Penyebab Gejala Demensia pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Jumat, 2 Juni 2023 08:00 WIB

Ilustrasi demensia/Alzheimer. Wisegeek.com

TEMPO.CO, Jakarta - Demensia pada lansia sering dianggap normal. Orang kerap beranggapan, lansia, khususnya mulai 65 tahun akan mengalami penurunan cara berpikir dan daya ingat.

Kementerian Kesehatan menyebutkan penurunan fungsi berpikir disertai dengan kemunduran pengendalian emosi dan perilaku sosial yang menyebabkan demensia sebagai penyebab utama hilangnya perilaku mandiri pada lansia.

Apakah demensia berbahaya untuk lansia? Mengutip dari Prevention, seorang ahli saraf dan psikiater geriatri dari California, David A. Merrill mengatakan bahwa pada penderita demensia, kematian bisa ditimbulkan karena berbagai faktor.

Faktor usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat dihindarkan untuk demensia. Ketika demensia menjadi semakin parah, jaringan otak seseorang menyusut dan tidak dapat merawat diri sendiri atau bahkan sekedar berkomunikasi. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan komplikasi mematikan dari penyakit demensia.

Untuk Anda yang ingin tahu informasi lebih dalam, berikut penjelasan tentang gejala demensia, penyebab, hingga cara mengobatinya.

Apa itu Demensia?

Advertising
Advertising

Mengutip dari Mayo Clinic, demensia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang memengaruhi ingatan, pemikiran, dan kemampuan sosial yang cukup mengganggu kehidupan sehari-hari. Ini bukan penyakit khusus, namun beberapa penyakit dapat menyebabkan demensia.

Meskipun demensia melibatkan hilangnya ingatan, namun kehilangan ingatan memiliki penyebab yang berbeda. Jika mengalami hilang ingatan, tidak berarti menderita demensia, namun itu bisa jadi tanda awal dari demensia.

Dikutip dari National Institute on Aging, beberapa penderita demensia tidak dapat mengendalikan emosinya dan kepribadiannya yang bisa saja berubah. Tingkat keparahan demensia terdiri dari tahap paling ringan ketika baru mulai memengaruhi fungsi otak seseorang, hingga ke tahap yang paling parah, yaitu harus bergantung sepenuhnya pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari.

Gejala Demensia

Gejala demensia terjadi ketika neuron berhenti bekerja, kemudian kehilangan koneksi dengan sel otak lainnya, hingga akhirnya mati. Berikut gejala demensia menurut National Institute on Aging, sebuah situs resmi pemerintah Amerika Serikat.

1. Mengalami kehilangan ingatan, pemikiran yang tidak stabil, dan cenderung kebingungan.
2. Kesulitan berbicara, memahami dan mengungkapkan pikiran, atau membaca dan menulis.
3. Berkeliaran dan tersesat di lingkungan sekitar.
4. Kesulitan menangani uang secara bertanggung jawab.
5. Selalu melontarkan pertanyaan berulang.
6. Menggunakan kata-kata yang tidak biasa untuk merujuk pada objek yang sudah dikenal.
7. Butuh waktu lebih lama untuk melakukan sesuatu aktivitas sehari-hari.
8. Kehilangan minat pada aktivitas atau acara sehari-hari.
9. Berhalusinasi atau mengalami delusi atau paranoia.
10. Bertindak impulsif.
11. Tidak peduli dengan perasaan orang lain.
12. Kehilangan keseimbangan dan masalah dengan gerakan.

Penyebab Demensia

Adapun penyebab demensia adalah terjadi kerusakan pada sel-sel saraf otak. Gangguan pada fungsi otak ini bisa muncul di berbagai kondisi yang berbeda setiap penderita, tergantung pada area otak yang berdampak.

Selain karena kerusakan pada sel-sel saraf otak, demensia juga terjadi akibat kerusakan otak yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah di dalam pembuluh darah otak. Beberapa masalah pada pembuluh darah otak antara lain, seperti infeksi katup jantung, stroke, atau kondisi lain pada pembuluh darah.

Cara Mengobati Demensia

Terdapat beberapa cara pengobatan demensia yang dapat dilakukan, seperti sebagai berikut.

1. Terapi Okupasi

Terapi ini bertujuan untuk mengajarkan cara melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal dan aman. Sehingga tetap dapat berkegiatan dalam kesehariannya.

2. Terapi Kognitif

Karena demensia sangat mempengaruhi kerja otak, maka terapi kognitif ini dapat membantu menstimulasi daya ingat, cara berpikir, kemampuan berbahasa, hingga memecahkan masalah.

3. Terapi Perilaku

Penderita demensia seringkali berperilaku yang tidak seperti biasanya atau di luar kendali. Oleh sebab itu, dengan terapi ini dapat menekan perubahan perilaku yang lebih baik.

4. Inhibitor Kolinesterase

Ini adalah obat untuk meningkatkan zat kimia asetilkolin yang berguna untuk menunda gejala demensia agar tidak semakin buruk.

Itulah penjelasan mengenai gejala demensia pada lansia yang disertai penyebab hingga pengobatannya. Apabila di sekitar Anda terdapat penderita demensia, sebaiknya beri dukungan yang kuat dan selalu mengajarkan hal-hal baik agar bisa menjadi contoh. Semoga bermanfaat!

Pilihan Editor: Derita Demensia Berat, Satu Jemaah Calon Haji dari Kabupaten Demak Dipulangkan ke Daerah Asal

ANNITA RAHMAWATI DEWI | MAYOCLINIC

Berita terkait

Inilah Kondisi Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Kesemutan Berkelanjutan

3 hari lalu

Inilah Kondisi Kesehatan yang Bisa Menyebabkan Kesemutan Berkelanjutan

Kesemutan yang kronis mungkin merupakan tanda kerusakan saraf.

Baca Selengkapnya

Cerita Martai Naik Haji di Usia Senja, Menabung 12 Tahun dari Jualan Keset

3 hari lalu

Cerita Martai Naik Haji di Usia Senja, Menabung 12 Tahun dari Jualan Keset

Martai akhirnya mampu memberangkatkan dirinya dan istri untuk naik haji berkat usaha menjual keset.

Baca Selengkapnya

Gejala Gangguan Kognitif yang Bisa Berujung Demensia. Cek Juga Pencegahannya

4 hari lalu

Gejala Gangguan Kognitif yang Bisa Berujung Demensia. Cek Juga Pencegahannya

Satu dari 10 orang yang didiagnosis gangguan kognitif ringan kelak akan mengalami demensia. Berikut gejala yang perlu diwaspadai dan pencegahannya.

Baca Selengkapnya

Persiapan Haji, Ini 7 Rekomendasi Olahraga untuk Lansia Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

6 hari lalu

Persiapan Haji, Ini 7 Rekomendasi Olahraga untuk Lansia Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Sejumlah olahraga ringan bisa dilakukan sebelum berangkat untuk persiapan fisik ibadah haji.

Baca Selengkapnya

Faktor yang Mempercepat Penuaan Otak, Kesepian sampai Kurang Pendidikan

6 hari lalu

Faktor yang Mempercepat Penuaan Otak, Kesepian sampai Kurang Pendidikan

Para ilmuwan menemukan beberapa faktor dan kebiasaan yang tampak tak berbahaya bisa mempercepat penuaan otak.

Baca Selengkapnya

554 Kloter Jemaah Calon Haji Siap Berangkat ke Tanah Suci Mulai 12 Mei, Kemenag Siapkan Ini

6 hari lalu

554 Kloter Jemaah Calon Haji Siap Berangkat ke Tanah Suci Mulai 12 Mei, Kemenag Siapkan Ini

Proses pemberangkatan Jemaah calon haji ke Arab Saudi akan berlangsung hingga 10 Juni 2024.

Baca Selengkapnya

Diet Mediterania dan Konsumsi Minyak Zaitun Bantu Kurangi Risiko Demensia

6 hari lalu

Diet Mediterania dan Konsumsi Minyak Zaitun Bantu Kurangi Risiko Demensia

Diet Mediterania yang mengkonsumsi biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayuran, ikan, produk susu, dan minyak zaitun bantu kurangi risiko demensia.

Baca Selengkapnya

Alami Burnout karena Merawat Orang Tua Demensia, Begini Saran Pakar

15 hari lalu

Alami Burnout karena Merawat Orang Tua Demensia, Begini Saran Pakar

Merawat orang tua dengan demensia menyebabkan burnout, apalagi jika Anda harus merawat anak juga alias generasi sandwich. Simak saran pakar.

Baca Selengkapnya

Dokter: Lansia Perlu Hindari Kafein agar Tidak Mengompol

16 hari lalu

Dokter: Lansia Perlu Hindari Kafein agar Tidak Mengompol

Lansia diminta menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh pada sore dan malam hari agar tidak mengompol selama tidur malam.

Baca Selengkapnya

Lifecare Taxi Terbaru dari Bluebird untuk Layani Difabel dan Lansia, Pakai Toyota Voxy

21 hari lalu

Lifecare Taxi Terbaru dari Bluebird untuk Layani Difabel dan Lansia, Pakai Toyota Voxy

Bluebird meluncurkan layanan Lifecare Taxi untuk menunjang kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia.

Baca Selengkapnya