Gejala Remaja Suka Tawuran Terlihat Sejak Bayi

Reporter

Minggu, 30 September 2012 13:36 WIB

Ilustrasi. sublimeburst.com

TEMPO.CO, Yogyakarta - Dunia pendidikan di Indonesia saat ini kembali diwarnai dengan insiden tawuran antarpelajar. Perlu ditelisik kembali remaja yang saat ini berumur 14 tahun hingga 17 tahun ke masa 1.000 hari pertama umur mereka sejak dalam kandungan hingga lahir.

Pemenuhan nutrisi dan gizi anak sejak dalam kandungan menentukan kehidupan anak itu. Penelitian epidemiologis menunjukkan ada hubungan antara isu kesehatan jangka panjang dan gizi awal anak. Kelebihan atau kekurangan gizi pada masa kanak-kanak bisa mempengaruhi emosi. Juga di saat dewasa bisa mengidap obesitas (kegemukan), diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, mudah emosi, dan lain-lain.

"Kalau saat ini remaja banyak yang terlibat tawuran, perlu dilihat kembali nutrisi pada 1.000 hari pertama umur mereka," kata Dr dr Saptawati Bardosono, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Yogyakarta, Minggu, 30 September 2012.

Bisa jadi, kata dia, para pelajar yang rata-rata berusia remaja itu terlibat dalam kasus perkelahian antarpelajar karena kurang mendapat nutrisi saat 1.000 hari pertama kehidupannya. Apalagi, pada 1998, terjadi krisis ekonomi. Sangat mungkin asupan gizi mereka saat itu kurang karena harga-harga kebutuhan melonjak drastis. Pada 1998 itu, para pelajar yang terlibat tawuran saat ini masih berusia antara 0-3 tahun.

Meskipun masih perlu didalami dan dilakukan penelitian yang lebih lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.

"Jika nutrisi pada 1.000 hari pertama umur anak tidak terpenuhi, akan terjadi gangguan fungsi otak. Secara kognitif, apa yang dipikirkan, dirasakan, diatur oleh otak. Jika fungsi otak bermasalah, perilaku juga bermasalah: emosional, cepat marah," kata dia.

Permasalahan nutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak itu dibahas dalam simposium "The Importance of Early Life Nutrition to Support Long Term Health" di Yogyakarta, Sabtu kemarin, 29 September 2012. Acara itu diselenggarakan oleh Perhimpunan Nutrisi Indonesia, Fakultas Kedokteran UGM, dan didukung oleh PT Nutricia Indonesia Sejahtera.

Di Yogyakarta, pemenuhan gizi bagi anak termasuk bagus. Pada 2010, kota itu memiliki prevalensi gizi anak bawah lima tahun (balita) yang cukup baik dibandingkan dengan status gizi nasional. Khususnya prevalensi balita berat badan kurang, balita kurus, dan balita pendek.

Prevalensi berat badan kurang pada balita sebesar 11,2 persen, atau peringkat ketiga terbaik secara nasional. Balita kurus tercatat hanya 9,1 persen, ini paling rendah keempat secara nasional. Sedangkan prevalensi balita pendek mencapai 22,5 persen, yang merupakan kondisi paling rendah secara nasional.

"Data riset kesehatan dasar menunjukkan angka status gizi di Daerah Istimewa Yogyakarta cukup baik dibandingkan rata-rata nasional," kata Profesor Dr Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, ScD, Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM.

Ia menyatakan, meskipun prevalensi balita pendek masih tinggi, perlu upaya yang lebih untuk mengurangi angka prevalensi itu. Maka harus ada upaya terintegrasi untuk mencapai sasaran jangka panjang Gerakan Nasional Sadar Gizi yang sudah dicanangkan pada 2012 ini.

Direktur Medis Nutricia Indonesia Sejahtera Swissanto Soerojo menambahkan, inisiatif gerakan 1.000 hari pertama kehidupan merupakan salah satu contoh program yang memerlukan kemitraan sektor publik dan swasta.

"Untuk menemukan solusi yang holistik bagi permasalahan nutrisi anak, perlu ada kemitraan antara komunitas kesehatan masyarakat, swasta, dan pemerintah," kata dia.

MUH SYAIFULLAH

Berita Lainnya:

Apakah Para Jenderal Disiksa Seperti di Film G30S?
Film Pengkhianatan G30S Bikin Ayu Dewi Nangis
Penganan Superpremium
Pria Ini Spesialis Pencuri di Rumah Sakit
Ada Apa di Festival Kopi Malang?
Mengenal Penyakit Tropis di Indonesia
Buku Ini Harus Dibaca dalam Waktu 2 Bulan
Di Amerika, Bunuh Diri Penyebab Kematian No 1

Berita terkait

Polisi Tangkap Pelajar SMK Terlibat Tawuran yang Tewaskan Siswa SMP

29 Mei 2022

Polisi Tangkap Pelajar SMK Terlibat Tawuran yang Tewaskan Siswa SMP

Polisi menangkap satu orang pelaku tawuran yang mengakibatkan seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) berinisial F (17) tewas.

Baca Selengkapnya

Satu Tewas Dalam Tawuran Pelajar di Cileungsi

14 September 2018

Satu Tewas Dalam Tawuran Pelajar di Cileungsi

Polisi telah menangkap 18 siswa yang diduga terlibat dalam tawuran pelajar di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol Desa Cileungsi Kidul.

Baca Selengkapnya

Tawuran Sadistis, KPAI: Sekolah Jangan Cuci Tangan

8 September 2018

Tawuran Sadistis, KPAI: Sekolah Jangan Cuci Tangan

KPAI meminta pihak sekolah jangan cuci tangan dengan mengeluarkan siswa pelaku tawuran dari sekolah.

Baca Selengkapnya

Tawuran Pelajar Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Bakal Patroli Siber

6 September 2018

Tawuran Pelajar Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Bakal Patroli Siber

Pada tawuran kelompok Sparatiz dengan Redlebbels didahului tantangan lewat Line dan Instagram.

Baca Selengkapnya

Polisi Tetapkan 10 Tersangka Tawuran Sadistis Remaja di Kebayoran Lama

6 September 2018

Polisi Tetapkan 10 Tersangka Tawuran Sadistis Remaja di Kebayoran Lama

Tawuran pelajar sadistis yang melibatkan dua geng remaja menyebabkan seorang pelajar SMA Muhammadyah tewas.

Baca Selengkapnya

10 Kamera CCTV Pengawas Tawuran di Pasar Rumput Belum Terpasang

5 September 2018

10 Kamera CCTV Pengawas Tawuran di Pasar Rumput Belum Terpasang

Hingga saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memasang kamera pengawas atau CCTV di Pasar Rumput, meski marak tawuran di daerah itu.

Baca Selengkapnya

Pelaku Tawuran di Kebayoran Terlacak, Polisi Tangkap 29 Pelajar

4 September 2018

Pelaku Tawuran di Kebayoran Terlacak, Polisi Tangkap 29 Pelajar

Polisi bertindak tegas kepada pelajar-pelajar yang terlibat tawuran itu karena perilaku mereka cenderung sadistis.

Baca Selengkapnya

Pelaku Tawuran di Kebayoran Sadistis, Polisi: Dipengaruhi Miras

4 September 2018

Pelaku Tawuran di Kebayoran Sadistis, Polisi: Dipengaruhi Miras

Pelajar-pelajar yang ditangkap mengakui telah menenggak minuman keras sebelum mereka tawuran dengan kelompok lawan.

Baca Selengkapnya

Polisi Sebut Ada Pergeseran Pola Tawuran Pelajar di Jakarta

4 September 2018

Polisi Sebut Ada Pergeseran Pola Tawuran Pelajar di Jakarta

Polisi melihat adanya pergeseran pola tawuran pelajar yang terjadi di DKI Jakarta. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Stefanus Tamuntuan mengatakan tawuran saat ini banyak terjadi pada malam dan dini hari, dari yang biasanya siang atau sore selepas pulang sekolah

Baca Selengkapnya

Tawuran Pelajar Sadistis Diawali Tantangan di Instagram

4 September 2018

Tawuran Pelajar Sadistis Diawali Tantangan di Instagram

Tawuran pelajar yang terjadi di depan Apartemen Belleza itu melibatkan lebih dari 50 remaja.

Baca Selengkapnya