Lakukan Sunat saat Dewasa, Kapan Bisa Hubungan Intim Lagi?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi Sunat

    ilustrasi Sunat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sunat tidak hanya bisa dilakukan kepada anak atau bayi saja. Orang dewasa juga bisa melakukan sunat. Selain alasan agama, sunat sebenarnya juga bisa menjadi alasan para lelaki menjadi lebih sehat. Sunat bisa memperkecil peluang para pria terkena infeksi saluran kemih. Sunat juga bisa mencegah terjadinya masalah-masalah penis seperti fimosis maupun peradangan pada kepala penis.

    Sehingga mengetahui manfaatnya, ada banyak pula orang dewasa yang akhirnya mau disunat. Tentu saja ada beberapa cara yang bisa diambil saat hendak melakukan sunat. Ketika hendak melakukan sunat dewasa, Anda pun bisa menimbang berbagai faktor untuk memilih metode yang akan digunakan. Seberapa lama sunat itu akan sembuh mungkin menjadi salah satu pertimbangan Anda.

    Dokter spesialis bedah dari Rumah Sunat Mahdian, Hengki Prabowo Irianto, mengatakan sebaiknya orang dewasa menggunakan metode sunat plester. Dengan durasi pemulihan yang lebih cepat pada metode stepler, pria sudah bisa melakukan hubungan intim dengan pasangannya. "Kalau secara teknik, sunat dengan klem ini bisa dilakukan untuk dewasa, tapi balik lagi ke tujuan. Walau begitu sunat dewasa memang lebih disarankan dengan gun stapler," kata Hengki di Lamina Pine & Spine Center, Jakarta pada 13 November 2019.

    Hengki menjelaskan, untuk metode sunat klem biasanya akan pulih dalam waktu empat hingga lima hari. Setelah, itu bisa dilakukan konsultasi dan bisa kembali beraktivitas kembali. Sedangkan untuk sunat menggunakan gun stapler waktu pemulihannya cukup tiga hari saja. Meski demikian, proses penyembuhan tiap orang berbeda-beda. Agar aman, Hengki pun menyarankan agar tetap menunggu sepekan setalah disunat sebelum melakukan hubungan intim kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.