Kiat Menanamkan Keberanian pada Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock

    Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberanian pada anak penting untuk ditumbuhkan. Saat merasa gagal dalam menyelesaikan tugas apapun, anak selalu mencoba sampai berhasil melakukannya. Hal ini merupakan pembelajaran bagi perjalanan hidup anak menuju kesuksesan.

    Pahamilah bahwa anak mempunyai kecerdasan sendiri. Orang tua seharusnya tidak memaksa anak berhasil dalam segala hal. Jika dalam satu bidang ia kurang, pasti ada sisi lain yang membuatnya merasa luar biasa.

    Anak yang pandai berhitung belum tentu pandai dalam melukis ataupun kegiatan fisik. Kecerdasan apapun yang menonjol pada anak, orang tua harus memberikan dukungan. Orang tua wajib memberikan dorongan kepada anak untuk melakukan yang terbaik.

    Perlu digarisbawahi bahwa orang tua jangan sampai membuat anak takut mencoba dan merasa gagal. Biarkan anak belajar dari kegagalannya. Menurut Scholastic, mencoba kembali dan belajar dari kegagalan merupakan salah satu pelajaran terbaik anak untuk bisa belajar mencapai kesuksesan.

    Jika anak merasa gagal, berikan perhatian dan beri dorongan pada anak untuk terus mencoba agar mendapatkan hasil yang maksimal. Jangan memarahi anak dan membuatnya merasa rendah diri. Anak baru bisa dikatakan telah mencapai prestasi jika melakukannya melebihi batas kemampuan dan melakukan sesuatu yang tidak mudah dilakukan.

    Untuk melakukan sesuatu dan berani mencoba hal baru dalam hidup, kita harus mempunyai keberanian dan kepercayaan diri. Tanamkan pada anak agar mempunyai keberanian, keberanian untuk mengambil risiko dan keberanian untuk siap menghadapi tantangan hidup.

    Dilasir dari Parentherald, orang tua harus mengajarkan anak untuk tidak pernah menyerah dan membiarkan mereka melakukan kesalahan. Belajar dari kesalahan adalah pembelajaran yang terbaik untuk anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.