Mau Rujuk dengan Mantan, Pertimbangkan Dulu Hal Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan rujuk. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan rujuk. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda pernah jatuh cinta pada mantan suami sebelumnya. Dan perasaan itu tidak benar-benar hilang, bahkan setelah Anda dan bercerai secara hukum.

    Anda memiliki sejarah hidup bersamanya dan bahkan mungkin berbagi anak-anak. Semua itu menciptakan ikatan yang tidak mudah dihapus. Jika kembali bertemu mantan suami setelah waktu yang lama, Anda akan merasa seperti nostalgia.

    Anda menyadari pernah jatuh cinta kepadanya. Semua hal yang pernah membuat jatuh cinta kepadanya kembali muncul dalam ingatan dan Anda pun mulai jatuh cinta lagi kepadanya. Tapi, apakah itu hal yang benar untuk dilakukan?

    Pasti ada alasan mengapa Anda memutuskan untuk berpisah. Apakah daya tarik yang dirasakan sekarang cukup untuk memaafkan dan melupakan alasan memilih perpisahan? Jika Anda memilih untuk berkencan lagi, itu akan berdampak besar pada kehidupan berdua. Ini juga akan menciptakan komplikasi baru dalam kehidupan anak-anak, jika Anda memilikinya.

    Berikut serangkaian pertanyaan yang perlu direnungkan sebelum memilih untuk berkencan lagi dengan mantan suami. Jawaban yang Anda terima akan memberi tahu apakah kembali rujuk merupakan hal terbaik yang harus dilakukan pada saat ini atau bukan.

    Berapa lama Anda telah berpisah? Jika belum terlalu lama sejak berpisah, perasaan yang dimiliki sekarang mungkin hanya sisa. Setelah berpisah, Anda mungkin kesepian dan merindukan saat-saat indah yang pernah dialami bersamanya.

    Jika perpisahan itu sudah lama dan Anda berdua memiliki hubungan lain setelah berpisah, maka keadaan akan berbeda. Ada kemungkinan waktu telah mengubah Anda berdua menjadi lebih baik. Dalam kasus ini, mungkin layak untuk memberi kesempatan kepada mantan untuk kedua kalinya.

    Mengapa Anda memutuskan berpisah darinya? Pikirkan kembali alasan yang menyebabkan perpisahan. Cobalah mengingat bagaimana perasaan Anda tentang hal itu dan siapa yang harus disalahkan. Jika menemukan kesalahan itu terletak pada mantan suami, mungkin bukan ide bagus untuk kembali bersamanya sekarang.

    Jika Anda atau perilaku Anda adalah alasannya, kecuali jika Anda siap untuk mengakui kesalahan dan perubahan, mungkin tidak bijaksana untuk berkencan lagi dengan mantan suami.

    Apa yang telah berubah sekarang? Apakah Anda berdua matang seiring waktu? Apakah Anda siap untuk bertanggung jawab atas kesalahan dari masa lalu? Jika Anda berdua telah berubah dan telah mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang kehidupan dan kesalahan masa lalu, mungkin baik memberi kesempatan pada hubungan untuk kedua kalinya.

    Apakah kecurangan salah satu dari Anda berdua alasan perpisahan itu terjadi? Jika salah satu dari Anda berselingkuh, itu adalah pelanggaran kepercayaan yang serius. Tidak peduli berapa lama waktu yang sudah berlalu, apakah Anda bisa mempercayai kembali mantan suami?

    Jika Anda adalah pihak yang berbuat curang, apakah Anda pikir bisa membangun kepercayaan pada mantan? Jika jawaban Anda adalah tidak, maka kembali bersama mantan mungkin bukan hal terbaik yang harus dilakukan.

    Apakah ketertarikan seksual alasan dibalik perasaan yang dirasakan? Jika seks ada dalam pikiran saat memikirkan mantan suami, maka Anda seharusnya tidak kembali bersama. Daya tarik seksual akan segera pudar dan semua masalah lama akan muncul kembali. Demikian dilansir Boldsky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.