Sudah Jadi Penyanyi Top, Tulus Sebut Pendidik yang Paling Diingat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Tulus menghibur para penggemarnya dalam Festival Sewindu Tulus di Istora Senayan, Jakarta 01 November 2019. Festival Sewindu Tulus juga dimeriahkan oleh Kunto Aji, Andien, RAN, Glenn Fredly, hingga Project Pop menjadi kejutan Teman Tulus (fans) yang tidak diumumkan penyelenggara konser. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Tulus menghibur para penggemarnya dalam Festival Sewindu Tulus di Istora Senayan, Jakarta 01 November 2019. Festival Sewindu Tulus juga dimeriahkan oleh Kunto Aji, Andien, RAN, Glenn Fredly, hingga Project Pop menjadi kejutan Teman Tulus (fans) yang tidak diumumkan penyelenggara konser. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dan pencipta lagu Tulus baru-baru ini mengaku mengingat semua nama guru dan dosen yang pernah mengajarnya mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga ke Perguruan Tinggi. Lulusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan Bandung tersebut mengatakan ada banyak sekali figur guru yang ikut berjasa membimbing dan membantunya menjadi pribadi yang lebih baik.

    “Dewasa ini kalau mungkin mau diangkat dua sisi dari saya. Saya adalah musikus yang berlatar belakang arsitektur, selain dari banyak sekali guru-guru yang berjasa luar biasa pada perjalanan saya di dunia pendidikan dan menempa diri menjadi dewasa kalau dikerucutkan menjadi dua hal, di bidang musik dan arsitektur,” ungkapnya.

    Pertama, ia menyebutkan sosok guru yang paling ia ingat bernama Nur, guru Sekolah Dasar yang pertama kali mengapresiasi bakatnya di dunia musik.

    “Beliau adalah guru saya di Sekolah Dasar, yang pertama kali bilang kalau saya bisa bernyanyi dan itu sadar atau tidak sadar, terus membantu saya memupuk rasa percaya diri sehingga pada akhirnya saya tidak hanya menjadi anak yang bisa bernyanyi tapi menjadikannya pilihan karir,” kenang Tulus.

    Selanjutnya, pria asal Sumatera Barat ini menyebut nama dosennya, yakni Charles Sudianto Aly. Dosen di bidang arsitektur itu merupakan sosok yang berjasa dalam perjalanan hidupnya.

    “Saya tidak akan pernah melupakan nasihat dari dosen saya, Charles Sudianto Aly. Beliau yang mengingatkan saya kalau anak itu punya kemampuan yang sama, semua anak itu punya sensitivitas yang sama, cuma masalah mau dan terus konsisten mengolah rasa itu,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.