Mengenal Hobi Unik Numismatik, Belajar Sejarah dan Investasi dari Uang Kuno

Reporter

Editor

Nurhadi

Uang kuno yang dijual di salah satu stand pada Festival Bandoeng Baheula di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (6/4). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Tahukah Anda ada hobi unik selain mengumpulkan perangko atau filateli? Yakni mengumpulkan uang kuno. Sebenarnya sudah banyak orang yang memiliki hobi yang disebut numismatik ini, namun belum begitu populer di masyarakat.

Uang kuno yang dikoleksi atau disimpan meliputi uang kertas dan uang koin. Hal ini dilakukan karena dirasa berharga dan memiliki kenangan tertentu, selain itu menyimpan uang kuno juga bisa bertujuan untuk investasi.

Dilansir dari laman djkn.kemenkeu.go.id, lebih jauh lagi numismatik adalah suatu kegiatan mengumpulkan benda-benda terkait uang, seperti uang kertas, uang koin, token, dan benda-benda terkait lainnya yang pernah beredar dan digunakan oleh masyarakat.

Bukan hanya sekadar kesenangan, numismatik mempelajari banyak ilmu. Antara lain sejarah mata uang, cara pembuatannya, ciri-cirinya, variasi yang ditemukan, pemalsuannya, sejarah politik terbentuknya mata uang tersebut, dan sebagainya.

Hal yang menyenangkan bagi para numismatis biasanya terletak pada tiga hal. Mulai dari rasa kekaguman atas desain uang baik kertas maupun koin yang beredar, kemudian nostalgia masa lalu, serta ketertarikan pada cerita di balik uang tersebut.

Para numismatis akan menemukan kesenangan atau kepuasan pribadi saat bisa memiliki dan mencermati gambar koleksi uang mereka miliki. Selain itu, uang ibarat karya seni yang tak pernah bosan untuk dinikmati.

Sementara itu, koleksi numismatik tidak terbatas pada uang lama atau kuno, tetapi termasuk uang yang sedang berlaku saat ini. Meskipun kebanyakan koleksinya memang berupa uang lama atau kuno, koleksi numismatik juga bisa berasal dari berbagai negara dan masa peredaran uang tersebut. Mereka pecinta hobi ini biasa disebut numismatis.

Fakta unik lainnya, kesenangan numismatik juga bisa dijadikan instrumen investasi. Pasalnya seiring waktu dan prinsip kelangkaan, uang kuno dapat dijual kembali dengan harga yang relatif lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kelangkaan serta kondisi misprint atau miscut uang tersebut. Jika uang tersebut mengalami salah cetak atau salah potong dalam pembuatannya, hal inilah yang justru jadi menarik bagi sebagian numismatis.

Ada pula numismatis yang tertarik pada nomor seri uang kertas yang unik, misalnya nomor seri yang urut atau kombinasi angka tertentu yang dianggap cantik. Keunikan-keunikan tersebut bisa menaikkan harga uang kuno. Kini uang kuno bisa dijual secara offline dan online, baik di dalam dan luar negeri.

RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

Baca juga: Asiknya Ikut Komunitas Kolektor Uang Kuno di Yogyakarta






Nissan Juke Muncul di Uang Kertas Kamboja, Lihat Detailnya

4 hari lalu

Nissan Juke Muncul di Uang Kertas Kamboja, Lihat Detailnya

Kabarnya Nissan Juke 2023 bakal meluncur dengan desain ikonik dan mengadopsi fitur baru. Uang kertas Kamboja itu juga ada gambar Camry atau Vios.


1 Riyal Qatar Berapa Rupiah? Begini Penjelasan Cara Hitungnya

4 hari lalu

1 Riyal Qatar Berapa Rupiah? Begini Penjelasan Cara Hitungnya

Penjelasan mengenai 1 Riyal Qatar berapa rupiah beserta sejarah dan cara menghitungnya.


1 Dolar AS Berapa Rupiah? Berikut Penjelasan dan Sekilas Sejarahnya

9 hari lalu

1 Dolar AS Berapa Rupiah? Berikut Penjelasan dan Sekilas Sejarahnya

Berikut penjelasan mengenai 1 dolar berapa rupiah hari ini, seserta sejarah penggunaan dolar AS sebagai mata uang dunia.


Alasan 23 Tahun Lalu BI Terbitkan Uang Kertas Denominasi Rp 100 Ribu Pertama dengan Jumlah Rp 50 Triliun

26 hari lalu

Alasan 23 Tahun Lalu BI Terbitkan Uang Kertas Denominasi Rp 100 Ribu Pertama dengan Jumlah Rp 50 Triliun

BI mencetak uang kertas denominasi Rp 100 ribu untuk pertama kalinya, 23 tahun lalu. Uang Soekarno - Hatta itu dicetak dalam jumlah besar, Rp 50 T.


Rupiah Ditutup Melemah di Perdagangan Awal Pekan Menjelang Pengumuman Inflasi

28 hari lalu

Rupiah Ditutup Melemah di Perdagangan Awal Pekan Menjelang Pengumuman Inflasi

Dari sisi internal, lesunya rupiah terdorong oleh pasar yang khawatir terhadap inflasi yang terjadi karena pemulihan pasca-pandemi.


Nilai Tukar Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Dibuka Melemah Pagi Ini

28 hari lalu

Nilai Tukar Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Dibuka Melemah Pagi Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Senin 31 Oktober 2022.


Hari Oeang, Kisah ORI Beredar Gantikan Mata Uang Jepang dan Belanda 76 Tahun Silam

28 hari lalu

Hari Oeang, Kisah ORI Beredar Gantikan Mata Uang Jepang dan Belanda 76 Tahun Silam

Indonesia resmi memiliki mata uang pembayaran yang sah sendiri pada tahun 1946 yang dikenal dengan nama Oeang Republik Indonesia disingkat ORI.


Kilas Balik Awal ORI dan Hari Keuangan Nasional Tiap 30 Oktober

28 hari lalu

Kilas Balik Awal ORI dan Hari Keuangan Nasional Tiap 30 Oktober

Peringatan Hari Keuangan Nasional tak lepas dari sejarah pertama kalinya uang kertas milik Indonesia (ORI) beredar, yaitu pada 30 Oktober 1946.


Besok Hari Oeang, ShopeePay: Transformasi Uang Tunai ke Digital Untungkan Masyarakat

30 hari lalu

Besok Hari Oeang, ShopeePay: Transformasi Uang Tunai ke Digital Untungkan Masyarakat

Mempengringati Hari Oeang pada 30 Oktober besok, ShopeePay mendorong akses digitalisasi finansial bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh Indonesia.


1 Won Berapa Rupiah? Berikut Penjelasan dan Sekilas Sejarahnya

34 hari lalu

1 Won Berapa Rupiah? Berikut Penjelasan dan Sekilas Sejarahnya

Penjelasan mengenai 1 Won berapa rupiah serta asal usul munculnya mata uang Korea tersebut