Ayo Kelola Stres selama Pandemi COVID-19, Ini Saran Psikolog

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pria Stres (pixabay.com)

    Ilustrasi Pria Stres (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai berita seputar virus corona membuat banyak orang stres. Psikolog dari Biro Psikologi Metafora, Ketty Murtini, mengingatkan pentingnya mengelola stres dan menjaga kesehatan mental selama masa pandemi COVID-19 guna mendukung kesehatan fisik.

    "Kesejahteraan psikologis akan sangat berpengaruh pada kesejahteraan atau kesehatan fisik seseorang sehingga pada masa pandemi COVID-19, selain memberi asupan pada tubuh, kita juga harus beri asupan vitamin untuk psikis," katanya.

    Dia menambahkan kesejahteraan psikologis bisa dicapai dengan beberapa upaya. Salah satunya adalah melalui asupan makanan bergizi seimbang agar produksi hormon yang mempengaruhi emosi bisa tetap stabil.

    "Selain itu, meskipun banyak masyarakat yang sedang menjalani kebijakan berdiam di rumah, harus tetap aktif dengan aktivitas rutin di dalam maupun di seputar rumah dan melakukan olahraga ringan," katanya.

    Selain itu, perlu menjaga pola tidur yang cukup agar tubuh melakukan perbaikan saat tidur. "Pola tidur ini sangat penting, karena jika tubuh berfungsi dengan baik, akan dapat berpikir secara baik pula," jelasnya.

    Selain itu, perlu memperkuat hubungan dan dukungan sosial meskipun sedang menerapkan kebijakan berdiam di rumah atau kerja dari rumah.

    "Meskipun sedang berdiam di rumah atau bekerja dari rumah, harus tetap mempertahankan hubungan sosial, misalnya melalui media sosial atau media komunikasi lain sehingga hidup bisa lebih punya arti atau bisa juga dengan memberikan bantuan untuk mereka yang membutuhkan," katanya.

    Menurut Ketty, masyarakat juga perlu memilih informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan perlu memahami informasi dengan baik dan tidak asal dengar atau baca. Dia menambahkan kesejahteraan psikologis memang harus terus diusahakan dan ditularkan bagi orang banyak.

    "Misalnya dapat diusahakan dengan cara menebarkan kalimat-kalimat positif dan memberikan dukungan positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan membuat diri bahagia, kita juga sekaligus akan dapat membuat orang lain di sekitar bahagia," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.