Tips buat yang Ingin Jadi Esport Buzzer

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eSport. (debsport.com)

    Ilustrasi eSport. (debsport.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Esport sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Ini adalah salah satu bentuk kecanduan gawai yang diarahkan ke hal lebih positif. Esport sendiri adalah sebuah komunitas pecinta permainan di ponsel yang bisa menghasilkan uang. 

    Seorang pemuda bernama William Wijaya bisa menjadi contoh orang dengan tingkat kecanduan game yang tinggi namun berhasil meraih puluhan juta rupiah. Ia telah bergabung dengan esport sejak 2018, berbagai kompetisi pun pernah diikutinya. 

    Salah satu di antaranya adalah Brasco Championship, Indonesia Pride Weekdays Challenge (IPWC) dan Revival eSport. Dari ketiga kompetisi itu, pria berusia 21 tahun itu berhasil meraih hadiah sebesar Rp 60 juta.

    “Brasco dapat 45 juta, IPWC 10 juta, dan Revival 5 juta,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada 19 Oktober 2019.

    Jika Anda juga kecanduan gawai dan ingin menghasilkan banyak uang seperti William, beberapa tips pun dibagikannya. Pertama, seseorang tidak boleh hanya suka dengan game, namun ia juga wajib menguasai teknik-teknik yang ada.

    “Setiap tombol dan petunjuk itu memiliki arti, jadi wajib dikuasai, bukan sekedar dimainkan,” jelasnya.

    Kedua, berfokus pada satu game saja juga disarankan William. Ia mengaku dirinya selalu bermain Mobile Legend untuk menguasainya.

    “Jangan semua game dimainkan karena nanti jadi tidak fokus. Paling bagus kalau mendalami satu game dan ditekuni terus supaya tahu celah-celah untuk menang,” ujarnya.

    Ketiga, William menyarankan untuk memiliki teman atau koneksi di esport sebab jika seseorang ingin bergabung dalam esport dan tidak memiliki koneksi, mereka pun akan kesulitan dengan syarat yang dimiliki. Salah satunya adalah harus berada pada ranking tertinggi di game tersebut dengan skala global.

    “Saya kebetulan diajak teman di tahun 2018. Kalau menaikan ranking susah sekali. Apalagi range global,” katanya.

    Keempat, mendapatkan izin dari orang tua adalah kewajiban. William mengatakan bahwa ini bisa dimiliki jika mereka memberikan penjelasan dan alasan yang kuat kepada orang tua.

    “Saya dulu bilang ke mama kalau saya suka bermain game. Saya juga beritahu orang-orang esport yang sudah sukses dan saya yakin bisa seperti mereka,” jelasnya.

    Jadi, siapkah Anda mengganti kecanduan gawai menjadi hal yang lebih positif seperti bergabung dengan esport?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.