berat.


Terkini: Satgas Impor Ilegal Mulai Bekerja Selasa Pekan Depan, BI-Bank of Korea Kerja Sama QRIS Segera Bisa Dipakai di Korsel

22 jam lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menunjukkan produk keramik dan tableware ilegal saat Ekspose Barang Hasil Pengawasan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Juni 2024. Kemendag akan memusnahkan sebanyak 4.565.598 biji produk keramik dan tableware senilai Rp79.897.965.000 asal Cina karena tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) SNI. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Terkini: Satgas Impor Ilegal Mulai Bekerja Selasa Pekan Depan, BI-Bank of Korea Kerja Sama QRIS Segera Bisa Dipakai di Korsel

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut satuan tugas (satgas) pengawasan impor ilegal akan mulai bekerja paling cepat Selasa, 23 Juli


Ribka Tjiptaning Sindir Jokowi: Sudah Lupa PDIP, Salah Minum Obat atau Bagaimana?

23 jam lalu

Anggota DPR RI, Ribka Tjiptaning P, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2024. Ribka Tjiptaning, diperiksa sebagai saksi didalami kaitan mitra kerja antara Komisi IX DPR RI dengan Kemenaker untuk tersangka mantan Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Reyna Usman, dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kementerian Tenaga Kerja RI Tahun 2012, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.17,6 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
Ribka Tjiptaning Sindir Jokowi: Sudah Lupa PDIP, Salah Minum Obat atau Bagaimana?

Politikus PDIP Ribka Tjiptaning, menyindir Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal asal usulnya sebelum menjabat menjadi orang nomor satu di Indonesia.