Raffi Ahmad Dipecat Persbuker? Ini 5 Faktor Karier Anda Berakhir

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Nagita Slavina dan Raffi Ahmad berbuka puasa di rumah. (Youtube)

    Nagita Slavina dan Raffi Ahmad berbuka puasa di rumah. (Youtube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar bahwa presenter Raffi Ahmad dipecat dari sebuah program pesbuker di salah satu TV swasta. Berita ini muncul seiring dengan absennya Raffi Ahmad dalam program tersebut. Belum jelas apakah benar pemberitaan bahwa Raffi Ahmad memang dipecat dari program tersebut.

    Pemecatan itu kabarnya dilakukan langsung oleh Managing Director ANTV Otis Hahijary. Namun tak berselang lama, Otis Hahijary justru memajang foto kebersamaannya dengan Raffi Ahmad, bersama dengan Nagita Slavina dan juga Rafathar Malik Ahmad. Sayangnya Otis Hahijary mematikan kolom komentar unggahan tersebut dan tidak menuliskan keterangan apapun.

    Foto tersebut diunggah pada Minggu, 3 Juni 2018 di akun Instagram milik Otis Hahijary. Dari unggahan tersebut diketahui petinggi ANTV itu melakukan pertemuan dengan Raffi Ahmad dan keluarganya di Grand Hyatt Hotel Jakarta.

    Sebenarnya pemecatan bisa terjadi kepada siapapun dan apapun pekerjaannya. Ada beberapa faktor yang dianggap menyebabkan Anda bisa dipecat dari pekerjaan. Berikut telah TEMPO.CO rangkum. Baca: Foto Bareng Bos ANTV, Raffi Ahmad Kembali ke Pesbukers?

    1. Pembangkangan
    Memang, Anda tidak harus selalu mengatakan ‘ya’ untuk semua permintaan ataupun persetujuan dengan bos. Namun, menolak mematuhi perintah ataupun mengucapkan hal-hal yang kontroversial dapat membuat Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda tidak setuju dengan permintaan atau kebijakan manajer Anda, utarakan dengan sopan dan hormat.

    Foto kebersamaan Otis Hahijary dengan Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan juga Rafathar Malik Ahmad. Instagram

    2. Kinerja yang buruk
    Setiap perusahaan selalu menginginkan hasil kerja yang terbaik dari karyawannya. Maka, jika Anda tidak pernah memenuhi pekerjaan yang diberikan. Atau mungkin pekerjaan Anda selalu mendapatkan revisi, dapat dianggap Anda bukanlah investasi yang baik bagi perusahaan. Maksimalkan setiap pekerjaan yang diberikan dan tunjukkan kemampuan Anda kepada atasan ataupun lingkungan kerja. Baca: Raffi Ahmad Menghilang dari Pesbukers, Ini Penjelasan Ruben Onsu

    3. Berbohong kepada bos atau klien
    Bukan hanya kebohongan kecil, namun kebohongan besar yang merugikan pihak perusahaan ataupun citra seseorang sangatlah berbahaya. Mungkin Anda berpikir bahwa memalsukan kebenaran terkadang dibutuhkan untuk menyelamatkan diri dari kesulitan. Namun, bayangkan saat kebenaran terkuak. Hal tersebut sangat jauh berisiko bagi karir Anda dan juga rasa percaya dari atasan ataupun klien.

    4. Izin atau terlambat terlalu sering
    Anda memang memiliki hak atas hari sakit atau izin keperluan pribadi. Namun, jika Anda izin sakit atau libur setiap minggunya, tentu akan menjadi perhatian atasan Anda. Dan itu akan menjadi penilaian buruk bagi performa Anda di kantor. Apalagi, jika Anda selalu datang terlambat. Setiap perusahaan ingin memiliki karyawan yang dapat diandalkan dan berkomitmen dalam tim mereka. Maka, bila Anda tidak menjadi orang sosok seperti itu, Anda akan dengan mudah tersingkirkan. Baca: Raffi Ahmad Bantah Dipecat dari Program Pesbukers ANTV

    5. Terlalu mengumbar di media sosial
    Perkembangan zaman menuntut lingkungan pergaulan kini merambah ke dalam media sosial. Tidak terkecuali lingkungan kerja Anda. Mungkin Anda pernah dengar ungkapan, ‘selalu berhati-hati terhadap apapun yang Anda unggah di media sosial’,? Hal ini sangat penting untuk diingat. Terlebih bagi Anda yang memiliki pekerjaan juga menyangkut dengan dunia digital. Jaga bahasa dan konten yang akan Anda unggah. Jangan memberi komentar yang negatif, apalagi mengenai perusahaan atau atasan Anda. Apabila hal tersebut terlihat atau diketahui, karier Anda menjadi bayarannya.

    THEBALANCECAREERS | THEMUSE| INC


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.