Berbagai Faktor Pemicu Bunuh Diri Menurut Psikolog

Reporter

Ilustrasi wanita depresi. (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Faktor kepribadian, seperti individu yang cenderung introvert, kurang suka bersosialisasi, sering memendam masalah sendiri, rentan muncul ide bunuh diri, terutama saat menghadapi masalah yang berat. Selain itu, kondisi psikis tertentu yang menyertai juga berpengaruh, misalnya depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, trauma, psikotik, atau dalam pengaruh penggunaan NAPZA.

Psikolog Lyly Puspa Palupi S., mengatakan adanya gangguan suasana hati pada seseorang bisa terindikasi menjadi penyebab munculnya orang yang berkeinginan melakukan bunuh diri.

"Kalau penyebab itu variatif, tergantung kasus setiap individu yang melakukan bunuh diri, salah satunya gangguan mood, hingga depresi, sehingga ada keinginan untuk bunuh diri. Bisa dipahami ketika seseorang mengalami kesedihan mendalam, merasa tidak berdaya, tidak ada yang bisa menolongnya, akhirnya memutuskan untuk bunuh diri," kata staf subbagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar itu.

"Masalah kehidupan sosial pun bisa memunculkan keinginan orang untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, misalnya karena stres berat akibat menghadapi sakit parah menahun, kondisi ekonomi yang kurang dalam waktu yang berkepanjangan, putus cinta, gagal dalam kehidupan akademik maupun karier, pun kerap menjadi alasan seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri," jelas Lily.

Menurutnya, keberadaan individu yang memutuskan untuk bunuh diri biasanya dilakukan oleh orang yang merasa tidak memiliki alternatif solusi masalah, lingkungan sosial yang kurang membantu, dan karakter pribadi yang mudah putus asa sehingga sulit dalam memotivasi diri sendiri untuk bangkit dari masalah.

Ia mengatakan dari semua usia, baik remaja atau orang tua, rentan mengalami kondisi serupa. Hal ini karena setiap tahapan usia memiliki tantangan, tuntutan, serta masalah tertentu yang membutuhkan kemampuan individu dalam mengelola emosi dengan baik, mencari solusi yang positif, serta menjalin hubungan sosial yang baik.

"Kebetulan kalau saya jarang menangani kasus seperti ini, tapi kalau kita lihat trennya memang cenderung meningkat," ujarnya.

Ia menambahkan dari data WHO setiap 40 detik ada satu orang yang meninggal karena bunuh diri dan hampir 800 ribu orang bunuh diri dalam kurun waktu satu tahun pada 2019. Sedangkan data di Indonesia menurut WHO tahun 2010 mencapai angka 5.000 orang pertahun.

Pihaknya berharap jumlah orang yang meninggal karena bunuh diri dapat berkurang dan tidak memilih hal tersebut menjadi jalan keluar dari permasalahan. Lily menganjurkan untuk tetap menjadi pribadi yang sehat secara fisik, jasmani, mental dan spiritual dalam menghadapi masalah, tantangan hidup dengan keyakinan diri yang kuat.

"Tidak membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, jika ingin meraih sesuatu untuk menetapkan target atau keinginan yang realistis, selalu menjalin pertemanan dengan banyak orang di sekitar sebagai lingkungan yang bisa mendukung di saat sulit," jelasnya.

"Jika merasa memiliki beban masalah yang telah melampaui batas kemampuan untuk menyelesaikannya, jangan sungkan untuk menceritakan ke orang terdekat yang dapat dipercaya, usahakan untuk tidak memendam masalah seorang diri," ucapnya.






Hal yang Bisa Dilakukan saat Teman Kehilangan Seseorang karena Bunuh Diri

1 hari lalu

Hal yang Bisa Dilakukan saat Teman Kehilangan Seseorang karena Bunuh Diri

Teman sedang sedih dan berduka karena kehilangan seseorang akibat bunuh diri. Ini yang bisa Anda lakukan sebagai sahabat.


Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer

3 hari lalu

Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer

Diperkirakan antara 5 hingga 10 persen orang di atas usia 65 memiliki demensia vaskular.


Sebelum Cap Pasangan Egois, Ketahui Perbedaan Ego dan Superego Menurut Sigmund Freud

3 hari lalu

Sebelum Cap Pasangan Egois, Ketahui Perbedaan Ego dan Superego Menurut Sigmund Freud

Sigmund Freud menyatakan struktur kepribadian terdiri tiga, yaitu id, ego, dan superego. Apa perbedaan antara ketiganya? Apakah Anda termasuk egois?


Mantan Kontestan Produce 101 Jeong Joong Ji Bunuh Diri, Ibunda Curhat Pilu

6 hari lalu

Mantan Kontestan Produce 101 Jeong Joong Ji Bunuh Diri, Ibunda Curhat Pilu

Curhat pilu ibunda Jeong Joong Ji saat mengabarkan putranya meninggal akibat bunuh diri dua pekan lalu dalam usia 30 tahun.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

6 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Pendidikan Karakter, Bagaimana Asal-usul hingga Perkembangannya?

6 hari lalu

Pendidikan Karakter, Bagaimana Asal-usul hingga Perkembangannya?

Pendidikan karakter usaha yang disengaja untuk memahami nilai etika


Terlilit Utang Judi Online, Buruh di Tangerang Tewas Tergantung di Pohon Depan Mess Karyawan

8 hari lalu

Terlilit Utang Judi Online, Buruh di Tangerang Tewas Tergantung di Pohon Depan Mess Karyawan

Dalam suratnya, korban menyampaikan permintaan maaf karena kembali melakukan judi online hingga terjerat utang.


Tips Melewati Masa Transisi Menopause tanpa Stres untuk Perempuan 40-an

9 hari lalu

Tips Melewati Masa Transisi Menopause tanpa Stres untuk Perempuan 40-an

Menopause adalah fenomena alami dalam kehidupan setiap wanita yang disertai dengan tantangan dan perubahan dalam tubuh dan pikiran.


5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

11 hari lalu

5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

Selain efek energinya, kopi telah dikaitkan dengan daftar panjang manfaat kesehatan potensial sehingga memberi lebih banyak alasan untuk menyeduhnya.


Tak Hanya Tinggi, Kolesterol Rendah Juga Membahayakan Kesehatan

13 hari lalu

Tak Hanya Tinggi, Kolesterol Rendah Juga Membahayakan Kesehatan

Kolesterol bukanlah hal yang benar-benar harus dihindari karena sebenarnya tubuh membutuhkannya dalam jumlah yang tepat. Ini dampak kolesterol rendah.