Senin, 24 September 2018

Kenali 5 Dampak Buruk Membandingkan Anak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sulung dan bungsu by boldsky

    Ilustrasi anak sulung dan bungsu by boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta - Pepatah yang mengatakan bahwa setiap anak itu unik dengan caranya sendiri adalah benar. Ini adalah aturan praktis yang harus diikuti oleh setiap orang tua jika mereka ingin membesarkan anak yang percaya diri dan bahagia. Menjaga harga diri anak adalah hal yang utama. Membandingkan anak Anda dengan anak-anak lain, adalah hal yang sama sekali tidak benar, dan bisa merendahkan harga diri pada mereka.

    Banyak penelitian telah mengungkapkan bagaimana membandingkan anak Anda dengan anak-anak lain dapat menghambat perkembangan mental mereka dan mempengaruhi harga diri mereka, yang mungkin memiliki efek jangka panjang di masa depannya.

    Baca: Anak Kecanduan Game, Awas 4 Kali Lipat Terlambat Berkembang

    Kata-kata seperti "Lihatlah anak itu, dia jauh lebih baik dari kamu", atau "mengapa kamu tidak bisa bersikap seperti dia", itu sangat umum, terutama ketika anak-anak nakal. Sayangnya orang tua tidak dapat mengendalikan kemarahan atau frustrasi. Namun, apa efek kata-kata ini pada pikiran kecil seorang anak adalah sesuatu yang harus diperhatikan.

    Perbandingan tidak pernah baik, bahkan untuk orang dewasa. Anak-anak merasa sangat sulit untuk menghadapi kritik negatif. Lebih menyakitkan bagi seorang anak untuk mendengar dari orang tuanya bahwa anak yang lain jauh lebih baik daripada dirinya. Sebagai orang tua, penting untuk memberi tahu anak-anak apa yang benar dan salah. Penting juga untuk menunjukkan kesalahan mereka, tetapi melakukan hal itu dengan membandingkannya dengan teman sebaya jelas tidak akan cocok dengan anak itu.

    Anak Anda dikelilingi oleh persaingan hampir di mana-mana, di sekolah, di playgroup-nya, dan bahkan di taman. Yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk mereka adalah membiarkan mereka jauh dari "fase persaingan" setidaknya di rumah. Ini pasti akan membuat anak-anak tetap membumi. Anak-anak harus diajarkan bagaimana mereka dapat mengatasi kelemahan mereka dan berubah lebih baik. Anak juga harus bisa diajarkan untuk lebih percaya diri agar mampu bersaing di lingkungan sosial nantinya.

    Baca: Anak Malas Mengerjakan PR, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

    Jelas bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Tetapi perbandingan hanya akan mendemoralisasi mereka, sebuah efek yang kemungkinan besar akan bertahan seumur hidup.

    Di bawah ini adalah beberapa alasan utama mengapa Anda tidak harus membandingkan anak Anda dengan anak-anak lain seperti dilansir Boldsky.com

    1. Perbandingan secara perlahan mengarah pada keraguan diri. Ketika kita diberitahu bahwa kita tidak bisa unggul dalam hal tertentu karena orang lain lebih baik, perlahan seiring waktu, kita mulai meragukan keterampilan kita sendiri. Hal yang sama berlaku untuk pikiran anak Anda juga.

    2. Jika Anda cenderung membandingkan anak Anda dengan temannya, anak tetangga atau dengan seseorang di sekolahnya, itu hanya akan menanamkan kecemburuan pada dirinya. Kecemburuan bisa berubah menjadi kebencian dan agresi dalam jangka panjang.

    Baca: Kenali Faktor Penyebab Kecanduan Main Game

    3. Perbandingan menanamkan hal negatif dalam pikiran anak. Dia tidak akan lagi dapat mengambil tantangan dan tugas baru dengan positif. Penting untuk membesarkan anak-anak yang memiliki sikap positif terhadap kehidupan dan bukan orang yang takut melakukan hal-hal baru karena takut gagal dan kemudian dibandingkan dengan teman-temannya.

    4. Salah satu hal terpenting untuk disadari ketika membandingkan anak Anda dengan orang lain adalah bahwa hal itu tidak hanya membuat Anda rendah kepercayaan diri tetapi juga mempengaruhi hubungan Anda dengan anak Anda dengan cara yang negatif.

    5. Jika Anda cenderung membandingkan anak Anda, sangat jelas bahwa mereka akan berkembang menjadi orang dewasa yang gugup. Dari menjadi anak-anak yang bahagia dan tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep