Hari Batik Nasional, Ini Kisah Batik Masuk Daftar di UNESCO

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang koleksi pribadi pejabat yang akan dilelang di Galeri Nasional, Jakarta,  27 Februari 2018. Beberapa barang yang menarik perhatian antara lain koleksi kain Nusantara milik Mufidah Kalla dengan nilai limit rata-rata Rp 500 ribu, juga atasan batik milik Sri Mulyani dengan nilai limit Rp 5 juta. TEMPO/Subekti.

    Barang koleksi pribadi pejabat yang akan dilelang di Galeri Nasional, Jakarta, 27 Februari 2018. Beberapa barang yang menarik perhatian antara lain koleksi kain Nusantara milik Mufidah Kalla dengan nilai limit rata-rata Rp 500 ribu, juga atasan batik milik Sri Mulyani dengan nilai limit Rp 5 juta. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Selasa, 2 Oktober 2018, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional yang ke-9 sejak Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO masuk ke dalam daftar representatif Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

    Baca juga: Hari Batik Nasional: Ayo Pakai Batik, Tilik Gaya Modisnya

    Peresmian itu dilakukan  dalam Fourth Session of the Intergovernmental Committee tentang Warisan Budaya Nonbendawi di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009 .

    UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia; memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya Nonbendawi pada saat ini dan di masa mendatang.

    UNESCO mengakui Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia; mulai dari lahir sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal ditutup dengan kain batik.
    Ilustrasi pria mengenakan batik dan sepatu keds. Zalora.com
    Pakaian batik dengan corak sehari-hari juga banyak dipakai dalam kegiatan bisnis dan akademis, sementara berbagai corak lainnya dipakai dalam upacara pernikahan, kehamilan, kebutuhan non sandang dan berbagai penampilan kesenian. Kain batik bahkan memainkan peran utama dalam ritual tertentu.

    Berbagai corak Batik Indonesia menandakan adanya berbagai pengaruh dari luar, mulai dari kaligrafi Arab, burung phoenix dari Cina, bunga cherry dari Jepang, sampai burung merak dari India atau Persia.
    Koleksi batik untuk pria dari Iwan Tirta. istimewa
    Tradisi membatik diturunkan dari generasi ke generasi. Pada awalnya, batik merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Jawa. Boleh jadi, terkadang suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Artinya, beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang.

    Dengan pengakuan UNESCO dan ditetapkannya Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, diharapkan dapat kian memperkuat posisi batik sebagai jati diri sekaligus identitas bangsa Indonesia.

    Baca: Hari Batik Nasional, Indonesia Jadi Kiblat Busana Etnik Dunia?


    ANTARA | HADRIANI P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.