Dokter Prancis Sebut Ruam Kulit sebagai Gejala Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruam kulit. Pixabay/Hans Braxmeier

    Ilustrasi ruam kulit. Pixabay/Hans Braxmeier

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Nasional Dermatologis-Venereologis Perancis (Syndicat national des dermato-vénérologues/SNDV) dalam keterangan yang dilansir Exprees.co.uk, menyebut lebih dari 400 dokter kulit melihat bintik merah di tubuh sejumlah pasien COVID-19. Bintik-bintik merah itu bisa sangat persisten dan mungkin terlihat mirip dengan bekas radang dingin.

    Oleh karena itu, setiap pasien yang tiba-tiba menemukan bintik-bintik ini harus segera berbicara dengan dokter kulit untuk memastikan apakah itu gejala virus corona atau berkaitan dengan penyakit lain.

    "Ini adalah sindrom akro, kemunculan kemerahan yang persisten, kadang-kadang menyakitkan, dan lesi biduran sementara. Analisis dari banyak kasus yang dilaporkan ke SNDV menunjukkan bahwa manifestasi ini dapat dikaitkan dengan virus corona,” tulis pernyataan tersebut.

    SNDV mengimbau para dokter yang mendapati pasien dengan bintik merah yang diiringi gatal untuk melakukan isolasi secara mandiri tanpa harus menunggu tanda-tanda adanya gangguan pernapasan. Dalam pernyataan tersebut, SNDV menjelaskan ruam kulit dapat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran dan dapat muncul di mana saja pada tubuh. Beberapa pasien telah melaporkan ruam yang sangat gatal, sementara yang lain melaporkan sensasi terbakar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.