Serba Rempah ala Nusantara  

Reporter

Editor

Minggu, 19 Juni 2011 05:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Beragam daun rempah-rempah hampir menutupi potongan ayam goreng yang tersaji dalam sebuah piring. Rasanya gurih dan renyah. Cita rasa dedaunan tercecap sempurna di lidah. "Ini sajian ayam goreng rempah asli dari Aceh," kata General Manager Rempah Rempah Restaurant Harjo Mulyono kepada Tempo pada Rabu lalu, 15 Juni 2011. Resto yang telah beroperasi dua tahun ini terletak di Jalan Senopati Raya 60, Jakarta Selatan.

Menurut Harjo, konon resep asli ayam goreng rempah menggunakan daun Cannabis sativa atau daun ganja. Namun, karena ilegal, daun jenis itu diganti dengan dedaunan rempah-rempah lain, seperti daun kari, kemangi, kunyit, jeruk, serai, dan ketumbar. Paduan dedaunan ini digoreng dengan temperatur yang terjaga agar tidak kering dan gosong.

Penyajian taburan daun "pembungkus" ayam ini punya maksud. "Sebelum menikmati ayam goreng, pelanggan biasanya mencicipi dedaunan rempah untuk menambah selera makan," katanya. Manfaat lain, itu bisa menghilangkan bau badan.

Ayam goreng rempah hanyalah salah satu menu yang ditawarkan Rempah Rempah Restaurant. Resto ini menawarkan beragam menu unggulan Nusantara dari berbagai daerah. Ada dari Aceh, Tapanuli, Betawi, Sunda, Manado, Bali, bahkan Papua. Beragam menu rumahan itu dikemas secara modern oleh koki yang berpengalaman bekerja di hotel bintang lima terkenal.

Penyajian rempah di resto ini pun tidak sekadar hiasan, tapi juga menjadi bagian utuh dari menu yang ditawarkan. Ini dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap rempah-rempah asli Indonesia yang digunakan dalam semua masakannya.

Dominasi rempah, misalnya, terlihat pada menu ikan arsik, yakni ikan mas tulang lunak ala Tapanuli. Ikan mas seolah diguyur kuah rempah berwarna kuning kunyit. Tekstur sajian rempah pun khas Tapanuli, yang dibuat kasar. Beragam paduan rempah menutupi sajian ikan. Ada gelondongan cabai, irisan jahe, bawang batak, biji asam cikalang, bawang bombay, genjer, serta rempah lainnya. Rasanya? Segar, pedas, dan paduan cita rasa rempah lainnya.

Proses pembuatan menu ikan arsik dilakukan melalui pemasakan selama satu jam. Lamanya pemasakan itu dimaksudkan agar bumbu rempah-rempah meresap sampai ke dalam daging ikan. Rasa daging ikan pun jadi kuat dengan aroma rempah-rempah. "Daging ikannya juga empuk dan tidak terasa amis," kata Tri Darmawan, 48 tahun, seorang pelanggan.

Menurut Harjo, meski sajian dibakukan sesuai dengan standar daerah asal, menu resto yang juga terdapat di Jalan Setiabudi II Nomor 1, Jakarta Selatan, ini tetap dikreasikan. Menu sop buntut bumbu kuning, misalnya. Menu khas asal Betawi ini disajikan dengan kuah kuning yang berasal dari sari pati wortel dan kunyit. Rasa sup buntut sapi tetap menonjol. Potongan daging buntut sapi pun empuk saat digigit.

Jika suasana sedang dingin atau pilek menyerang Anda, menu sop senggan halimah bisa dicoba. Sup iga sapi ala Aceh ini cukup terasa dalam penggunaan lada hitamnya. "Usai makan, keringat akan bercucuran," ucap Harjo. Pilihan sup lainnya yang bisa dicoba meliputi sup buntut kecap, sup buntut goring kecap, serta sup jamur tahu.

Menu-menu utama itu bisa dipadu dengan pilihan aneka sayuran, seperti sayur asem kepah, tumis genjer tauco, tumis bunga pepaya, anyang jantung pisang, dan jenis sayuran lainnya. Pilihan menu dari berbagai daerah ini membuat pelanggan mendapat banyak pilihan. "Pilihan menunya banyak. Kalau bosan dengan satu menu, bisa mencoba menu dari daerah lain," ujar Lina Larasati, 37 tahun, pelanggan lainnya.

Rempah-rempah tidak hanya diolah dalam menu masakan. Resto yang dibuka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00 ini menjadikan pajangan rempah-rempah sebagai unsur rancangan interior yang menyambut pelanggannya di depan pintu masuk. Ada lada, ketumbar, serta beberapa jenis rempah lainnya yang dimuat di karung-karung. Dekorasi bertema rempah pun terlihat pada backdrop di dinding resto. Beragam rempah serta penjelasannya bisa dibaca pelanggan sambil menunggu menu pesanan tiba.

Harjo mengatakan Rempah Rempah juga membuka cabang di Papua dan Bali. "Rencananya, kami membuka cabang di kota besar lainnya," ujarnya.

AMIRULLAH

SELERA
Rempah Rempah Restaurant
Jalan Senopati Raya Nomor 60, Jakarta Selatan
Telepon: 021-7254352
Buka setiap hari, pukul 11.00-22.00 WIB

HARGA MENU
Ayam goreng rempah Rp 42 ribu
Ikan arsik Rp 54 ribu
Sup buntut bumbu kuning Rp 43 ribu
Sup buntut senggang halimah Rp 69 ribu

KOMENTAR CHEF
Harjo Mulyono, Manajer Rempah Rempah:
"Rasa pedasnya berasal dari lada hitam, makanya cocok kalau lagi pilek atau suasana dingin. Setelah makan, keringat akan bercucuran."

KOMENTAR PELANGGAN
Lina Larasati, 37 tahun;
"Pilihan menunya banyak. Kalau bosan dengan satu menu, bisa mencoba menu dari daerah lain."

Tri darmawan, 48 tahun:
"Daging ikannya juga empuk dan tidak terasa amis."

Berita terkait

Solo Indonesia Culinary Festival 2024, Ada Pembagian 1.000 Porsi Soto hingga Edukasi Kuliner

6 hari lalu

Solo Indonesia Culinary Festival 2024, Ada Pembagian 1.000 Porsi Soto hingga Edukasi Kuliner

Festival kuliner ini diharapkan jadi ajang promosi potensi kuliner daerah sekaligus memperkuat branding Solo sebagai Food Smart City.

Baca Selengkapnya

Chef Juna dan Renatta Kenalkan Dua Kuliner Khas Tanah Morotai

7 hari lalu

Chef Juna dan Renatta Kenalkan Dua Kuliner Khas Tanah Morotai

Chef Juna dan Chef Renatta kenalkan Siput Popaco dan Sayur Lilin dari Morotai

Baca Selengkapnya

Membawa Kuliner Sichuan ke Jakarta

9 hari lalu

Membawa Kuliner Sichuan ke Jakarta

Menikmati kuliner hotpot dan bbq dari Sichuan, Cina

Baca Selengkapnya

Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Perjuangkan Pembuatan Produk Kuliner Khas Nusantara untuk Ekspor

10 hari lalu

Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Perjuangkan Pembuatan Produk Kuliner Khas Nusantara untuk Ekspor

PPJI berharap ke depan ada produk-produk kuliner jenis lainnya yang bisa diekspor seperti halnya rendang.

Baca Selengkapnya

Ikan Arsik dan Mie Gomak Khas Danau Toba Jadi Incaran Wisatawan

16 hari lalu

Ikan Arsik dan Mie Gomak Khas Danau Toba Jadi Incaran Wisatawan

Ada dua masakan khas masyarakat sekitar Danau Toba yang menjadi incaran pelancong dari berbagai penjuru

Baca Selengkapnya

Solo Indonesia Culinary Festival 2024 Bakal Digelar di Stadion Manahan Solo, Catat Tanggalnya!

20 hari lalu

Solo Indonesia Culinary Festival 2024 Bakal Digelar di Stadion Manahan Solo, Catat Tanggalnya!

Bagi penggemar kuliner masakan khas Indonesia jangan sampai melewatkan acara Solo Indonesia Culinary Festival atau SICF 2024

Baca Selengkapnya

Datang ke Semarang Jangan Lupa Beli 10 Oleh-oleh Khas Ini

29 hari lalu

Datang ke Semarang Jangan Lupa Beli 10 Oleh-oleh Khas Ini

Selain terkenal destinasi wisatanya, Semarang memiliki ikon oleh-oleh khas seperti wingko dan lumpia. Apa lagi?

Baca Selengkapnya

10 Makanan Paling Aneh di Dunia, Ada Keju Busuk hingga Sup Kura-kura

30 hari lalu

10 Makanan Paling Aneh di Dunia, Ada Keju Busuk hingga Sup Kura-kura

Berikut ini deretan makanan paling aneh di dunia, di antaranya keju busuk asal Italia, Casu Marzu, dan fermentasi daging hiu.

Baca Selengkapnya

Jadi Nasabah KUR BRI Sejak Tahun 2000, Sate Klathak Pak Pong Ramai Diminati

31 hari lalu

Jadi Nasabah KUR BRI Sejak Tahun 2000, Sate Klathak Pak Pong Ramai Diminati

Di akhir pekan dan di hari libur panjang dapat menyembelih 40-50 ekor kambing sehari dengan omzet sekitar Rp35-50 juta per bulan.

Baca Selengkapnya

Singgah ke Cirebon saat Libur Lebaran, Jangan Lupa Cicip Tiga Kuliner Lezat dan Bersejarah Ini

32 hari lalu

Singgah ke Cirebon saat Libur Lebaran, Jangan Lupa Cicip Tiga Kuliner Lezat dan Bersejarah Ini

Cirebon memiliki sejumlah kuliner yang bersejarah dan memiliki cita rasa yang lezat.

Baca Selengkapnya